Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 37

Prabowo Klaim MBG Dorong Ekonomi Desa dan Serap Tenaga Kerja

Prabowo Klaim MBG Dorong Ekonomi Desa dan Serap Tenaga Kerja

Energi Juang News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melanjutkan program unggulan yang kini mulai menunjukkan dampak di berbagai sektor. Ia menyebut manfaatnya sudah dirasakan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini kesulitan mendapat kepastian pasar dan lapangan kerja.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri groundbreaking di Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia memastikan pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan program agar hasilnya makin optimal.

Dampak Nyata bagi Petani dan Nelayan

Prabowo mengatakan program MBG mulai memberi dampak konkret bagi petani. Menurut dia, selama ini banyak hasil panen yang tidak terserap pasar sehingga petani merugi.

Ia mencontohkan, petani kerap menghadapi situasi saat hasil panen membusuk di kebun karena tidak ada pembeli. Ketika tengkulak datang, harga justru ditekan sangat rendah.

Kini, pemerintah berupaya membangun jaminan pasar yang lebih pasti. Produksi petani maupun nelayan diharapkan terserap dengan skema off-take yang memberi kepastian penjualan.

“Berapa pun yang dihasilkan, itu akan diserap oleh bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Ribuan Dapur Disebut Buka Banyak Lapangan Kerja

Selain memperkuat sektor pangan, MBG juga diklaim mampu menggerakkan ekonomi desa. Prabowo menyebut setiap desa nantinya memiliki SPPG atau dapur produksi sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.

Menurut dia, satu dapur bisa mempekerjakan sekitar 50 orang. Jika target 30.000 dapur tercapai, potensi tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 1,5 juta orang.

Ia menegaskan pemerintah akan segera menindaklanjuti setiap kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya semakin luas.

Koperasi Merah Putih Perkuat Efek Ekonomi

Prabowo juga menyoroti rencana pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai penguat dampak ekonomi di tingkat akar rumput.

Pemerintah menargetkan 81.000 koperasi berdiri di berbagai wilayah. Jika setiap koperasi mempekerjakan sekitar 18 orang, total serapan tenaga kerja diperkirakan menembus lebih dari satu juta orang.

Menurut Prabowo, rangkaian program itu menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengembalikan perputaran kekayaan agar lebih banyak beredar di dalam negeri.

“Arus kekayaan yang selama ini keluar, sekarang kita balikkan dan kita gelontorkan kepada rakyat,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News

NIKI dan Jejak Global Musik Indonesia di Panggung Dunia

Niki World Tour
Niki World Tour

Energi Juang News,Jakarta- Di tengah arus globalisasi budaya pop, ada satu nama yang pelan tapi pasti mengubah persepsi dunia terhadap musisi Asia Tenggara. Ia datang bukan hanya dengan suara yang khas, tetapi juga dengan identitas yang kuat, lirik yang jujur, dan pendekatan artistik yang matang. Dari kamar tidur sederhana hingga panggung festival terbesar dunia, perjalanan ini terasa seperti narasi klasik—namun dengan sentuhan modern yang relevan bagi generasi muda saat ini.

BeautyHaul Squad, Indonesia patut berbangga punya NIKI. Penyanyi R&B kelahiran 1999 ini bukan sekadar artis biasa; ia adalah representasi baru dari wajah musik Indonesia di kancah global. Bergabung dengan label 88rising, NIKI berkembang dalam ekosistem yang mendukung eksplorasi identitas Asia dalam industri Barat yang kompetitif.

Selama tujuh tahun berkarier, pencapaiannya bukan hanya soal angka streaming atau popularitas semata, melainkan tentang bagaimana ia membawa cerita personal ke panggung dunia. Salah satu momen paling monumental adalah ketika ia tampil di Coachella—festival musik terbesar di dunia. Di sana, NIKI mencetak sejarah sebagai penyanyi wanita asal Indonesia pertama yang tampil di panggung bergengsi tersebut.

