Kamis, April 30, 2026
spot_img
BerandaHukumTragedi Kereta Bekasi, Deretan Kisah Pilu Keluarga Korban

Tragedi Kereta Bekasi, Deretan Kisah Pilu Keluarga Korban

Energi Juang News, Jakarta- Duka masih menyelimuti keluarga korban insiden tabrakan kereta di Bekasi. Tragedi kereta Bekasi bukan hanya meninggalkan angka korban jiwa, tetapi juga cerita-cerita memilukan tentang pencarian, harapan, dan perpisahan yang datang mendadak. Sedikitnya 16 orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Keluarga korban harus berpacu dengan waktu mencari kabar orang tercinta. Sebagian mendatangi posko, berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, hingga menjalani proses identifikasi untuk memastikan nasib anggota keluarganya.

Pencarian Panjang yang Berujung Duka

Salah satu kisah datang dari keluarga Vica Acnia Fratiwi (23). Sang kakak, Nina Monica, mengaku syok saat mengetahui adiknya hilang kontak usai insiden. Dalam kondisi lemas dan terus menangis, ia meminta bantuan tetangga untuk mengantarnya ke lokasi kejadian.

Tetangga tak hanya membantu mengemudi, tetapi juga mencetak foto Vica agar pencarian lebih mudah. Saat itu, keluarga masih yakin Vica selamat. Ponselnya masih berdering, sehingga mereka berharap ia hanya terjebak situasi kacau di lokasi.

Harapan itu perlahan pupus. Setelah menelusuri sejumlah rumah sakit tanpa hasil, keluarga akhirnya mendapat kepastian pahit di RS Polri Kramat Jati. Hasil tes DNA memastikan jenazah yang ditemukan adalah Vica.

Bagi keluarga, Vica bukan hanya sosok yang cerdas, tetapi juga dikenal sederhana dan taat beribadah. Menurut Nina, adiknya sempat menunaikan salat Magrib sebelum berangkat menaiki KRL malam itu.

Cerita memilukan juga dialami keluarga Gita Septia Wardany (21). Beberapa menit sebelum kecelakaan, Gita sempat mengirim pesan kepada ayahnya bahwa dirinya akan tiba di Cibitung sekitar 10 menit lagi.

Sang ayah sudah menunggu di stasiun tujuan. Namun Gita tak pernah tiba. Keluarga lalu mencari ke berbagai rumah sakit, sementara barang-barang milik Gita ditemukan utuh di posko Bekasi Timur, termasuk tas, dompet, ponsel, dan payung.

Baca juga :  Kejagung Cabut Cekal Bos Djarum, Victor Hartono Dinilai Kooperatif

Bertahan di Dalam Gerbong Selama Berjam-jam

Kisah lain datang dari Endang, korban yang sempat bertahan hidup dalam kondisi terjepit di gerbong selama sekitar 10 jam. Menurut keluarganya, Endang masih sempat menghubungi keluarga lewat telepon dan meminta segera diselamatkan.

Dalam sambungan itu, ia menangis sambil memberi tahu bahwa dirinya berada di kereta yang mengalami kecelakaan. Keluarga langsung menuju lokasi, tetapi sempat berjam-jam tanpa kepastian apakah Endang sudah dievakuasi atau masih terjebak di dalam gerbong.

Informasi baru datang dini hari. Keluarga mengetahui Endang masih berada di lokasi dalam kondisi lemas dan telah mendapat bantuan oksigen. Proses evakuasi berlangsung bertahap hingga akhirnya petugas berhasil mengevakuasinya sekitar pukul 07.00 WIB dan membawanya ke rumah sakit.

Perjuangan panjang itu menjadi gambaran betapa beratnya malam nahas di Bekasi Timur, baik bagi korban maupun keluarga yang menunggu kabar dengan cemas.

Kepergian Terakhir Sang Pendidik dan Jurnalis Muda

Korban lain yang meninggalkan duka mendalam adalah Nurlaela (37), seorang guru SD di Pejagan Pulogebang. Almarhumah diketahui baru menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Jakarta dan setiap hari menggunakan KRL untuk pergi serta pulang mengajar.

Malam itu, Nurlaela tak kunjung tiba di rumah. Keluarga sempat menghubunginya, tetapi ponselnya kemudian dijawab orang lain. Kepastian baru datang pada Selasa (28/4) dini hari, ketika keluarga mengetahui Nurlaela menjadi salah satu korban kecelakaan.

Kepergiannya meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas enam SD. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan belasungkawa dan mengenang Nurlaela sebagai guru yang berdedikasi.

Duka juga dirasakan keluarga besar KompasTV atas wafatnya Nur Ainia Eka Rahmadhynna, atau Ain. Sebelum pulang malam itu, Ain disebut masih sempat memberi makan kucing-kucing di kantornya.

Baca juga :  Polri dan PPATK Buru Aset Adik JK dalam Skandal Korupsi PLTU Rp 1,3 T

Direktur Utama KompasTV, Rosianna Silalahi, menyebut tindakan kecil itu mencerminkan pribadi Ain yang penuh kasih. Menurutnya, banyak pelayat datang dari berbagai tempat, mulai dari teman kuliah, sahabat masa sekolah, hingga rekan kerja, sebagai tanda betapa Ain dicintai banyak orang.

Di balik tragedi ini, tersisa kenangan tentang orang-orang baik yang pulang lebih cepat dari seharusnya, sekaligus luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments