Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 35

Danantara Rombak Danareksa, Target Rp185 Triliun

Danantara Rombak Danareksa, Target Rp185 Triliun

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah mulai mengakselerasi perubahan besar pada struktur perusahaan pelat merah dengan merombak peran PT Danareksa (Persero). Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat pengelolaan aset negara melalui pendekatan yang lebih terfokus dan terintegrasi.

Restrukturisasi Besar: Danareksa Tak Lagi Jadi Holding

Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara resmi menjalankan restrukturisasi terhadap Danareksa. Perusahaan ini akan dialihkan menjadi entitas khusus pengelola aset dengan target dana kelolaan mencapai Rp185 triliun.

“Dia (Danareksa) tidak holding lagi. Tapi merger menjadi satu company yang kuat dan itu akan menjadi asset management yang nomor dua terbesar. Sebagai gambaran, dana kelolaan MI Himbara saat ini mencapai Rp185 triliun,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Transformasi ini ditandai dengan pemisahan sejumlah lini usaha yang dinilai tidak relevan dengan bisnis inti. Unit seperti kawasan industri, konstruksi, clearing house, dan jasa keuangan akan dilepas dan dialihkan ke holding sektoral masing-masing.

Fokus Baru: Kembali ke Bisnis Inti Pengelolaan Aset

Langkah ini menegaskan arah baru Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset. Dony menegaskan bahwa struktur baru akan menggabungkan beberapa entitas sejenis menjadi satu kekuatan besar.

“Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management. Kembali ke khitahnya. Jadi nanti dari hasil merger yang empat, itu ada empat asset management kita (BUMN), itu akan menjadi Danareksa,” ujar Dony.

Proses pelepasan anak usaha ditargetkan selesai pada pertengahan bulan depan. Sementara itu, hasil konsolidasi direncanakan diumumkan pada 10 Mei mendatang.

Konsolidasi MI Himbara Dorong Lonjakan Aset

Salah satu faktor utama yang akan mendongkrak nilai kelolaan adalah integrasi Manajer Investasi (MI) dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Seluruh MI tersebut akan berada di bawah satu payung, yaitu Danareksa.

Dengan skema ini, total dana kelolaan diproyeksikan mencapai Rp185 triliun. Angka tersebut berpotensi menempatkan Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia.

Harapan Pemerintah: Lebih Efisien dan Profesional

Pemerintah mendorong perubahan ini agar pengelolaan aset negara menjadi lebih tajam dan profesional. Model bisnis lama yang tersebar dinilai kurang optimal dalam menciptakan nilai.

Melalui pendekatan baru yang lebih fokus, Danareksa diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat posisi di industri manajemen aset nasional.

Redaksi Energi Juang News

DLH Siagakan 1.400 Petugas May Day Monas

DLH Siagakan 1.400 Petugas May Day Monas

Energi Juang News, Jakarta- Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini bakal dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Jumlah peserta diperkirakan mencapai ratusan ribu orang dari berbagai daerah. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto juga direncanakan dalam agenda tersebut.

DLH Kerahkan 1.400 Petugas Kebersihan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menurunkan 1.400 petugas kebersihan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Mereka disiagakan agar area tetap bersih selama acara berlangsung.

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar aksi penyampaian aspirasi. Ia melihat momen ini sebagai ajang memperkuat kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan masyarakat.

“May Day tahun ini menjadi momentum kolaborasi seluruh elemen. Kami ingin memastikan kegiatan berjalan lancar, nyaman, dan Jakarta tetap bersih. Semangat perjuangan pekerja juga dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Dudi melalui keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.

Ratusan Ribu Buruh Diprediksi Hadir

Sekitar 300.000 buruh diperkirakan akan memadati kawasan Monas. Mereka datang dari berbagai daerah untuk memperingati Hari Buruh Internasional.

Menurut Dudi, tahun ini memiliki makna khusus. Menteri Lingkungan Hidup diketahui memiliki latar belakang sebagai aktivis buruh. Hal ini memperkuat pesan bahwa isu lingkungan dan ketenagakerjaan bisa berjalan seiring.

