Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 36

Ledakan Musik Digital Indonesia: Antara Streaming dan Realita Industri

Peringkat musisi dunia
Peringkat musisi dunia

Energi Juang News,Jakarta- 

Dalam satu dekade terakhir, cara manusia menikmati musik telah berubah secara drastis. Dari kaset, CD, hingga unduhan ilegal, kini semuanya berpusat pada streaming yang serba instan. Musik tidak lagi dimiliki, melainkan diakses—sebuah pergeseran paradigma yang membentuk ulang lanskap industri global, termasuk di Indonesia.

Indonesia kini resmi menjadi salah satu kekuatan besar dalam industri musik dunia. Berdasarkan analisis dari Luminate, Indonesia menempati posisi ke-8 sebagai pasar musik terbesar global dengan total konsumsi mencapai 178,9 miliar streaming pada tahun 2025. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan refleksi dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital.

Transformasi ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia ditopang oleh penetrasi internet yang masif. Data dari We Are Social dan Meltwater menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 185,3 juta jiwa—lebih dari dua pertiga populasi. Dengan basis pengguna sebesar ini, wajar jika konsumsi musik digital melonjak tajam.

Platform seperti Spotify dan YouTube Music menjadi pemain utama yang mendominasi pasar. Namun menariknya, pemain lokal seperti Joox dan Langit Musik tetap memiliki tempat tersendiri di hati pengguna. Kombinasi ini menciptakan ekosistem yang kompetitif sekaligus dinamis.

Salah satu faktor penting yang mendorong adopsi platform ini adalah strategi harga yang terjangkau. Banyak layanan streaming bekerja sama dengan operator seluler untuk menghadirkan paket bundling yang murah dan mudah diakses. Ini membuat musik menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari, bukan lagi kemewahan.

Jika dilihat dari sisi demografi, kelompok usia 18–34 tahun menjadi motor utama dalam ekosistem ini. Generasi ini memiliki preferensi musik yang sangat beragam, mulai dari pop, indie, hip-hop, hingga K-pop. Mereka juga cenderung eksploratif dan terbuka terhadap musisi baru, terutama yang viral di media sosial.

Peran media sosial memang tidak bisa diabaikan. Platform seperti TikTok telah mengubah cara lagu menjadi populer. Sebuah lagu bisa tiba-tiba viral hanya karena digunakan dalam tren video tertentu. Ini menciptakan fenomena baru: popularitas instan berbasis algoritma dan partisipasi pengguna.

Menurut laporan dari IFPI, Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi juga pemimpin di kawasan Asia Tenggara. Artinya, industri musik nasional memiliki peluang besar untuk menembus pasar global. Musisi Indonesia kini tidak lagi bergantung pada label besar untuk dikenal dunia—platform digital telah membuka jalan yang lebih demokratis.

Namun, di balik semua pertumbuhan ini, ada satu pertanyaan krusial: apakah para musisi benar-benar diuntungkan?

Realitanya, sistem royalti dari streaming masih menjadi isu yang kompleks. Pendapatan per stream di platform digital tergolong kecil, sehingga sulit bagi musisi—terutama yang independen—untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama. Bahkan dengan jutaan streaming, pendapatan yang dihasilkan seringkali belum cukup untuk menutup biaya produksi.

Ini menciptakan paradoks dalam industri musik modern. Di satu sisi, eksposur semakin luas. Di sisi lain, monetisasi justru semakin menantang. Banyak musisi akhirnya bergantung pada konser, penjualan merchandise, dan kolaborasi dengan brand untuk bertahan hidup.

Fenomena ini mengingatkan kita pada era sebelum digital, di mana pertunjukan langsung menjadi sumber utama pendapatan. Bedanya, kini konser bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi tulang punggung ekonomi musisi. Bahkan, tur dunia dan festival musik menjadi indikator kesuksesan yang lebih nyata dibanding angka streaming semata.

Dalam perspektif sejarah musik, kita sedang berada di fase transisi yang menarik. Jika dulu industri dikendalikan oleh label rekaman besar, kini kekuatan mulai bergeser ke platform teknologi dan perilaku pengguna. Algoritma menjadi kurator baru, menggantikan peran radio dan media tradisional.

Namun, ketergantungan pada algoritma juga membawa risiko. Musisi bisa terjebak dalam pola tertentu demi mengejar viralitas, bukan kualitas. Ini bisa menghambat eksplorasi artistik dalam jangka panjang. Di sinilah pentingnya keseimbangan antara kreativitas dan strategi digital.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi musik di Asia. Dengan jumlah pendengar yang masif dan keberagaman budaya yang kaya, kita memiliki bahan baku yang sangat kuat. Tantangannya adalah bagaimana mengelola ekosistem ini agar lebih adil dan berkelanjutan.