Penampilannya di Coachella bukan sekadar performa biasa. Ia membawakan lagu-lagu hits seperti Lowkey, La La Lost You, dan Indigo, yang memperlihatkan spektrum emosional khas R&B modern. Namun yang membuat momen itu begitu berkesan adalah ketika ia membawakan lagu Indonesia berjudul Sempurna. Lagu ini memiliki makna personal bagi NIKI karena menjadi salah satu alasan ia belajar gitar. Sebuah tribute sederhana, namun sarat makna—menghubungkan masa lalu dengan pencapaian masa kini.

Tidak berhenti di situ, NIKI juga mencuri perhatian lewat penampilannya di Tiny Desk Concert pada tahun 2023. Program musik garapan NPR Music ini dikenal dengan konsep intimate live performance yang menuntut kualitas vokal dan musikalitas tinggi. Dalam durasi sekitar 18 menit, NIKI membawakan empat lagu: Backburner, Before, The Apartment We Won’t Share, dan Every Summertime.

Tiny Desk bukan sekadar panggung biasa—ini adalah ruang validasi artistik. Di sini, musisi diuji tanpa gimmick besar, hanya mengandalkan kemampuan musikal murni. Fakta bahwa NIKI tampil sejajar dengan nama-nama besar seperti Coldplay, Dua Lipa, Justin Timberlake, dan Taylor Swift menunjukkan posisi pentingnya dalam lanskap musik global.

Selain Coachella dan Tiny Desk, NIKI juga mencetak sejarah lain dengan tampil di Lollapalooza di Chicago. Ia menjadi musisi wanita Indonesia pertama yang mengisi lineup festival tersebut. Salah satu lagu yang paling mencuri perhatian adalah High School in Jakarta—sebuah lagu yang menggambarkan masa SMA-nya di Indonesia.

Lagu ini menarik karena memadukan nostalgia dengan aransemen yang ringan dan playful. Liriknya relatable, terutama bagi generasi muda urban yang tumbuh di era media sosial. Saat dibawakan di Lollapalooza, penonton dari berbagai negara ikut bernyanyi—membuktikan bahwa cerita lokal bisa memiliki resonansi global.

Menariknya, NIKI tidak hanya sukses di panggung musik, tetapi juga mulai menembus media mainstream Amerika. Ia tampil di talkshow bergengsi Jimmy Kimmel Live!, membawakan lagu Too Much of A Good Thing sambil bermain gitar. Momen ini menjadi simbol penting: seorang musisi Indonesia tampil di salah satu platform hiburan paling berpengaruh di dunia.

Dalam konteks sejarah musik, fenomena seperti NIKI menunjukkan pergeseran paradigma. Jika dulu musisi non-Barat harus menyesuaikan diri dengan standar industri Barat, kini justru identitas lokal menjadi nilai jual utama. NIKI tidak menyembunyikan asal-usulnya—ia merayakannya.

Dari sisi musikal, gaya NIKI bisa dilihat sebagai evolusi dari R&B kontemporer yang dipengaruhi oleh bedroom pop, folk, dan bahkan elemen indie. Ia tidak terjebak dalam satu genre, melainkan bergerak fluid mengikuti narasi emosional yang ingin disampaikan. Ini membuat musiknya terasa autentik dan personal.

Perjalanan tur dunianya dari 2022 hingga 2023—meliputi Amerika, Australia, hingga Asia—menjadi bukti bahwa basis penggemarnya tidak lagi terbatas secara geografis. Bahkan, kabar bahwa ia akan kembali menggelar tur dan menyertakan Indonesia pada tanggal 14 & 15 Februari 2025 menjadi momen yang sangat dinantikan. Bayangkan merayakan Valentine dengan konser NIKI—pengalaman emosional yang sulit dilupakan.