Fasilitas Kebersihan Disiapkan Lengkap

DLH membagi petugas ke dalam dua shift kerja, yakni pukul 08.00–14.00 WIB dan pukul 14.00 WIB hingga acara selesai. Personel berasal dari lima wilayah kota administrasi serta Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA).

Selain tenaga, DLH juga menyiapkan berbagai peralatan. Di antaranya 18 unit road sweeper, 12 truk anorganik, 12 truk compactor, 6 mobil lintas, serta 112 dustbin. Fasilitas lain mencakup 23 bus toilet, 23 toilet portabel, dan 1.400 kantong plastik.

Area penempatan fasilitas mencakup Monas, taman sekitar, serta kantong parkir seperti Lapangan Banteng, Kemayoran, dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Dorong Pemilahan Sampah Sejak Awal

DLH menyediakan tempat sampah terpilah di sejumlah titik. Kategori yang disiapkan meliputi sampah organik, material daur ulang, dan residu.

Langkah ini bertujuan memudahkan proses pengelolaan sampah sejak dari sumber. Dengan begitu, penanganan sampah bisa lebih tertib dan efisien.

“Menjaga kebersihan Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh peserta May Day untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, serta menjaga fasilitas umum. Dengan kolaborasi semua pihak, Jakarta akan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi semua,” kata Dudi.

Redaksi Energi Juang News

Utang Pemerintah 2026 Capai Rp258,7 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Capai Rp258,7 Triliun

Energi Juang News, Jakarta- Kementerian Keuangan mencatat penarikan pembiayaan melalui utang terus berjalan sejak awal tahun. Hingga akhir Maret, realisasinya sudah mencapai ratusan triliun rupiah, seiring kebutuhan menutup defisit anggaran dan menjalankan berbagai program negara.

Penarikan Utang Capai Sepertiga Target

Kementerian Keuangan melaporkan per 31 Maret 2026 pemerintah telah menarik utang baru sebesar Rp 258,7 triliun. Angka ini setara 31,1 persen dari target penarikan Rp 832,2 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini.

Data tersebut disampaikan melalui paparan resmi yang dirilis pada Kamis, 30 April 2026. “Pembiayaan APBN 2026 dikelola secara prudent dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan dinamika pasar keuangan,” demikian bunyi kutipan dalam paparan tersebut.

Defisit APBN Mencapai Rp 240,1 Triliun

Pemerintah memanfaatkan penarikan utang untuk menutup defisit sekaligus membiayai program prioritas. Hingga Maret 2026, APBN mencatat defisit Rp 240,1 triliun atau setara 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Di saat yang sama, keseimbangan primer masih berada di zona negatif sebesar Rp 95,8 triliun. Kondisi ini menunjukkan penerimaan negara belum cukup untuk menutup belanja di luar pembayaran bunga utang.

Pemerintah Klaim Kondisi Masih Aman

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Deni Sujantoro menegaskan posisi fiskal saat ini masih terkendali. “Posisi ini masih sangat terjaga, terukur, dan sesuai desain APBN 2026. Pembiayaan anggaran juga dikelola secara prudent, efisien, dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan,” ucapnya dalam keterangan resmi.

Pemerintah tetap mengandalkan strategi pembiayaan yang adaptif terhadap kondisi pasar, termasuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dana dan stabilitas ekonomi.

Target Defisit dan Utang Meningkat

Pada 2026, pemerintah menetapkan target defisit sebesar Rp 689,1 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp 616 triliun.

Sementara itu, target pembiayaan utang tahun ini mencapai Rp 832,2 triliun, meningkat dari Rp 775,9 triliun pada tahun lalu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang APBN Nomor 17 tahun 2025.

Total Utang Tembus Rp 9.637,90 Triliun

Secara keseluruhan, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 9.637,90 triliun. Komposisinya masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi 87,02 persen.

Nilai utang dari SBN mencapai Rp 8.387,23 triliun. Sementara itu, utang yang berasal dari pinjaman tercatat sebesar Rp 1.250,67 triliun.