Pemerintah, label, platform, dan komunitas kreator perlu duduk bersama untuk merumuskan sistem yang lebih berpihak pada musisi. Transparansi dalam pembagian royalti, edukasi finansial bagi musisi, serta dukungan terhadap karya independen menjadi langkah penting yang harus segera diambil.

Pada akhirnya, ledakan streaming hanyalah satu sisi dari cerita besar industri musik Indonesia. Di balik angka miliaran play, ada kerja keras, kreativitas, dan perjuangan para musisi yang seringkali tidak terlihat. Jika tidak dikelola dengan baik, pertumbuhan ini bisa menjadi ilusi—besar di angka, tetapi rapuh di fondasi.

Musik selalu menjadi cerminan zaman. Dan hari ini, Indonesia sedang menulis babak baru dalam sejarahnya. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah kita bisa bersaing di level global, tetapi apakah kita siap membangun industri yang benar-benar berkelanjutan untuk semua pelaku di dalamnya.

Redaksi Energi Juang News

Samsung Catat Laba Tertinggi Sepanjang Masa

Seoul, Energi Juang News- Perusahaan teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, mencatat laba operasional tertinggi sepanjang masa pada kuartal pertama. Kesuksesan itu diraih berkat permintaan semikonduktor yang kuat.

Menurut perusahaan itu pada Kamis, laba operasional Samsung melonjak 756,1 persen dari setahun sebelumnya hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 57,23 triliun won (1 won = Rp11,72) pada kuartal Januari-Maret 2026.
Pendapatannya melonjak 69,2 persen ke rekor tertinggi baru sebesar 133,87 triliun won, dan laba bersihnya melambung 474,3 persen menjadi 47,23 triliun won.
Rekor pendapatan tersebut didorong oleh melonjaknya permintaan cip memori serta kenaikan harga cip.

Bisnis pembuatan cip Samsung mencatat laba operasional sebesar 53,7 triliun won dengan pendapatan 81,7 triliun won pada kuartal yang berakhir 31 Maret itu.

Samsung mengatakan pihaknya melampaui rekor penjualan kuartalan dengan memenuhi permintaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernilai tambah tinggi meskipun ketersediaan pasokan terbatas, dengan kenaikan harga memori di seluruh industri juga menjadi faktor pendukung.

Perusahaan tersebut memperkirakan permintaan cip akan tetap kuat pada Q2 2026 di tengah ekspansi infrastruktur AI, serta berencana mengirimkan sampel pertama HBM4E mereka untuk memperkuat kepemimpinan teknis.
Unit panel layarnya membukukan laba operasional sebesar 0,4 triliun won dengan pendapatan 6,7 triliun won pada kuartal Januari-Maret 2026.

Pendapatan untuk layar kecil dan menengah menurun karena efek musiman, tetapi pendapatan untuk layar besar mempertahankan penjualan yang stabil karena permintaan yang kuat untuk monitor gim OLED.

Unit telepon seluler (ponsel) dan jaringan menghasilkan laba operasional sebesar 2,8 triliun won dengan pendapatan sebesar 38,1 triliun won.

Penjualan ponsel meningkat sebagai hasil dari bauran produk premium pada Q1 2026, tetapi perusahaan itu memperkirakan penjualan ponsel akan menurun pada Q2 2026 di tengah berkurangnya efek peluncuran model-model baru.

Divisi TV dan peralatan rumah tangga membukukan laba operasional sebesar 0,2 triliun won dengan pendapatan sebesar 14,3 triliun won atau sekitar 9,6 miliar dolar AS.

 

Redaksi Energi Juang News

Prabowo Sampaikan Taklimat di Unhan, Ini Isinya

Jakarta, Energi Juang News- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan salah satu isi taklimat Presiden Prabowo Subianto. Taklimat itu disampaikan dalam acara Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun 2026 di Kampus Universitas Pertahanan (Unhan), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/4).

Taklimat tersebut, yang berlangsung tertutup bagi wartawan, disampaikan oleh Presiden Prabowo di hadapan 1.500 komandan satuan TNI, mulai dari pimpinan tertinggi, kepala staf angkatan, hingga tingkat komandan batalyon.

“Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa komandan satuan adalah benteng dan garda terdepan bangsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Seskab Teddy.