Dalam perspektif budaya, keberhasilan NIKI membuka jalan bagi musisi Indonesia lainnya untuk berani bermimpi lebih besar. Ia bukan hanya ikon pop, tetapi juga simbol perubahan—bahwa globalisasi tidak harus menghapus identitas, melainkan bisa menjadi medium untuk memperkuatnya.

Akhirnya, kisah NIKI adalah tentang keberanian untuk jujur, konsistensi dalam berkarya, dan kemampuan untuk menjembatani dua dunia: lokal dan global. Dalam dunia musik yang semakin homogen, kehadirannya justru menjadi pengingat bahwa keunikan adalah kekuatan terbesar.

Dan mungkin, di situlah letak makna sesungguhnya dari perjalanan ini—bahwa musik bukan hanya tentang didengar, tetapi juga tentang diceritakan.

Redaksi Energi Juang News

Ibu Tega Bakar Bayi Sendiri, Gara Gara Dituduh Suami

bayi bakar
bayi bakar

Energi Juang News,Madiun-Ibu cap apa Minem, 36, dari Madiun ini? Gara gara dituduh Kadrun,41, suaminya bahwa bayi itu produk hasil perselingkuhan, langsung saja dibakar di tungku perapian. Tentu saja bayi tak berdosa itu langsung wasalam.

Minem sangat sakit hati atas tuduhan itu. Masak iya sih, suami lupa akan “ulah sentolopnya” sendiri? Gara-gara memperturutkan emosi, Minem ditangkap polisi.

Dalam masyarakat Jawa, keluarga yang punya anak cepat disebut “cethek”, sedangkan yang lambat punya anak disebut “jero”. Padahal yang tahu persis “jero” atau “cethek”-nya istri hanyalah suami, sebab dialah yang selalu “menjajagi”-nya kapan saja,gaya apa saja ,dalam rangka menjalankan memperoleh keturunan.

Minem warga Madiun (Jatim), sudah lama menikah, tapi tak kunjung punya momongan. Hasil “kerja”-nya setiap malam sia-sia saja alias hanya kringetan doang! Suami pasrah saja, mungkin Tuhan belum mengizinkan istrinya punya momongan. Ada beberapa orang memang yang menyarankan agar diobati pakai “daun lingga”, tapi Kadrun suami Minem tidak mau.

Hingga tiba-tiba Minem melapor pada suami bahwa dirinya hamil. Kaget juga Kadrun, namun demikian dia tak menyatakan sikap. Baru ketika bayi itu sudah lahir dan dibawa pulang dari RS, Kadrun tak mau menyentuhnya, apa lagi menggendong.

Dilihat dari fisiknya, orang juga melihat kemiripan dengan wajah Kadrun bapaknya. Atau mungkin ada trauma masa lalu Minem yang masih nyantol diingatannya.

“Bayi itu kan hasil perselingkuhanmu dengan lelaki lain ya?.” Tuduh Kadrun. Sedikit kata-katanya, tapi sengak didengar.

Sakit hati sekali Minem mendengar tuduhan suaminya itu. Masak suami sendiri lupa akan setiap malam menindihnya. Mungkin lupa juga pernah minum obat kuat andalannya sampai tiga gelas,”Biar sampe subuh katanya” aku Minem. Jika dituduh selingkuh, dengan lelaki mana membangun koalisi rebahan? Tak bisa menerima tuduhan suami, bayi merah umur 4 hari itu langsung dibakar di atas tungku perapian.

Tentu saja wasalam. Minem yang ngumpet di hutan segera ditangkap polisi dan bayi yang sudah dikuburkan itu digali lagi untuk divisum.

Saking seringnya “nyetrom”, Kadrun jadi lupa pada karya orisinilnya sendiri.

Redaksi Energi Juang News

Trump Tegaskan Raja Charles III Bantu AS Perangi Iran

Washington, Energi Juang News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Raja Inggris Charles III akan mendukung Amerika Serikat dalam memerangi Iran.

“Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu (29/4).

Ia menambahkan bahwa sang raja juga akan mengikuti saran AS terkait Ukraina.
Sebelumnya pada Maret, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena menolak membantu AS dalam konflik dengan Iran.

“Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” kata Trump.

Presiden AS itu juga mengkritik Starmer atas kebijakan migrasi dan energinya.
Pada 1 April, Trump mengatakan bahwa ia sangat mempertimbangkan untuk menarik AS dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah para sekutu menolak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Ia menyatakan tidak lagi melihat Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah negara-negara Eropa menolak seruannya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Redaksi Energi Juang News

Rilis “Petal”, Ariana Grande Kembali ke Dunia Musik

New York, Energi Juang News- Penyanyi Ariana Grande bersiap kembali ke dunia musik. Aktris Hollywood itu akan merilis album baru berjudul “Petal”.

Menurut laporan Variety, Selasa (28/4) waktu setempat, Grande mengumumkan bahwa album studio kedelapannya, “Petal” akan dirilis pada 31 Juli.

“Petal” digambarkan sebagai “sesuatu yang penuh kehidupan dan tumbuh melalui celah-celah dari sesuatu yang dingin, keras, dan menantang”, album itu diproduseri eksekutif serta ditulis bersama dirinya dan Ilya.

Ilya Salmanzadeh sebelumnya turut memproduseri dan menulis sebagian besar album Ariana Grande tahun 2024, “Eternal Sunshine,” serta mencetak berbagai hit bersama Taylor Swift dan Sam Smith, di antara banyak lainnya.

Album “Petal” ini telah lama dinantikan, karena Grande sebelumnya memberi bocoran lewat foto-foto dirinya di studio serta mengumumkan tur musim panas yang akan dimulai pada Juni.

Pengumuman ini datang setelah tiga tahun aktivitas Ariana Grande terkait film “Wicked” dan sekuelnya, serta proyek “Eternal Sunshine” beserta edisi deluxe-nya pada 2025.

Pada 6 Juni, Ariana Grande akan memulai tur “Eternal Sunshine” di Oakland, California. Tur ini menjadi tur pertamanya dalam tujuh tahun, setelah tur terakhirnya berakhir pada Desember 2019 yang berfokus pada album “Sweetener” dan “Thank U, Next”.

Adapun besar kemungkinan album baru ini akan menjadi sorotan utama dalam tur tersebut. Grande juga sempat mengatakan bahwa tur ini bisa menjadi tur terakhirnya “untuk waktu yang sangat lama”.

“Sepuluh atau lima belas tahun terakhir akan terlihat sangat berbeda dengan yang akan datang. Saya tidak ingin mengatakan sesuatu yang pasti. Saya tahu bahwa saya sangat bersemangat untuk melakukan tur kecil ini, tetapi saya rasa ini mungkin tidak akan terjadi lagi untuk waktu yang sangat, sangat lama,” kata Grande dalam wawancara tahun lalu di podcast “Good Hang”.

 

Redaksi Energi Juang News

Rusia Sampaikan Duka Cita Atas Kecelakaan Bekasi Timur

Jakarta, Energi Juang News- Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Kecelakaan itu diketahui menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 90 orang lainnya.

“Dalam momen tragis seperti ini, kami memahami betapa rapuh dan berharganya setiap nyawa kita,” kata Kedubes Rusia dalam unggahannya di media sosial, Rabu.
Kedubes Rusia menyampaikan perhatian, dukungan, dan doa bagi seluruh pihak yang terdampak insiden ini.

“Kami yakin bahwa ketabahan dan persatuan akan membantu mengatasi dampak bencana ini,” kata pernyataan tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban dan turut merasakan kesedihan dan kehilangan yang tak tergantikan,” ujar Kedubes Rusia.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (27/4) malam, saat sebuah taksi daring mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera.

Keberadaan kendaraan tersebut menghambat laju KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang yang tengah melintas, hingga akhirnya kereta itu berhenti di jalur.

Dalam waktu singkat, situasi memburuk ketika KRL yang berhenti ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta Gambir-Surabaya Pasar Turi. Benturan keras pun tidak terhindarkan dan menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta.