Redaksi Energi Juang News

3 WNI Ditangkap Terkait Haji Ilegal di Makkah

3 WNI Ditangkap Terkait Haji Ilegal di Makkah

Energi Juang News, Jakarta- Otoritas keamanan Arab Saudi mengamankan tiga warga negara Indonesia di Makkah. Mereka diduga menyebarkan promosi menyesatkan di media sosial terkait layanan ibadah yang tidak sesuai aturan resmi.

Penangkapan dan Barang Bukti Disita

Mengutip Saudi Gazette, Kamis (30/4), aparat menyita sejumlah barang saat operasi penangkapan dilakukan. Uang tunai, perangkat komputer, hingga kartu identitas haji palsu ditemukan di lokasi. Kasus ini langsung dilimpahkan ke jaksa untuk proses hukum lebih lanjut.

Pihak keamanan menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan ibadah yang telah ditetapkan. Masyarakat, baik warga lokal maupun asing, diminta segera melapor jika menemukan praktik serupa.

Pelanggaran Serupa dari Warga Negara Lain

Kasus ini bukan satu-satunya. Arab News melaporkan seorang warga Yaman ikut diamankan karena menawarkan izin masuk palsu ke Makkah saat musim haji.

Selain itu, lima warga Mesir juga ditangkap setelah masuk dan tinggal di Makkah tanpa izin resmi. Aparat menemukan berbagai modus pelanggaran, mulai dari penyelundupan hingga pemalsuan dokumen.

Petugas bahkan menangkap seorang warga Pakistan yang mencoba membawa lima orang tanpa izin. Sementara itu, seorang warga Mesir lainnya kedapatan menyembunyikan dua orang di kompartemen kendaraan.

Tak berhenti di situ, seorang warga Myanmar juga ditahan karena mencoba membawa enam orang ke Makkah secara ilegal. Saudi Press Agency menyatakan seluruh pelaku telah diproses sesuai hukum yang berlaku.

Denda Besar dan Ancaman Deportasi

Pemerintah Arab Saudi menetapkan sanksi tegas untuk menjaga ketertiban ibadah. Pelanggar bisa dikenakan denda hingga SAR 20.000 atau sekitar Rp 92 juta jika tetap melaksanakan haji tanpa izin.

Bagi pihak yang membantu, sanksinya jauh lebih berat. Denda bisa mencapai SAR 100.000 atau sekitar Rp 463 juta. Nilai ini dapat berlipat sesuai jumlah pelanggar yang terlibat.

Sanksi juga menyasar pihak yang menyediakan transportasi atau tempat tinggal bagi pelanggar. Bahkan, kendaraan yang digunakan bisa disita melalui putusan pengadilan.

Para pelanggar berisiko dideportasi dan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi selama 10 tahun.

KJRI Jeddah Lakukan Verifikasi

Dua dari tiga WNI yang diamankan diketahui mengenakan atribut menyerupai petugas haji 2026. Hal ini memicu perhatian serius dari pihak Indonesia.

“Dua dari tiga orang yang diduga WNI tersebut ditangkap pada saat menggunakan atribut petugas haji Indonesia. Saat ini sedang dilakukan verifikasi terkait identitas ketiga orang tersebut,” kata Konjen RI di Jeddah, Yusron B Ambary, dalam keterangannya, Kamis (30/4).

Ia menegaskan, jika terbukti bersalah, sanksi berat sudah menunggu. Menteri Haji dan Umrah RI telah menginstruksikan tindakan tegas.

“Terkait dengan dua orang yang memakai baju petugas haji, arahan Menhaj, jika terbukti akan langsung dikenakan saksi administrasi berupa pemecatan dan blacklist sebagai petugas,” jelasnya.

Redaksi Energi Juang News

200 ribu buruh Monas May Day 2026

200 ribu buruh Monas May Day 2026

Energi Juang News, Jakarta- Perayaan Hari Buruh Internasional tahun ini dipastikan berlangsung besar-besaran di Jakarta. Ribuan pekerja dari berbagai daerah bergerak menuju pusat ibu kota untuk menyuarakan aspirasi mereka dalam momentum tahunan tersebut.