Untuk itu, “hadirlah dengan memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi rakyat,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis malam, menyampaikan salah satu poin taklimat Presiden Prabowo dalam Apel Dansat TNI Tahun 2026.

Seskab Teddy bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih turut mendengarkan langsung taklimat Presiden Prabowo dalam acara tersebut.

Jajaran pejabat negara yang turut hadir antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain itu, hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto.

Beberapa menteri yang hadir juga bertindak sebagai pemateri dalam rangkaian Apel Dansat TNI Tahun 2026 yang digelar sejak Rabu (29/4).

Materi yang dipaparkan terkait program-program pemerintah, antara lain ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan energi, pengendalian inflasi daerah, Kampung/Desa Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penanggulangan dampak bencana secara cepat.

Seskab Teddy menyampaikan taklimat Presiden Prabowo tersebut berlangsung selama tiga jam. Selepas itu, Presiden Prabowo menerima pertanyaan dari para komandan satuan dalam sesi tanya jawab.
Usai sesi tanya jawab, Presiden Prabowo melanjutkan kegiatan dengan berfoto bersama 50 kelompok satuan TNI
Presiden Prabowo, sebagaimana terlihat dalam foto-foto yang disiarkan Sekretariat Kabinet, juga berfoto bersama para komandan satuan sesuai dengan kelompok matra masing-masing.

“Kegiatan ditutup dengan jamuan santap siang bersama Presiden Prabowo, sebagai simbol kedekatan pemimpin dengan para komandan lapangan sekaligus memperkuat kohesi dan semangat kebersamaan dalam mengemban tugas negara,” ujar Seskab.

 

Redaksi Energi Juang News

Kemenhub dan KAI Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang

Jakarta, Energi Juang News- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat penertiban perlintasan sebidang di semua titik. Hal itu mereka lakukan demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan langkah itu menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan penertiban perlintasan sebidang pasca kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur.

“Sebagaimana arahan Presiden, kami akan melakukan penertiban di lintasan sebidang. Kita segerakan dengan mengatur skala prioritas,” ujar Menhub di Jakarta, Kamis.

Menhub menyebut penertiban perlintasan sebidang dilakukan dengan sangat ketat. Kemenhub akan memastikan data lapangan dan melakukan inventarisasi status kewenangan jalan dan status penjagaan serta data lain terkait kondisi perlintasan sebidang.

Peningkatan sarana dan prasarana keselamatan perlintasan jalan akan melibatkan berbagai pihak terkait seperti pemerintah daerah, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum serta PT KAI.

Adapun data Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub per 30 April 2026, terdapat total 4.046 perlintasan sebidang di jalur aktif seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut ada 1.903 perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

Penertiban dilakukan antara lain dengan penutupan perlintasan sebidang, pembangunan jalan raya overpass atau underpass (tidak sebidang), pemasangan palang pintu perlintasan, atau menyediakan petugas penjagaan dan peralatan perlintasan sebidang.

Pemerintah telah menentukan titik prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang. Ada 10 lokasi prioritas jangka pendek dan 50 lokasi prioritas jangka menengah.

Adapun kriteria penentuan titik prioritas tersebut yakni pernah terjadi kecelakaan atau insiden nyaris tabrakan (near miss) secara berulang; jumlah kendaraan yang melintas berdasarkan status jalan nasional, provinsi, kota, kabupaten, kecamatan, dan desa; frekuensi perjalanan kereta api tinggi (single/double track);

Selain itu kondisi lingkungan perlintasan sebidang yang berada pada posisi tikungan tajam, tanjakan/turunan dan jarak pandang terhalang; perlintasan sebidang yang teregister tidak terjaga, dan minimnya fasilitas keselamatan.

Menhub mengimbau masyarakat untuk tidak membuat lintasan-lintasan tanpa izin serta tidak membuka kembali perlintasan liar yang sudah ditutup oleh KAI. Sebab, perlintasan liar yang dibuat sendiri oleh masyarakat dapat menghalangi visibility masinis yang menjalankan kereta.
Sedangkan perlintasan yang dibangun secara resmi sudah memenuhi syarat keamanan dan keselamatan

Selain menggunakan portal resmi, perlintasan tersebut juga dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi kedatangan kereta api dan memicu penutupan palang pintu secara otomatis.

“Masyarakat juga kami imbau untuk tetap mematuhi rambu-rambu yang ada di perlintasan kereta api dengan tidak menerobos palang pintu yang telah tertutup,” kata Menhub.