Polisi sedang melakukan investigasi terhadap kecelakaan maut tersebut, termasuk mendalami dugaan faktor kelalaian manusia serta potensi gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian, yang menyebabkan tabrakan.

Redaksi Energi Juang News

Penerimaan Pajak 2026 Berpotensi Meleset

Jakarta, Energi Juang News – Lembaga riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memproyeksikan penerimaan pajak pada 2026 berpotensi meleset. Penerimaan itu meleset di kisaran Rp171 triliun hingga Rp484 triliun dari target.

“Rentang yang besar ini mencerminkan tingginya ketidakpastian terhadap kapasitas penerimaan negara,” ujar Direktur Riset Makroekonomi CORE Akhmad Akbar Susamto dalam diskusi publik Quarterly Economic Review Q1-2026 di Jakarta, Rabu, (29/4).

CORE mencatat kinerja penerimaan pajak pada kuartal I-2026 memang tumbuh positif, tapi bersifat sementara.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi penerimaan pajak pada triwulan I-2026 mencapai Rp394,8 triliun atau 16,7 persen dari target Rp2.364 triliun, lebih rendah dibandingkan capaian periode yang sama pada 2023 sebesar 20,7 persen dan 2024 sebesar 18,0 persen.

Secara bulanan, pajak neto tumbuh tinggi pada Januari sebesar 30,7 persen dan Februari 30,1 persen, namun melambat tajam menjadi 7,6 persen pada Maret seiring meredanya aktivitas Ramadhan.

Selain itu, struktur penerimaan dinilai belum kuat. Hampir 40 persen penerimaan ditopang pajak konsumsi, yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tumbuh 57,7 persen.

Di sisi lain, pajak yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil seperti Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan PPh Final masing-masing hanya tumbuh 5,4 persen dan 5,1 persen.

Menurut CORE, kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penerimaan lebih didorong faktor musiman, seperti Ramadhan dan Lebaran, bukan penguatan struktural.

“Peningkatan yang terjadi lebih bersifat temporer, belum mencerminkan perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan, atau penguatan aktivitas ekonomi,” kata Akbar.

CORE memperkirakan total penerimaan pajak sepanjang 2026 hanya berada di kisaran Rp1.880 triliun hingga Rp2.193 triliun, di bawah target pemerintah.
Untuk mengantisipasi potensi kekurangan tersebut, CORE mendorong pemerintah mempercepat implementasi sistem Coretax serta mempertimbangkan perluasan kebijakan windfall tax pada sektor energi dan pertambangan.

Windfall tax merupakan pajak tambahan yang dikenakan atas keuntungan tak terduga perusahaan misalnya akibat lonjakan harga komoditas global.

Menurut CORE, lonjakan harga komoditas akibat eskalasi geopolitik dapat memberikan keuntungan tambahan bagi pelaku usaha, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penerimaan alternatif.

Redaksi Energi Juang News

Dugaan Penganiayaan oleh Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi

Jakarta, Energi Juang News- Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan istri pesohor Andre Taulany, Rien Wartia Trigina, atau yang akrab disapa Erin. Penganiayaan itu diduga dilakukan kepada seorang asisten rumah tangga (ART) di wilayah Bintaro.

“Bahwa benar telah datang ke SPKT Polres Metro Jakarta Selatan, seorang perempuan berinisial H, yang menurut pengakuannya mengalami kekerasan fisik,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi di Jakarta, Rabu.
Joko mengatakan laporan tersebut dibuat oleh seorang perempuan berinisial H pada Selasa (28/4) dan penganiayaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Bunga Mayang 8, Bintaro, Jakarta Selatan.
Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/1680/IV/2026/Polres Metro Jakarta Selatan tanggal 29 April 2026.

Dalam laporan itu, pihak terlapor adalah seorang perempuan berinisial RWT yang diduga melakukan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023.