200 Ribu Buruh Diperkirakan Hadir di Monas

Aksi peringatan May Day 2026 akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut jumlah massa yang hadir diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.

“Jumlah massa KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) 50 ribu orang, sedangkan total massa 200 ribu massa,” kata Said Iqbal kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

Pertemuan dengan Presiden Jadi Titik Balik

Keputusan menggelar aksi di Monas tidak lepas dari hasil pertemuan antara perwakilan buruh dan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam dan membahas arah peringatan May Day serta masa depan kebijakan ketenagakerjaan.

“Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai May Day dan masa depan Indonesia, kami memutuskan untuk merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lainnya,” ujar Said.

Pertemuan sebelumnya telah dijadwalkan pada 28 April 2026. Dalam agenda itu, KSPI menyampaikan 11 isu utama yang menjadi perhatian buruh.

May Day Bukan Sekadar Seremoni

Bagi kalangan buruh, peringatan ini bukan hanya acara simbolik. Mereka memanfaatkannya sebagai ruang menyampaikan tuntutan langsung kepada pemerintah.

“May Day bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum menyampaikan harapan dan tuntutan buruh. Dan dari 11 isu yang kami sampaikan, ada beberapa yang langsung mendapat respons dan penegasan dari Presiden,” tegasnya.

Aksi Serentak di 38 Provinsi

Selain di Jakarta, perayaan May Day juga berlangsung serentak di berbagai daerah. KSPI bersama Partai Buruh menggerakkan massa di lebih dari 350 kota yang tersebar di 38 provinsi.

Beberapa kota yang menjadi pusat kegiatan antara lain Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, Banda Aceh, Batam, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, hingga Morowali.

11 Tuntutan Utama Buruh

Dalam aksi kali ini, buruh membawa sejumlah tuntutan penting yang dianggap mendesak. Isu tersebut mencakup pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penolakan outsourcing dan upah murah, hingga ancaman PHK akibat konflik global.

Selain itu, ada juga dorongan reformasi pajak, penghapusan pajak pada THR dan pensiun, serta pengesahan RUU Perampasan Aset. Buruh juga menyoroti penyelamatan industri tekstil, moratorium industri semen, hingga ratifikasi Konvensi ILO 90.

Isu lain yang tak kalah penting adalah tuntutan tarif ojek online sebesar 10 persen, revisi UU Nomor 2 Tahun 2024, serta perubahan status guru dan tenaga honorer menjadi penuh waktu.

Imbauan Aksi Damai

Said Iqbal mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Ia menekankan pentingnya suasana damai dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami mengimbau seluruh buruh untuk merayakan May Day dengan penuh semangat, damai, anti kekerasan, dan tidak anarkis. Hormati juga kepentingan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Pemerintah Didorong Hadir, Termasuk untuk Ojol

Dalam pertemuan dengan pemerintah, isu kesejahteraan pekerja menjadi sorotan utama. Presiden menilai Indonesia memiliki potensi besar dari sumber daya alam yang perlu dikelola optimal untuk meningkatkan kesejahteraan.

Salah satu perhatian khusus tertuju pada pekerja ojek online. Pemerintah didorong ikut terlibat dalam ekosistem aplikasi agar dapat mengatur potongan tarif.

“Negara harus hadir. Untuk ojol, pemerintah melalui Danantara didorong ikut dalam kepemilikan aplikasi agar potongan tarif 10 persen bisa diwujudkan,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News

Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar Panikkan Warga

Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar Panikkan Warga

Energi Juang News, Jakarta- Kebakaran terjadi di sebuah apartemen kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan langsung memicu kepanikan di antara para penghuni. Sejumlah warga bahkan sempat terjebak di lantai atas saat asap tebal memenuhi koridor gedung.

Puluhan Personel Damkar Dikerahkan

Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat setelah menerima laporan pada Kamis (30/4/2026) pagi. Sebanyak 22 unit mobil damkar dengan total 110 personel diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.

“Total pengerahan 22 unit dan 110 personel,” kata Perwira Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Joko Susilo, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).

Laporan pertama diterima pukul 07.31 WIB. Tim langsung berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 07.36 WIB. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 07.40 WIB.