Redaksi Energi Juang News

Militerisme di Ruang Iman: Alarm bagi Demokrasi dan Kebebasan Beragama

Tindakan sejumlah anggota TNI dari Kodim Mimika yang memasuki halaman gereja katedral di Timika, bahkan hingga masuk ke kamar pribadi tiga pastor dan menanyai umat Katolik setempat menjelang kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, bukan sekadar insiden prosedural yang bisa dimaklumi atas nama pengamanan.

Peristiwa ini memancarkan nuansa intimidatif yang serius, dan karena itu layak dikecam sebagai bentuk pelanggaran terhadap ruang sipil, kebebasan beragama, serta prinsip-prinsip demokrasi konstitusional.

Dalam kerangka teori hubungan sipil-militer, tindakan tersebut mencerminkan apa yang oleh Samuel P. Huntington sebut sebagai kegagalan profesionalisme militer. Huntington menegaskan bahwa militer dalam negara demokratis harus tunduk pada kontrol sipil dan menjalankan fungsi terbatas pada pertahanan, bukan penetrasi ke dalam kehidupan sipil terlebih wilayah sakral seperti tempat ibadah.

Ketika aparat militer masuk ke ruang privat keagamaan tanpa dasar hukum yang transparan dan proporsional, maka batas antara keamanan dan represi menjadi kabur.

Lebih jauh, pendekatan keamanan yang berlebihan (over-securitization) terhadap kegiatan sipil sering kali berakar pada paradigma negara yang melihat masyarakat sebagai objek kontrol, bukan subjek yang dilindungi.

Dalam perspektif Michel Foucault, praktik semacam ini dapat dibaca sebagai ekspresi “biopower” di mana negara berusaha mengatur dan mengawasi tubuh serta perilaku warga secara mikro, bahkan hingga ke ruang paling personal.

Masuknya aparat ke kamar pribadi pastor bukan hanya pelanggaran etik, tetapi simbol penetrasi kekuasaan yang melampaui batas kewajaran dalam masyarakat demokratis.

Dari sudut pandang kebebasan beragama, tindakan tersebut jelas bertentangan dengan prinsip yang dijamin dalam Pasal 28E UUD 1945, yang menegaskan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut keyakinannya. Teori pluralisme agama yang dikemukakan John Rawls melalui konsep “overlapping consensus” mengajarkan bahwa negara harus bersikap netral dan menjamin ruang aman bagi seluruh ekspresi keimanan.

Intervensi aparat bersenjata ke dalam aktivitas komunitas agama, apalagi dengan cara yang intimidatif, justru merusak kepercayaan publik terhadap netralitas negara.

Konteks Papua, termasuk Timika, menambah sensitivitas peristiwa ini. Wilayah yang selama ini memiliki sejarah panjang ketegangan antara negara dan masyarakat sipil membutuhkan pendekatan berbasis kepercayaan (trust-building), bukan pendekatan koersif.

Dalam analisis konflik sosial, tindakan represif yang menyasar komunitas sipil terutama kelompok agama berpotensi memperdalam alienasi dan memperkuat narasi ketidakadilan struktural.

Dalih pengamanan kunjungan pejabat negara tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melanggar hak-hak dasar warga. Prinsip necessity dan proportionality dalam hukum keamanan internasional menuntut agar setiap tindakan aparat harus benar-benar diperlukan dan dilakukan secara proporsional. Memasuki kamar pribadi tokoh agama jelas melampaui standar tersebut.

Karena itu, perlu ada evaluasi serius terhadap prosedur pengamanan yang dijalankan aparat di daerah, khususnya di wilayah sensitif seperti Papua. Institusi TNI harus memastikan bahwa setiap anggotanya memahami batas kewenangan dan menghormati ruang sipil, termasuk ruang keagamaan.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.

Demokrasi tidak hanya diukur dari prosedur elektoral, tetapi juga dari sejauh mana negara menghormati martabat warganya. Ketika ruang ibadah yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan sakral justru menjadi lokasi penetrasi kekuasaan bersenjata, maka yang tercederai bukan hanya komunitas agama tertentu, tetapi fondasi demokrasi itu sendiri.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Misteri Hantu Jembatan Cirahong: Tumbal atau Fakta

Jembatan Cirahong
Jembatan Cirahong

Energi Juang News, Tasikmalaya- Langit malam menggantung rendah di atas Sungai Citanduy. Kabut tipis merayap pelan, membungkus rangka baja tua yang sudah berdiri sejak abad ke-19. Di sanalah berdiri Jembatan Cirahong—penghubung antara Manonjaya dan Pawindan, sekaligus saksi bisu ratusan cerita yang tak pernah benar-benar selesai diceritakan.

Besi tua jembatan itu berderit setiap kali kereta melintas. Suaranya panjang, menyerupai keluhan yang tertahan. Di bawahnya, jalur sempit untuk sepeda motor terasa seperti lorong waktu—sunyi, lembap, dan penuh bayangan.

“Kalau berani lewat tengah malam, jangan nengok ke bawah,” bisik seorang pengendara ojek yang menolak menyebut namanya.

“Kenapa?” tanya saya.

Ia menatap lurus ke depan.
“Kadang bukan air yang kelihatan… tapi orang berdiri di sungai.”

Cerita paling terkenal yang beredar di masyarakat adalah tentang sepasang pengantin yang konon dijadikan tumbal pembangunan jembatan. Mereka disebut-sebut diculik, diikat, lalu dilempar hidup-hidup ke dalam pondasi beton saat proses pengecoran.

Di sebuah warung kecil di mulut jembatan, saya bertemu Bekri (50), pria yang sudah tinggal di sana sejak 1992.

“Itu cerita mitos, tidak jelas sumbernya,” katanya sambil menuang kopi hitam.
“Tak mungkin sekejam itu hanya demi tumbal.”

“Tapi orang-orang percaya, Pak,” saya menimpali.

Bekri tersenyum tipis.
“Yang lebih masuk akal, kata masinis senior, ada pekerja yang jatuh saat pengecoran. Tertimbun. Itu kecelakaan kerja, bukan tumbal.”

Namun, seperti banyak kisah mistis lainnya, kebenaran sering kalah oleh cerita yang lebih menyeramkan. Dalam imajinasi kolektif warga, pasangan pengantin itu tidak pernah benar-benar mati. Mereka dipercaya masih “menjaga” jembatan.

Ada satu ritual yang sempat populer: memukul tiang beton jembatan sebanyak tiga kali, lalu meminta sesuatu—biasanya nomor keberuntungan.

Bekri pernah mencobanya.

“Saya sama teman dulu pernah,” katanya sambil tertawa kecil.
“Kami pukul fondasi, terus minta nomor togel.”

“Dapat?” saya bertanya.

“Dapat sih… seperti ada bisikan. Tapi pas dipasang, tidak tembus.”

Ia berhenti sejenak, lalu menatap saya serius.

“Yang ada malah teman saya kesurupan.”

“Kesurupan gimana?”

“Tiba-tiba tubuhnya kaku, matanya melotot. Dia ngomong pakai suara perempuan. Bilangnya, ‘Jangan ganggu tempat kami.’”

Saya merasakan hawa dingin menjalar, meski malam itu tidak terlalu berangin.

Bekri menggeleng ketika membahas video-video viral tentang penampakan di Cirahong.

“Banyak yang bohong,” katanya tegas.
“Pernah ada yang bikin boneka kuntilanak, diterbangkan pakai drone. Direkam, jadi ramai.”

“Jadi tidak pernah ada penampakan?”

“Kalau saya pribadi, belum pernah lihat,” jawabnya jujur.
“Tapi orang kesurupan? Itu ada.”

Fenomena ini menarik. Dalam banyak kasus supranatural, kesurupan sering muncul di tempat yang memiliki tekanan psikologis tinggi—entah karena cerita yang beredar, suasana yang mencekam, atau sugesti kolektif.

Namun sebagai seorang peneliti dunia gaib, saya tidak menutup kemungkinan lain: bahwa ada “sesuatu” yang memang tinggal di sana, tetapi tidak selalu menampakkan diri.

Seorang warga lain, Dadan (34), menceritakan pengalamannya.

“Waktu itu saya lewat jam dua malam,” katanya.
“Pas di tengah jembatan, motor saya tiba-tiba mati.”

“Biasa saja mungkin,” saya mencoba rasional.

Dia menggeleng.
“Pas saya lihat ke depan, ada orang berdiri di rel atas. Padahal tidak ada kereta.”

“Lalu?”

“Dia lompat… tapi tidak ada suara jatuh.”

“Ke mana?”

Dadan menelan ludah.
“Hilang.”

Jembatan Cirahong dibangun pada tahun 1893 oleh pemerintah kolonial Belanda. Dengan panjang sekitar 202 meter dan struktur dua tingkat, jembatan ini bukan hanya unik secara teknik, tetapi juga menyimpan sejarah panjang eksploitasi dan kerja keras.

Dalam perspektif supranatural, tempat-tempat tua seperti ini sering dianggap menyimpan “residu energi”—jejak emosional dari peristiwa masa lalu.

