Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 38

Teror Sunyi di Dekat TPU: Kisah Nyata dari Tanah Kusir

makam tanah kusir
makam tanah kusir

Energi Juang News, Jakarta – Malam di kawasan Kebayoran Lama Selatan tidak pernah benar-benar sunyi. Bahkan ketika lampu rumah sudah padam satu per satu, masih ada sesuatu yang terasa “hidup” di antara pepohonan tinggi dan bayangan tembok pembatas pemakaman.

Bagi sebagian orang, tinggal di dekat kuburan mungkin hanya soal pemandangan yang berbeda. Tapi bagi mereka yang sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan tempat peristirahatan terakhir itu, ada cerita-cerita yang tidak pernah benar-benar selesai.

“Awalnya biasa aja, Mas. Tapi lama-lama… ya ngerti sendiri,” ujar Pak Suryadi, Ketua RT setempat, dengan nada datar.

Pak Suryadi sudah tinggal di rumahnya sejak tahun 1971, persis berdampingan dengan TPU Tanah Kusir. Sebelum menjadi Ketua RT, ia dikenal sebagai petugas keamanan warga yang rutin berpatroli, termasuk di area makam.

“Dulu sering keliling malam. Soalnya rawan pencurian,” katanya.

“Terus… pernah lihat yang aneh, Pak?” tanya seorang pemuda yang datang untuk mendengar kisahnya.

Pak Suryadi tersenyum tipis. “Nggak cuma lihat. Pernah kena juga.”

Ia kemudian bercerita tentang suatu malam yang tidak pernah ia lupakan.

“Saya lagi jalan di antara makam. Tiba-tiba… duk! kena batu,” ujarnya sambil menunjuk bahunya.

“Kena lempar?”

“Iya. Saya pikir anak-anak. Tapi pas saya cari… nggak ada siapa-siapa. Sepi banget.”

Angin malam seolah ikut menyela cerita itu. Heningnya terasa berat.

“Saat itu saya langsung tahu… itu bukan orang.”

Gangguan tak hanya terjadi di luar rumah. Justru yang paling membuatnya merinding adalah pengalaman di dalam rumah sendiri.

“Pernah saya tidur… tiba-tiba nggak bisa gerak,” katanya pelan.

“Ketindihan?”

Pak Suryadi mengangguk. “Iya. Tapi saya lihat… ada perempuan. Pakai jubah putih.”

“Wajahnya kelihatan?”

“Saya nggak mau lihat. Tapi dia ada di atas saya.”

Suasana mendadak terasa lebih dingin.

“Saya marah. Saya kejar. Saya suruh keluar dari rumah saya,” lanjutnya.

“Terus?”

“Dia lari ke tangga… naik ke lantai dua… habis itu hilang.”

Tak jauh dari rumah Pak Suryadi, tinggal Bu Badriah. Ia sudah menetap di sana hampir 47 tahun. Berbeda dengan Pak Suryadi, ia tidak pernah mengalami gangguan langsung.

Namun, itu bukan berarti ia tidak pernah merasakan sesuatu.

“Saya nggak pernah diganggu, sih. Tapi… kadang lihat,” katanya.

“Lihat apa, Bu?”

“Bayangan. Sekelebat. Kadang ada, kadang nggak.”

“Takut?”

Bu Badriah tersenyum kecil. “Kalau dipikirin, takut. Tapi ya… udah biasa.”

Ia menambahkan bahwa sering kali bayangan itu muncul di dekat tembok pembatas antara rumah warga dan area pemakaman.

“Kayak ada yang lewat. Padahal nggak ada orang.”

Warga lain, Ade, memiliki cerita yang lebih unik—dan sedikit menyeramkan.

“Kalau lewat tikungan ke arah Bintaro, harus klakson dua kali,” katanya.

“Kenapa?”

“Buat permisi.”

“Permisi ke siapa?”

Ade tertawa kecil. “Ya… yang di sana.”

Menurutnya, banyak pengendara yang mengaku melihat sosok menyeberang tiba-tiba di area tersebut.

“Suka ada yang nyeberang sekelebat. Dari arah makam… langsung hilang.”

“Orang?”

“Kalau orang, pasti kelihatan jelas. Ini… beda.”

Kepercayaan itu juga dikaitkan dengan sejarah kelam di sekitar lokasi, termasuk tragedi dan kejadian bunuh diri yang pernah terjadi di area tersebut.

“Makanya kita nggak berani sembarangan,” ujar Ade.

“Kalau lewat, ya klakson. Biar aman.”

Namun, pengalaman paling ganjil justru terjadi di dekat makam wakaf yang tak jauh dari permukiman warga.

Ade kembali bercerita, kali ini dengan nada yang lebih serius.

“Kalau ada kegiatan di situ… hampir pasti ada gangguan.”

“Gangguan seperti apa?”

“Kayak ada yang gelayutin,” katanya sambil memegang pundaknya.

“Berat?”

“Lumayan. Kayak ada yang numpang.”

Ia tertawa, tapi tawanya terdengar dipaksakan.