Pesan Darurat dari Lantai Atas

Di tengah situasi genting, seorang penghuni yang terjebak melempar baju berisi pesan dari lantai atas. Tulisan tersebut mengindikasikan adanya bayi di dalam unit.

“C 33 GK IWAN & BAYI BUJAN,” demikian isi tulisan pada baju tersebut.

Petugas kemudian menafsirkan pesan itu sebagai tanda bahwa penghuni berada di lantai 23, kamar 33, bersama seorang bayi.

“Satu dewasa, sama dua anak bayi,” kata petugas posko Damkar Jakarta Barat, Seman, Kamis (30/4).

Tim evakuasi segera bertindak. Penghuni tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

Alarm dan Sprinkler Disebut Tak Berfungsi

Seorang penghuni, Antonius (47), mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem keamanan gedung. Ia menyebut alarm dan sprinkler tidak aktif saat kebakaran terjadi.

“Kami penghuni itu selama terjadi simulasi-simulasi kebakaran… selalu ada alarm ya. Tetapi justru ketika terjadi kebakaran yang sesungguhnya, itu justru alarm maupun sprinkler itu tidak terjadi apa-apa,” ujarnya, Kamis (30/4).

Ia menduga kondisi ini membuat banyak penghuni tidak sadar akan bahaya yang sedang terjadi. Akibatnya, sejumlah warga terjebak asap saat hendak menyelamatkan diri.

Polisi masih menyelidiki apakah sistem alarm benar-benar tidak berfungsi saat kejadian berlangsung.

“Mengenai alarm kebakaran, kami belum dapat memastikan apakah sistem alarm berfungsi saat kejadian,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya.

Puluhan Warga Dievakuasi, Belasan Dirawat

Sebanyak 89 penghuni berhasil dievakuasi dari gedung. Data tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan terus berjalan.

Sekitar 20 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas. Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan.

“Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit,” ujar Twedi.

Sebagian penghuni lain memilih tetap berada di unit lantai atas karena merasa kondisi sudah cukup aman. Lift tidak dapat digunakan, sehingga evakuasi hanya melalui tangga darurat.

Sumber Api Diduga dari Basement

Polisi menduga api berasal dari panel listrik di area basement. Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat, asap sudah lebih dulu menyebar ke seluruh gedung hingga lantai atas.

“Kami menerima informasi awal… bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement,” kata Twedi.

Ia menegaskan tidak ada unit hunian yang terbakar langsung. Asap yang mengepul menjadi penyebab utama kepanikan.

Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung mengingat gedung memiliki total 35 lantai.

Redaksi Energi Juang News

PH Korea Bawa “Zona Merah: Dead City” ke Cannes

Jakarta, Energi Juang News- Rumah produksi (Production House) asal Korea Barunsin E&A dikabarkan telah bergabung dalam proyek film “Zona Merah: Dead City”. Film itu diadaptasi dari serial Indonesia populer produksi Screenplay Films untuk dibawa ke festival film Cannes.

Ditulis laman The Hollywood Reporter, Rabu (29/4), perusahaan asal Seoul ini akan menangani penjualan internasional proyek tersebut. Mereka pun meluncurkannya di Cannes Marché mendatang bersamaan dengan film horor terbaru dari sutradara ternama Thailand, Banjong Pisanthanakun, “Inherit”.

“Lanskap genre di Indonesia berada pada titik perubahan, penonton semakin berani, para kreator mendorong batasan, dan cerita-cerita dari pasar ini semakin beresonansi secara global,” kata CEO Barunson E&A, dalam sebuah pernyataan, Yoonhee Choi.

Serial “Zona Merah” pertama kali tayang di Vidio, platform milik Emtek Group yang telah menjadi layanan streaming domestik terkemuka di Indonesia.
Serial ini menjadi salah satu hits terbesar Vidio, menarik lebih dari 34 juta penonton dan lonjakan pelanggan baru, menurut platform tersebut.