Kecelakaan kerja, bunuh diri, ketakutan, bahkan kelelahan para pekerja bisa meninggalkan semacam “rekaman” yang kadang muncul kembali dalam bentuk pengalaman ganjil.

Bekri sendiri mengakui hal itu.

“Memang pernah ada kejadian bunuh diri di sini,” katanya pelan.
“Mungkin itu yang bikin kesan angker makin kuat.”

Malam semakin larut ketika saya bersiap pergi. Sebelum meninggalkan warung, saya bertanya satu hal terakhir.

“Kalau memang banyak yang bohong, kenapa cerita ini tetap hidup?”

Bekri tersenyum, menatap ke arah jembatan yang mulai diselimuti kabut tebal.

“Karena orang suka takut,” katanya.
“Dan tempat seperti ini… membantu mereka merasa takut.”

Saya melangkah menuju motor, tetapi sebelum mesin menyala, terdengar suara samar dari arah jembatan.

Mungkin tidak sepenuhnya nyata, tetapi juga tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Di antara fakta sejarah, kecelakaan kerja, dan rekayasa konten, tetap ada ruang kosong yang belum terjelaskan.

Apakah itu hanya sugesti?
Ataukah memang ada sesuatu yang menunggu—diam, sabar, dan tidak terlihat?

Di tempat seperti Cirahong, jawabannya mungkin tidak penting.

Karena yang lebih nyata dari hantu… adalah rasa takut itu sendiri.

Redaksi Energi Juang News

Jeni Rahmadial Fitri Jadi Tersangka Facelift Ilegal

Jeni Rahmadial Fitri Jadi Tersangka Facelift Ilegal

Energi Juang News, Jakarta – Kasus dugaan tindakan medis tanpa izin menyeret seorang mantan finalis ajang kecantikan ke ranah hukum. Polisi menetapkan seorang perempuan berinisial JRF sebagai tersangka setelah penyelidikan menemukan adanya korban yang mengalami luka serius hingga cacat permanen.

Perkara ini mencuat usai laporan korban yang mengaku mengalami komplikasi berat setelah menjalani prosedur kecantikan di sebuah klinik di Pekanbaru. Penanganan kasus kemudian berkembang hingga berujung pada penangkapan tersangka di Bukittinggi.

Awal Kasus dari Laporan Korban

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap Jeni Rahmadial Fitri terkait dugaan praktik facelift ilegal yang berujung malapraktik.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Ade Kuncoro Wahyu, mengatakan tersangka diduga menjalankan tindakan medis tanpa kompetensi dan tanpa kewenangan sebagai tenaga kesehatan.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan justru menimbulkan dampak serius bagi korban.

Kasus bermula dari laporan seorang korban berinisial NS. Ia menjalani prosedur facelift dan eyebrow facelift di Klinik Arauna Beauty, Jalan Tengku Bey, Pekanbaru, pada 4 Juli 2025.

Alih-alih mendapat hasil perawatan yang diharapkan, korban justru mengalami pendarahan hebat dan infeksi serius di area wajah serta kepala.

Korban Alami Luka Berat hingga Cacat Permanen

Akibat tindakan tersebut, kondisi korban memburuk. Luka bernanah dan pembengkakan parah memaksanya menjalani perawatan lanjutan hingga operasi di sejumlah fasilitas kesehatan di Batam.

Penyidik menyebut korban juga mengalami cacat permanen. Bekas luka di kulit kepala membuat rambut pada area tersebut tidak bisa tumbuh kembali. Selain itu, terdapat luka memanjang di bagian alis.

Temuan itu menjadi salah satu dasar kuat bagi penyidik untuk meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan.

Mangkir Dua Kali, Ditangkap di Bukittinggi

Selama proses penyelidikan, polisi telah dua kali memanggil Jeni untuk diperiksa. Namun, ia tidak memenuhi panggilan penyidik.

Setelah memeriksa saksi dan meminta keterangan ahli, penyidik resmi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan pada 26 Februari 2026.

Polisi kemudian melacak keberadaan Jeni dan menangkapnya di rumah keluarganya di kawasan Bukit Ambacang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Selasa, 28 April 2026.

Pada hari yang sama, statusnya ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka setelah penyidik mengantongi lebih dari dua alat bukti yang sah.

Kini, Jeni telah dibawa ke Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Atas kasus tersebut, ia dijerat Pasal 439 Undang-Undang Kesehatan.