“Waktu itu ada lomba siang-siang. Ramai banget. Tapi tiba-tiba… alat-alat ditimpuk tanah.”

“Siang hari?”

“Iya. Terang. Tapi tetap kejadian.”

Cerita lain datang dari seorang warga yang sempat terkunci di kamar mandi tanpa sebab yang jelas.

“Padahal nggak ada yang nutup,” kata Ade.

“Terus gimana keluarnya?”

“Tiba-tiba kebuka sendiri.”

Meski banyak cerita beredar, tidak semua warga mengalami hal yang sama. Yati, yang tinggal di dekat pemakaman umum Ciputat selama hampir 18 tahun, mengaku tidak pernah mengalami gangguan mistis.

“Alhamdulillah, aman-aman aja,” katanya.

“Jadi nggak percaya?”

“Percaya nggak percaya. Tapi saya belum pernah ngalamin.”

Dari sudut pandang supranatural, fenomena ini bukanlah hal yang aneh. Tempat seperti pemakaman memang dipercaya sebagai titik pertemuan antara energi kehidupan dan kematian.

Redaksi Energi Juang News

Sinergi Pemuda, Aksi Nyata: DPP Pemuda Parlemen Indonesia Resmi Dilantik, Siap Kawal Narasi Kebangsaan

Sinergi Pemuda, Aksi Nyata: DPP Pemuda Parlemen Indonesia Resmi Dilantik, Siap Kawal Narasi Kebangsaan

Energi Juang News, Jakarta- 27 April 2026, Pemuda Parlemen Indonesia adalah wadah bagi pemuda yang memiliki konsentrasi terhadap sistem demokrasi, kebijakan publik, dan peran parlementer. Organisasi ini berkomitmen melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berbasis riset, dan berorientasi pada aksi nyata.

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Parlemen Indonesia secara resmi melaksanakan prosesi Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada hari ini, Senin, 27 April 2026. Mengusung tema “Sinergi Pemuda, Aksi Nyata untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini mempertegas posisi strategis pemuda sebagai motor penggerak kebijakan publik yang berbasis riset dan aksi.

Struktur baru ini diperkuat oleh jajaran Dewan Pembina yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, yakni Bapak Sultan B. Najamudin, Bapak Tamsil Linrung, dan Ning Lia Istifhama. Kehadiran tokoh-tokoh ini diharapkan mampu memberikan arahan strategis bagi organisasi dalam mengawal isu-isu kebangsaan.

Acara pelantikan ini dihadiri langsung oleh Bapak Mahyu Darma, S.H., M.H. (Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media DPD RI) serta Bapak Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng. (Plt. Deputi 1 Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI). Selain itu, kegiatan dirangkaikan dengan seminar Upgrading bersama Mas M. Pradana Indraputra, S.E., M.E. (Staf Khusus Menteri Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor ESDM) untuk membekali pengurus dengan memberikan arahan untuk memperkuat internal dan membentuk sistem organisasi berbasis pengkaderan.

Ning Lia Istifhama, selaku Dewan Pembina sekaligus Anggota DPD/MPR RI, memberikan pesan inspiratif melalui video dukungannya bagi para pengurus:

“Selamat dan sukses atas pelantikan Pemuda Parlemen Indonesia. Kalian adalah para pemuda terpilih yang mewakili daerah kalian masing-masing. Maka jadilah penguat demokrasi dan tonggak keberlanjutan demokrasi di negeri ini. Sukses dan jaya selalu untuk Pemuda Parlemen Indonesia,” tegas Ning Lia.

Menyambung semangat tersebut, Saripudin selaku Direktur Eksekutif DPP Pemuda Parlemen Indonesia memberikan instruksi tegas bagi jajaran pengurus yang baru saja dikukuhkan:

“Pelantikan hari ini adalah garis start bagi pengabdian kita. Kita tidak boleh terjebak pada narasi tanpa solusi. Saya tegaskan kepada seluruh pengurus, jadikan amanah ini sebagai langkah nyata untuk memberikan kemanfaatan. Setiap program yang kita susun harus memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan menjadi jembatan yang solid antara aspirasi pemuda dengan kebijakan parlemen,” ujar Direktur Eksekutif.

Pasca pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang menjadi landasan pacu bagi 7 Direktorat Jenderal (Dirjen). Forum ini berfungsi untuk menyusun peta jalan dan langkah-langkah taktis dalam menjalankan program kerja unggulan di setiap bidang.

Setiap Direktorat Jenderal diinstruksikan untuk bergerak cepat dalam melaksanakan program yang inovatif dan terukur. Dengan struktur yang solid, 7 Dirjen ini akan menjadi pilar utama dalam mengeksekusi visi organisasi, mulai dari penguatan literasi sistem parlemen hingga advokasi kebijakan publik di tingkat nasional maupun daerah.

Melalui rangkaian kegiatan ini, DPP Pemuda Parlemen Indonesia optimis dapat berkontribusi nyata bagi akselerasi Indonesia Maju melalui kolaborasi yang sinergis dengan berbagai elemen bangsa.