“Zona Merah menunjukkan kepada kami apa yang mungkin terjadi ketika sebuah cerita benar-benar terhubung dengan penontonnya, jenis koneksi yang melampaui satu format. Mengembangkannya menjadi film panjang terasa seperti perkembangan alami, baik secara komersial maupun kreatif,” kata CEO Screenplay Films Wicky V. Olindo.

Akuisisi ini terjadi di tengah periode sibuk bagi Barunson di Asia Tenggara yang sedang berupaya mengumpulkan portofolio judul-judul genre yang laris dan berkelanjutan dari kawasan tersebut.

Khusus Indonesia, tahun lalu perusahaan tersebut menandatangani kemitraan penjualan eksklusif selama dua tahun dengan Come and See Pictures, bendera dari pembuat film horor Indonesia yang sukses, Joko Anwar (Satan’s Slaves, Impetigore).

Barunson juga telah mengakuisisi hak remake internasional untuk judul-judul sukses dari bendera lokal Imajinari dan bekerja sama erat dengan beberapa rumah produksi terkemuka Indonesia lainnya, termasuk Visinema Pictures, Base Entertainment, dan Rapi Films.

Sementara dari Thailand, Barunson menjual Banjong’s Inherit, film fitur pertamanya dalam lima tahun, dan sebuah kembalian yang dinantikan ke genre horor bagi pembuat film di balik film-film lokal terkenal seperti Shutter dan Pee Mak.​​​​​​​

 

Redaksi Energi Juang News

May Day 2026, KSP BUMN Tak Gelar Aksi Massa

Jakarta, Energi Juang News- Konfederasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (KSP BUMN) memprioritaskan dialog sosial dalam memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Karena itu, mereka tidak menggelar aksi massa.

Hal tersebut disampaikan KSP BUMN dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, sebagai bentuk tanggung jawab arah perjuangan organisasi.

Terkait perayaan tahun ini, organisasi buruh tersebut menyatakan akan mengadakan kegiatan alternatif yang lebih bernuansa perayaan serta menghindari unjuk rasa di jalanan.
“Konfederasi Serikat Pekerja BUMN memutuskan untuk tidak menghadiri kegiatan May Day 2026 dengan aksi massa, kami memilih menyelenggarakannya di Politeknik Ketenagakerjaan dengan acara May Day Festival tetapi tetap menghormati teman-teman pekerja dan buruh yang merayakan dengan aksi massa,” jelas Konfederasi Serikat Pekerja BUMN.

Pendekatan ini dipilih lantaran serikat pekerja memprioritaskan penyampaian aspirasi mereka melalui jalur dialog sosial yang dinilai akan jauh lebih konstruktif.
Nantinya, dialog tersebut akan dilakukan secara tatap muka langsung dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti pemerintah dan jajaran manajemen BUMN, demi menghasilkan solusi konkret dan berkelanjutan bagi pekerja.

Walaupun merayakan hari buruh tanpa aksi demonstrasi, organisasi tersebut tetap memegang teguh prinsipnya untuk terus mengawal perlindungan kerja bagi para anggotanya.

“Konfederasi Serikat Pekerja BUMN menegaskan komitmen dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan perlindungan kerja. khususnya di lingkungan BUMN. Segala bentuk kebijakan yang merugikan pekerja akan terus dikawal dan dikritisi secara konstruktif,” tegas pernyataan itu.

Selain itu, konfederasi juga meyakini bahwa hubungan industrial yang harmonis, dinamis, serta berkeadilan dapat terbangun dengan kuat di lingkungan perusahaan.

Iklim kerja yang adil tersebut bisa diwujudkan dengan cara membangun kemitraan komunikasi yang sangat terbuka, sosial dialog yang produktif, serta memupuk rasa saling percaya antarpihak.

Sebagai penutup keterangannya, pihak konfederasi mengajak seluruh anggota dan pekerjanya untuk tetap menjaga solidaritas, terus meningkatkan profesionalisme, serta menjaga integritas kinerja BUMN demi kepentingan bangsa dan negara.