Joko Adi menyebut laporan yang diterima masih dalam tahap awal sehingga kepolisian belum dapat menyampaikan kronologi secara rinci.
“Ini kan laporan polisi baru kita terima. Kemudian setelah diterima tentunya didisposisi ke unit yang menangani, lalu baru didalami terkait dugaan penganiayaan dimaksud,” ucapnya.
Ia menambahkan korban dalam kasus tersebut berjumlah satu orang.

Terkait alat bukti, pihak kepolisian menyebut kemungkinan sudah ada hasil visum, namun masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut dan belum dapat menyampaikan jadwal pemeriksaan maupun dugaan kekerasan yang dilaporkan.

“Kebenarannya nanti ditindaklanjuti lagi,” kata dia.

Redaksi Energi Juang News

Menjaga Keadilan Pasar Digital: Saatnya KPPU Bertindak Tegas terhadap TikTok

Ilustrasi dugaan monopoli TikTok di e-commerce

Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui perdagangan elektronik (e-commerce). Namun, di balik percepatan tersebut, muncul persoalan serius terkait struktur pasar yang berpotensi timpang.

Laporan APLE ke KPPU Terkait Dugaan Monopoli TikTok

Laporan dari Asosiasi Pengusaha Logistik E-commerce (APLE) mengenai dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat oleh TikTok Pte. Ltd., TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd., serta layanan TikTok Shop harus menjadi alarm serius bagi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Ancaman Integrasi Vertikal dan Predatory Pricing

Secara teoretis, apa yang dilakukan TikTok dapat dijelaskan melalui konsep integrasi vertikal dalam Ekonomi Industri. Integrasi vertikal terjadi ketika satu entitas bisnis menguasai berbagai tahapan dalam rantai produksi dan distribusi dari hulu ke hilir. Dalam konteks TikTok, perusahaan tidak hanya menyediakan platform media sosial, tetapi juga mengendalikan algoritma distribusi konten, sistem e-commerce, pembayaran digital, hingga logistik.

Menurut teori dari Oliver E. Williamson, integrasi semacam ini memang dapat meningkatkan efisiensi, tetapi juga berpotensi menciptakan market foreclosure yakni tertutupnya akses pasar bagi pelaku usaha lain.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Ketika satu platform menguasai seluruh ekosistem, ia memiliki kekuatan untuk menentukan siapa yang mendapat visibilitas, siapa yang memperoleh akses logistik murah, hingga siapa yang bisa bertahan dalam kompetisi harga. Dalam kerangka Market Power, dominasi ini berpotensi melampaui batas persaingan sehat.

Lebih jauh, strategi promosi agresif yang dilakukan melalui diskon besar, subsidi ongkos kirim, dan insentif lainnya dapat dianalisis melalui konsep predatory pricing. Teori ini banyak dibahas oleh ekonom seperti Paul Milgrom, yang menjelaskan bagaimana perusahaan besar dapat menjual di bawah biaya produksi (loss-leading) untuk menyingkirkan pesaing, sebelum akhirnya menaikkan harga ketika dominasi pasar telah tercapai.

Praktik semacam ini bukan hanya merugikan kompetitor, tetapi juga menciptakan ketergantungan sistemik pelaku usaha terhadap satu platform.

Dampak Dominasi TikTok terhadap UMKM Lokal

Dampaknya sangat nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Alih-alih mendapatkan ruang kompetisi yang adil, mereka justru terjebak dalam ekosistem tertutup. Ketergantungan terhadap satu platform membuat posisi tawar mereka melemah.

Dalam perspektif Ekonomi Kelembagaan, kondisi ini mencerminkan ketimpangan relasi antara pelaku besar dan kecil, di mana aturan main ditentukan secara sepihak oleh entitas dominan.
Selain itu, adanya dugaan diskriminasi terhadap penyedia jasa logistik juga menunjukkan potensi pelanggaran prinsip level playing field. Jika benar terjadi, maka hal ini bertentangan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Negara tidak boleh membiarkan struktur pasar berkembang menuju oligopoli digital yang terkonsentrasi.

