Energi Juang News, Tangerang- Dikala nasib data pribadi kita bocor ditentukan oleh sebuah takdir yang sangat lokal menjadi bungkus pisang goreng, jadi pemicu adrenalin tentang keamanan data.
Zaman sekarang, menjaga keamanan data pribadi itu memang susah-susah gampang.
Kita tahu Disdukcapil sudah langganan antivirus mahal, ganti kata sandi tiap bulan pakai kombinasi huruf kapital, angka, dan lambang alien, tapi kenapa justru data berwujud kertas malah beredar.
Niatnya cuma ingin memuaskan hasrat makan bakwan hangat, justru disuguhi pemandangan menghebohkan itu dan siunggah di akun Threads.
Dokumen resmi milik warga Kabupaten Tangerang terpampang nyata sebagai pembungkus makanannya. lengkap dengan nama, alamat, hingga nomor telepon yang masih aktif!
Mendengar kabar yang bikin geger ini, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Tangerang langsung turun tangan.
Pihak dinas kini dibuat pusing tujuh keliling dan sedang menyelidiki bagaimana bisa selembar kertas sakral tersebut melakukan perjalanan spiritual lintas provinsi hingga berakhir tragis menampung minyak tahu isi di Jakarta Barat.
Setelah dicek, dokumen itu memang asli keluaran tahun 2021 milik warga Kecamatan Kelapa Dua.
Sungguh sebuah ironi kehidupan; di saat orang-orang sibuk melindungi data dari serangan cyber hacker, data kita justru bocor akibat kelalaian pasca-fotokopi dan berakhir di lapak abang loak.
Redaksi Energi Juang News