Redaksi Energi Juang News

Drama Kios RW 05: Cinta Terlarang Berujung Jeruji

Ketangkep selingkuh
Ketangkep selingkuh

Energi Juang News,Depok- Malam di RW 05 itu awalnya tenang. Angin berembus seperti biasa, suara jangkrik mengisi kekosongan, dan warga masih sibuk dengan urusan masing-masing—ada yang rebahan, ada yang pura-pura rebahan sambil mantengin status WhatsApp mantan. Namun, siapa sangka, di balik sebuah kios sederhana yang tampak tak lebih menarik dari warung kopi sachet, tersimpan drama yang lebih panas dari sinetron jam prime time.

Dan seperti biasa, kalau sudah urusan warga + rasa curiga + jam 02.30 WIB, hasilnya pasti bukan ronda biasa.

Sementara itu Bendot sibuk dengan “kurikulum cintanya,” di RW 05 muncul pesaing baru dalam kategori skandal: Peny (38), seorang ASN, yang tampaknya bosan dengan rutinitas kerja dan memilih “aktivitas tambahan” yang lebih… menantang.

Aksi selingkuh tersebut dilakukan kedua terdakwa dipergoki suaminya, Penyok di satu kios di Kota Depok, pada pukul 02.30 WIB.Masalahnya, aktivitas itu bukan ikut zumba atau kelas memasak, melainkan menjalin hubungan dengan Poltak.

Kasus itu bermula saat saksi Penyok, suami dari tèrdakwa Penybersama-sama dengan Ketua RT setempat mengetuk pintu. Setelah 30 menit akhirnya pintu dibuka, dan di dalam kios tersebut ada terdakwa Peny bersama-sama dengan Terdakwa Poltak. Selanjutnya, Penyok mengadukan kejadian itu ke Polres Metro Depok.

Dalam persidangan terdakwa Peny mengatakan telah menikah dengan saksi Penyok secara sah sejak lama.

Hasil pernikahan tersebut dikarunia dua anak yaitu MP berusia delapan tahun dan CP berusia dua tahun. Di persidangan terdakwa Peny mengaku, sejak tahun 2025, dirinya memiliki masalah dalam rumah tangga. Dan, sejak Februari 2026, dirinya sudah berpacaran dengan Poltak.

“Bahkan sering menginap di kios milik terdakwa Poltak dan kerap melakukan hubungan badan dan melayani sentolop layaknya pasangan suami istri walaupun Peny masih terikat pernikahan yang sah dengan pelapor, ” ucapnya. 

Redaksi Energi Juang News

Ledakan Musik Digital Indonesia: Antara Streaming dan Realita Industri

Peringkat musisi dunia
Peringkat musisi dunia

Energi Juang News,Jakarta- 

Dalam satu dekade terakhir, cara manusia menikmati musik telah berubah secara drastis. Dari kaset, CD, hingga unduhan ilegal, kini semuanya berpusat pada streaming yang serba instan. Musik tidak lagi dimiliki, melainkan diakses—sebuah pergeseran paradigma yang membentuk ulang lanskap industri global, termasuk di Indonesia.

Indonesia kini resmi menjadi salah satu kekuatan besar dalam industri musik dunia. Berdasarkan analisis dari Luminate, Indonesia menempati posisi ke-8 sebagai pasar musik terbesar global dengan total konsumsi mencapai 178,9 miliar streaming pada tahun 2025. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan refleksi dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital.

Transformasi ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia ditopang oleh penetrasi internet yang masif. Data dari We Are Social dan Meltwater menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 185,3 juta jiwa—lebih dari dua pertiga populasi. Dengan basis pengguna sebesar ini, wajar jika konsumsi musik digital melonjak tajam.

Platform seperti Spotify dan YouTube Music menjadi pemain utama yang mendominasi pasar. Namun menariknya, pemain lokal seperti Joox dan Langit Musik tetap memiliki tempat tersendiri di hati pengguna. Kombinasi ini menciptakan ekosistem yang kompetitif sekaligus dinamis.

Salah satu faktor penting yang mendorong adopsi platform ini adalah strategi harga yang terjangkau. Banyak layanan streaming bekerja sama dengan operator seluler untuk menghadirkan paket bundling yang murah dan mudah diakses. Ini membuat musik menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari, bukan lagi kemewahan.