KPPU Harus Segera Mengambil Tindakan Tegas

Pengalaman global menunjukkan bahwa platform digital dengan integrasi vertikal yang kuat cenderung mengarah pada dominasi pasar yang sulit dikoreksi. Kasus-kasus yang melibatkan perusahaan teknologi besar di berbagai negara menjadi pelajaran penting bahwa intervensi regulator harus dilakukan sejak dini, bukan setelah kerusakan pasar terjadi.

Oleh karena itu, KPPU tidak boleh bersikap pasif. Investigasi menyeluruh terhadap model bisnis TikTok dan afiliasinya perlu segera dilakukan. Pendekatan ex-ante regulation yakni pengaturan sebelum pelanggaran meluas harus dipertimbangkan untuk mencegah distorsi pasar yang lebih dalam.

Transparansi algoritma, pemisahan lini bisnis, hingga pembatasan integrasi vertikal bisa menjadi opsi kebijakan yang layak dikaji.

Pada akhirnya, tujuan utama dari kebijakan persaingan usaha adalah menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keadilan. Inovasi tidak boleh dimatikan, tetapi dominasi yang merugikan publik juga tidak boleh dibiarkan.

Jika KPPU gagal bertindak, maka bukan tidak mungkin pasar e-commerce Indonesia akan jatuh ke dalam penguasaan segelintir pemain global, yang pada akhirnya menggerus kedaulatan ekonomi nasional.

Momentum ini adalah ujian bagi negara: apakah mampu melindungi pasar domestik dan pelaku usaha kecil, atau justru membiarkan logika kapitalisme digital berjalan tanpa kendali.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Teror Sunyi di Dekat TPU: Kisah Nyata dari Tanah Kusir

makam tanah kusir
makam tanah kusir

Energi Juang News, Jakarta – Malam di kawasan Kebayoran Lama Selatan tidak pernah benar-benar sunyi. Bahkan ketika lampu rumah sudah padam satu per satu, masih ada sesuatu yang terasa “hidup” di antara pepohonan tinggi dan bayangan tembok pembatas pemakaman.

Bagi sebagian orang, tinggal di dekat kuburan mungkin hanya soal pemandangan yang berbeda. Tapi bagi mereka yang sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan tempat peristirahatan terakhir itu, ada cerita-cerita yang tidak pernah benar-benar selesai.

“Awalnya biasa aja, Mas. Tapi lama-lama… ya ngerti sendiri,” ujar Pak Suryadi, Ketua RT setempat, dengan nada datar.

Pak Suryadi sudah tinggal di rumahnya sejak tahun 1971, persis berdampingan dengan TPU Tanah Kusir. Sebelum menjadi Ketua RT, ia dikenal sebagai petugas keamanan warga yang rutin berpatroli, termasuk di area makam.

“Dulu sering keliling malam. Soalnya rawan pencurian,” katanya.

“Terus… pernah lihat yang aneh, Pak?” tanya seorang pemuda yang datang untuk mendengar kisahnya.

Pak Suryadi tersenyum tipis. “Nggak cuma lihat. Pernah kena juga.”

Ia kemudian bercerita tentang suatu malam yang tidak pernah ia lupakan.

“Saya lagi jalan di antara makam. Tiba-tiba… duk! kena batu,” ujarnya sambil menunjuk bahunya.

“Kena lempar?”

“Iya. Saya pikir anak-anak. Tapi pas saya cari… nggak ada siapa-siapa. Sepi banget.”

Angin malam seolah ikut menyela cerita itu. Heningnya terasa berat.

“Saat itu saya langsung tahu… itu bukan orang.”

Gangguan tak hanya terjadi di luar rumah. Justru yang paling membuatnya merinding adalah pengalaman di dalam rumah sendiri.

“Pernah saya tidur… tiba-tiba nggak bisa gerak,” katanya pelan.