Redaksi Energi Juang News

 

Tragedi Kereta Bekasi, Deretan Kisah Pilu Keluarga Korban

Tragedi Kereta Bekasi, Deretan Kisah Pilu Keluarga Korban

Energi Juang News, Jakarta- Duka masih menyelimuti keluarga korban insiden tabrakan kereta di Bekasi. Tragedi kereta Bekasi bukan hanya meninggalkan angka korban jiwa, tetapi juga cerita-cerita memilukan tentang pencarian, harapan, dan perpisahan yang datang mendadak. Sedikitnya 16 orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Keluarga korban harus berpacu dengan waktu mencari kabar orang tercinta. Sebagian mendatangi posko, berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, hingga menjalani proses identifikasi untuk memastikan nasib anggota keluarganya.

Pencarian Panjang yang Berujung Duka

Salah satu kisah datang dari keluarga Vica Acnia Fratiwi (23). Sang kakak, Nina Monica, mengaku syok saat mengetahui adiknya hilang kontak usai insiden. Dalam kondisi lemas dan terus menangis, ia meminta bantuan tetangga untuk mengantarnya ke lokasi kejadian.

Tetangga tak hanya membantu mengemudi, tetapi juga mencetak foto Vica agar pencarian lebih mudah. Saat itu, keluarga masih yakin Vica selamat. Ponselnya masih berdering, sehingga mereka berharap ia hanya terjebak situasi kacau di lokasi.

Harapan itu perlahan pupus. Setelah menelusuri sejumlah rumah sakit tanpa hasil, keluarga akhirnya mendapat kepastian pahit di RS Polri Kramat Jati. Hasil tes DNA memastikan jenazah yang ditemukan adalah Vica.

Bagi keluarga, Vica bukan hanya sosok yang cerdas, tetapi juga dikenal sederhana dan taat beribadah. Menurut Nina, adiknya sempat menunaikan salat Magrib sebelum berangkat menaiki KRL malam itu.

Cerita memilukan juga dialami keluarga Gita Septia Wardany (21). Beberapa menit sebelum kecelakaan, Gita sempat mengirim pesan kepada ayahnya bahwa dirinya akan tiba di Cibitung sekitar 10 menit lagi.

Sang ayah sudah menunggu di stasiun tujuan. Namun Gita tak pernah tiba. Keluarga lalu mencari ke berbagai rumah sakit, sementara barang-barang milik Gita ditemukan utuh di posko Bekasi Timur, termasuk tas, dompet, ponsel, dan payung.

Bertahan di Dalam Gerbong Selama Berjam-jam

Kisah lain datang dari Endang, korban yang sempat bertahan hidup dalam kondisi terjepit di gerbong selama sekitar 10 jam. Menurut keluarganya, Endang masih sempat menghubungi keluarga lewat telepon dan meminta segera diselamatkan.

Dalam sambungan itu, ia menangis sambil memberi tahu bahwa dirinya berada di kereta yang mengalami kecelakaan. Keluarga langsung menuju lokasi, tetapi sempat berjam-jam tanpa kepastian apakah Endang sudah dievakuasi atau masih terjebak di dalam gerbong.

Informasi baru datang dini hari. Keluarga mengetahui Endang masih berada di lokasi dalam kondisi lemas dan telah mendapat bantuan oksigen. Proses evakuasi berlangsung bertahap hingga akhirnya petugas berhasil mengevakuasinya sekitar pukul 07.00 WIB dan membawanya ke rumah sakit.

Perjuangan panjang itu menjadi gambaran betapa beratnya malam nahas di Bekasi Timur, baik bagi korban maupun keluarga yang menunggu kabar dengan cemas.

Kepergian Terakhir Sang Pendidik dan Jurnalis Muda

Korban lain yang meninggalkan duka mendalam adalah Nurlaela (37), seorang guru SD di Pejagan Pulogebang. Almarhumah diketahui baru menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Jakarta dan setiap hari menggunakan KRL untuk pergi serta pulang mengajar.

Malam itu, Nurlaela tak kunjung tiba di rumah. Keluarga sempat menghubunginya, tetapi ponselnya kemudian dijawab orang lain. Kepastian baru datang pada Selasa (28/4) dini hari, ketika keluarga mengetahui Nurlaela menjadi salah satu korban kecelakaan.

Kepergiannya meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas enam SD. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan belasungkawa dan mengenang Nurlaela sebagai guru yang berdedikasi.

Duka juga dirasakan keluarga besar KompasTV atas wafatnya Nur Ainia Eka Rahmadhynna, atau Ain. Sebelum pulang malam itu, Ain disebut masih sempat memberi makan kucing-kucing di kantornya.