Jika dilihat dari sisi demografi, kelompok usia 18–34 tahun menjadi motor utama dalam ekosistem ini. Generasi ini memiliki preferensi musik yang sangat beragam, mulai dari pop, indie, hip-hop, hingga K-pop. Mereka juga cenderung eksploratif dan terbuka terhadap musisi baru, terutama yang viral di media sosial.

Peran media sosial memang tidak bisa diabaikan. Platform seperti TikTok telah mengubah cara lagu menjadi populer. Sebuah lagu bisa tiba-tiba viral hanya karena digunakan dalam tren video tertentu. Ini menciptakan fenomena baru: popularitas instan berbasis algoritma dan partisipasi pengguna.

Menurut laporan dari IFPI, Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi juga pemimpin di kawasan Asia Tenggara. Artinya, industri musik nasional memiliki peluang besar untuk menembus pasar global. Musisi Indonesia kini tidak lagi bergantung pada label besar untuk dikenal dunia—platform digital telah membuka jalan yang lebih demokratis.

Namun, di balik semua pertumbuhan ini, ada satu pertanyaan krusial: apakah para musisi benar-benar diuntungkan?

Realitanya, sistem royalti dari streaming masih menjadi isu yang kompleks. Pendapatan per stream di platform digital tergolong kecil, sehingga sulit bagi musisi—terutama yang independen—untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama. Bahkan dengan jutaan streaming, pendapatan yang dihasilkan seringkali belum cukup untuk menutup biaya produksi.

Ini menciptakan paradoks dalam industri musik modern. Di satu sisi, eksposur semakin luas. Di sisi lain, monetisasi justru semakin menantang. Banyak musisi akhirnya bergantung pada konser, penjualan merchandise, dan kolaborasi dengan brand untuk bertahan hidup.

Fenomena ini mengingatkan kita pada era sebelum digital, di mana pertunjukan langsung menjadi sumber utama pendapatan. Bedanya, kini konser bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi tulang punggung ekonomi musisi. Bahkan, tur dunia dan festival musik menjadi indikator kesuksesan yang lebih nyata dibanding angka streaming semata.

Dalam perspektif sejarah musik, kita sedang berada di fase transisi yang menarik. Jika dulu industri dikendalikan oleh label rekaman besar, kini kekuatan mulai bergeser ke platform teknologi dan perilaku pengguna. Algoritma menjadi kurator baru, menggantikan peran radio dan media tradisional.

Namun, ketergantungan pada algoritma juga membawa risiko. Musisi bisa terjebak dalam pola tertentu demi mengejar viralitas, bukan kualitas. Ini bisa menghambat eksplorasi artistik dalam jangka panjang. Di sinilah pentingnya keseimbangan antara kreativitas dan strategi digital.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi musik di Asia. Dengan jumlah pendengar yang masif dan keberagaman budaya yang kaya, kita memiliki bahan baku yang sangat kuat. Tantangannya adalah bagaimana mengelola ekosistem ini agar lebih adil dan berkelanjutan.

Pemerintah, label, platform, dan komunitas kreator perlu duduk bersama untuk merumuskan sistem yang lebih berpihak pada musisi. Transparansi dalam pembagian royalti, edukasi finansial bagi musisi, serta dukungan terhadap karya independen menjadi langkah penting yang harus segera diambil.

Pada akhirnya, ledakan streaming hanyalah satu sisi dari cerita besar industri musik Indonesia. Di balik angka miliaran play, ada kerja keras, kreativitas, dan perjuangan para musisi yang seringkali tidak terlihat. Jika tidak dikelola dengan baik, pertumbuhan ini bisa menjadi ilusi—besar di angka, tetapi rapuh di fondasi.

Musik selalu menjadi cerminan zaman. Dan hari ini, Indonesia sedang menulis babak baru dalam sejarahnya. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah kita bisa bersaing di level global, tetapi apakah kita siap membangun industri yang benar-benar berkelanjutan untuk semua pelaku di dalamnya.

Redaksi Energi Juang News