“Ketindihan?”

Pak Suryadi mengangguk. “Iya. Tapi saya lihat… ada perempuan. Pakai jubah putih.”

“Wajahnya kelihatan?”

“Saya nggak mau lihat. Tapi dia ada di atas saya.”

Suasana mendadak terasa lebih dingin.

“Saya marah. Saya kejar. Saya suruh keluar dari rumah saya,” lanjutnya.

“Terus?”

“Dia lari ke tangga… naik ke lantai dua… habis itu hilang.”

Tak jauh dari rumah Pak Suryadi, tinggal Bu Badriah. Ia sudah menetap di sana hampir 47 tahun. Berbeda dengan Pak Suryadi, ia tidak pernah mengalami gangguan langsung.

Namun, itu bukan berarti ia tidak pernah merasakan sesuatu.

“Saya nggak pernah diganggu, sih. Tapi… kadang lihat,” katanya.

“Lihat apa, Bu?”

“Bayangan. Sekelebat. Kadang ada, kadang nggak.”

“Takut?”

Bu Badriah tersenyum kecil. “Kalau dipikirin, takut. Tapi ya… udah biasa.”

Ia menambahkan bahwa sering kali bayangan itu muncul di dekat tembok pembatas antara rumah warga dan area pemakaman.

“Kayak ada yang lewat. Padahal nggak ada orang.”

Warga lain, Ade, memiliki cerita yang lebih unik—dan sedikit menyeramkan.

“Kalau lewat tikungan ke arah Bintaro, harus klakson dua kali,” katanya.

“Kenapa?”

“Buat permisi.”

“Permisi ke siapa?”

Ade tertawa kecil. “Ya… yang di sana.”

Menurutnya, banyak pengendara yang mengaku melihat sosok menyeberang tiba-tiba di area tersebut.

“Suka ada yang nyeberang sekelebat. Dari arah makam… langsung hilang.”

“Orang?”

“Kalau orang, pasti kelihatan jelas. Ini… beda.”

Kepercayaan itu juga dikaitkan dengan sejarah kelam di sekitar lokasi, termasuk tragedi dan kejadian bunuh diri yang pernah terjadi di area tersebut.

“Makanya kita nggak berani sembarangan,” ujar Ade.

“Kalau lewat, ya klakson. Biar aman.”

Namun, pengalaman paling ganjil justru terjadi di dekat makam wakaf yang tak jauh dari permukiman warga.

Ade kembali bercerita, kali ini dengan nada yang lebih serius.

“Kalau ada kegiatan di situ… hampir pasti ada gangguan.”

“Gangguan seperti apa?”

“Kayak ada yang gelayutin,” katanya sambil memegang pundaknya.

“Berat?”

“Lumayan. Kayak ada yang numpang.”

Ia tertawa, tapi tawanya terdengar dipaksakan.

“Waktu itu ada lomba siang-siang. Ramai banget. Tapi tiba-tiba… alat-alat ditimpuk tanah.”

“Siang hari?”

“Iya. Terang. Tapi tetap kejadian.”

Cerita lain datang dari seorang warga yang sempat terkunci di kamar mandi tanpa sebab yang jelas.

“Padahal nggak ada yang nutup,” kata Ade.

“Terus gimana keluarnya?”

“Tiba-tiba kebuka sendiri.”

Meski banyak cerita beredar, tidak semua warga mengalami hal yang sama. Yati, yang tinggal di dekat pemakaman umum Ciputat selama hampir 18 tahun, mengaku tidak pernah mengalami gangguan mistis.

“Alhamdulillah, aman-aman aja,” katanya.

“Jadi nggak percaya?”

“Percaya nggak percaya. Tapi saya belum pernah ngalamin.”

Dari sudut pandang supranatural, fenomena ini bukanlah hal yang aneh. Tempat seperti pemakaman memang dipercaya sebagai titik pertemuan antara energi kehidupan dan kematian.

Redaksi Energi Juang News