BerandaPolitikPolitik MenggelitikBabak Baru Boikot Artis dan Pejabat Pasca Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran...

Babak Baru Boikot Artis dan Pejabat Pasca Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Energi Juang News,Jakarta- Pasca Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI kini babak baru boikot Raffi Ahmad dkk kehilangan kontrak iklan, sementara pejabat publik pun panik menghadapi amukan netizen di media sosial.

Senin, 2 November 2026, telah memicu efek domino admin Instagram @nipponpaintID mendadak ngepost sudah tidak lagi memiliki kontrak kerja sama Brand Ambassador dengan Raffi Ahmad. Hal ini menjawab keresahan publik yang hobi nge-tag massal, dan mereka harus bekerja lembur bagai kuda.

Bagi materi iklan yang masih telanjur nempel di toko-toko bangunan, pihak perusahaan berjanji akan menurunkannya secara bertahap.

Mungkin butuh waktu, maklum, mencopot stiker baliho besar kadang lebih susah daripada menghapus kenangan mantan.

Tidak berhenti pada pemutusan kontrak brand, perbincangan di media sosial kini bergeser menjadi gerakan aksi boikot lanjutan yang lebih luas.

Gerakan ini menyerukan pengosongan dukungan terhadap karya, bisnis pribadi, hingga akun media sosial para publik figur yang terlibat.

Sebagai contoh jaringan minimarket waralaba yang memajang wajah Raffi,beralih ke warung Madura terdekat andai pihak manajemen tidak segera mengambil sikap.

Di sisi lain, para pejabat yang hadir juga mendapat kritik tajam serta tuntutan pertanggungjawaban moral dari publik yang merasa kecewa atas penyelenggaraan acara tersebut.

Nasib paling apes justru menimpa Le Minerale. Gara-gara logonya terpampang nyata di atas water barrier alias pembatas jalan plastik saat acara Deklarasi. Produk merekapun malah hampir kena boikot satu negara dan manajemen pun buru-buru klarifikasi mereka bukan bagian dari atribut sponsorship acara.

Kini, gerakan “Unfollow Berjamaah” dan “Mari Kita Cuekin Bisnis Mereka” sedang digalakkan secara masif.
Para artis yang biasanya panen likes kini harus pasrah melihat angka pengikutnya merosot seperti perosotan TK.
Sementara itu, para pejabat publik yang hadir kini mendadak rajin mematikan kolom komentar di media sosial, karena tahu isinya bukan lagi pujian, melainkan kurasi teks penuh petuah dari netizen yang merangkap sebagai hakim moral dadakan.
Redaksi Energi Juang News
Kb
Kbhttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Hukum Jenaka, Politik Menggelitik dan Kriminal. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisment -spot_img

Recent Comments