Direktur Utama KompasTV, Rosianna Silalahi, menyebut tindakan kecil itu mencerminkan pribadi Ain yang penuh kasih. Menurutnya, banyak pelayat datang dari berbagai tempat, mulai dari teman kuliah, sahabat masa sekolah, hingga rekan kerja, sebagai tanda betapa Ain dicintai banyak orang.

Di balik tragedi ini, tersisa kenangan tentang orang-orang baik yang pulang lebih cepat dari seharusnya, sekaligus luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Redaksi Energi Juang News

Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong Wanita

Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong Wanita

Energi Juang News, Jakarta – Pernyataan seorang pejabat kabinet terkait penataan gerbong commuter line memicu sorotan publik setelah insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Usulan tersebut dinilai kurang peka karena disampaikan di tengah suasana duka yang masih dirasakan para korban dan keluarganya.

Pemerintah kini menegaskan perhatian utama tertuju pada penanganan korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Permintaan Maaf Disampaikan Secara Terbuka

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya mengenai usul pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL.

Dalam video keterangan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (29/4/2026), ia mengakui pernyataan itu tidak tepat.

“Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” ujar Arifah.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat, terutama korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti maupun tidak nyaman atas ucapannya.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” katanya.

Tegaskan Keselamatan Semua Penumpang Prioritas

Arifah menjelaskan, tidak ada niat dari pernyataannya untuk membandingkan tingkat keselamatan antara perempuan dan laki-laki dalam layanan transportasi publik.

Menurut dia, keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki,” ucapnya.

Ia menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.

Bermula dari Respons atas Kecelakaan di Bekasi Timur

Pernyataan itu sebelumnya muncul saat Arifah menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4). Saat itu, ia mengusulkan agar gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian.

Usulan tersebut muncul setelah gerbong perempuan KRL terdampak tabrakan dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur.

“Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” kata Arifah saat itu.

Usulan tersebut kemudian memicu perdebatan publik, sebelum akhirnya Arifah menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka.

Redaksi Energi Juang News

Prabowo Klaim MBG Dorong Ekonomi Desa dan Serap Tenaga Kerja

Prabowo Klaim MBG Dorong Ekonomi Desa dan Serap Tenaga Kerja

Energi Juang News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melanjutkan program unggulan yang kini mulai menunjukkan dampak di berbagai sektor. Ia menyebut manfaatnya sudah dirasakan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini kesulitan mendapat kepastian pasar dan lapangan kerja.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri groundbreaking di Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia memastikan pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan program agar hasilnya makin optimal.

Dampak Nyata bagi Petani dan Nelayan

Prabowo mengatakan program MBG mulai memberi dampak konkret bagi petani. Menurut dia, selama ini banyak hasil panen yang tidak terserap pasar sehingga petani merugi.

Ia mencontohkan, petani kerap menghadapi situasi saat hasil panen membusuk di kebun karena tidak ada pembeli. Ketika tengkulak datang, harga justru ditekan sangat rendah.

Kini, pemerintah berupaya membangun jaminan pasar yang lebih pasti. Produksi petani maupun nelayan diharapkan terserap dengan skema off-take yang memberi kepastian penjualan.

“Berapa pun yang dihasilkan, itu akan diserap oleh bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Ribuan Dapur Disebut Buka Banyak Lapangan Kerja

Selain memperkuat sektor pangan, MBG juga diklaim mampu menggerakkan ekonomi desa. Prabowo menyebut setiap desa nantinya memiliki SPPG atau dapur produksi sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.

Menurut dia, satu dapur bisa mempekerjakan sekitar 50 orang. Jika target 30.000 dapur tercapai, potensi tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 1,5 juta orang.

Ia menegaskan pemerintah akan segera menindaklanjuti setiap kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya semakin luas.

Koperasi Merah Putih Perkuat Efek Ekonomi

Prabowo juga menyoroti rencana pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai penguat dampak ekonomi di tingkat akar rumput.

Pemerintah menargetkan 81.000 koperasi berdiri di berbagai wilayah. Jika setiap koperasi mempekerjakan sekitar 18 orang, total serapan tenaga kerja diperkirakan menembus lebih dari satu juta orang.

Menurut Prabowo, rangkaian program itu menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengembalikan perputaran kekayaan agar lebih banyak beredar di dalam negeri.

“Arus kekayaan yang selama ini keluar, sekarang kita balikkan dan kita gelontorkan kepada rakyat,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News