Kecelakaan KRL Bekasi, Kemenhub Gerebek Pool Taksi Green SM

Kecelakaan KRL Bekasi, Kemenhub Gerebek Pool Taksi Green SM

Energi Juang News, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak ke pool taksi Green SM di Bekasi pada Selasa malam, 28 April 2026. Lokasi itu menjadi titik awal kendaraan yang diduga terlibat dalam rangkaian kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menyeret nama perusahaan taksi tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut,” ujarnya melalui keterangan pers seperti dikutip Rabu, 29 April 2026.

Fokus Pemeriksaan: Administrasi hingga Kelaikan Armada

Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menjelaskan, penyelenggaraan angkutan umum wajib mengikuti Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Dalam sidak di pool Bekasi itu, tim mengarahkan pemeriksaan ke beberapa aspek kunci, mulai dari kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, hingga elemen-elemen keselamatan lain yang berkaitan langsung dengan standar SMK PAU.

Aan menegaskan, pemilihan pool Green SM Bekasi bukan tanpa alasan karena lokasi tersebut merupakan basis kendaraan yang diduga terkait insiden kecelakaan kereta. Ia menambahkan bahwa temuan awal bakal menjadi bahan pendalaman teknis sebelum diambil keputusan lanjutan terhadap operator.

Sidak Berlanjut ke Pool Pusat dan Koordinasi KNKT

Aan menyebut inspeksi tidak berhenti di Bekasi. Sidak akan berlanjut ke pool pusat Green SM di Kemayoran untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai penerapan sistem keselamatan perusahaan. Di tahap ini, Kemenhub akan menggandeng kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengurai dugaan keterlibatan kendaraan perusahaan dalam kecelakaan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur.

Sebelumnya, manajemen taksi Xanh SM atau Green SM telah dipanggil Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada Selasa, 28 April 2026. “Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum,” kata Aan dalam keterangan resmi, Selasa, 28 April 2026.

Ancaman Sanksi: Dari Peringatan hingga Cabut Izin

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Jusuf Nugroho, menjelaskan bahwa hasil audit dan inspeksi pool taksi akan menjadi landasan untuk merumuskan rekomendasi. Rekomendasi itu dapat berupa perbaikan sistem keselamatan internal ataupun sanksi administratif jika ditemukan pelanggaran. “Sanksi itu berupa perbaikan sistem peringatan, pembekuan izin sampai pencabutan izin sesuai pelanggarannya,” kata dia.

Ditjen Perhubungan Darat akan melakukan klarifikasi dan pendalaman berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum dan PM 117 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek. Menurut Aan, sanksi administrasi bisa diberikan bertingkat, mulai dari surat peringatan, pembekuan izin sementara, hingga pencabutan izin, dan akan dijatuhkan secara proporsional bila terbukti ada pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum.

Pemeriksaan terhadap posisi taksi Green SM dalam rangkaian kecelakaan ini masih berlangsung, dan hasil pendalaman akan menjadi dasar penentuan langkah lebih lanjut terhadap operator maupun sistem pengawasan yang berlaku.

Kronologi Singkat Kecelakaan di Bekasi Timur

Kecelakaan bermula ketika satu rangkaian KRL berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan, karena di depan dari arah berlawanan telah terjadi tabrakan antara KRL lain dengan taksi Green SM. Situasi itu membuat rangkaian berhenti lebih lama dan menahan pergerakan kereta di lintasan tersebut.

Tidak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menghantam badan kereta Commuter Line yang sedang berhenti itu. Benturan keras membuat gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan parah dan memicu rangkaian investigasi terhadap seluruh pihak yang diduga terkait, termasuk operator taksi Green SM.

Redaksi Energi Juang News

Kementerian atau Sekadar Bicara? Saat Rekomendasi Meleset dari Akar Masalah

Kementerian atau Sekadar Bicara? Saat Rekomendasi Meleset dari Akar Masalah

Pernyataan dan rekomendasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terkait insiden di KRL yang menyarankan agar gerbong khusus perempuan ditempatkan di tengah, bukan di depan atau belakang mengundang tanda tanya besar. Bukan karena usul perubahan posisi gerbong itu mustahil dilakukan, melainkan karena rekomendasi tersebut terasa dangkal, teknokratis, dan jauh dari inti persoalan: keselamatan perempuan di ruang publik.

Pertanyaannya sederhana: apakah memindahkan posisi gerbong otomatis menghapus pelecehan, kekerasan verbal, intimidasi, atau ancaman keamanan yang dialami perempuan? Tentu tidak. Persoalan utamanya bukan letak gerbong, melainkan lemahnya sistem perlindungan, minimnya pengawasan, rendahnya efek jera bagi pelaku, dan absennya langkah preventif yang konkret. Ketika publik menunggu solusi yang menyentuh akar masalah, yang muncul justru saran tata letak. Ini menimbulkan kesan: ngomong yang penting, atau yang penting ngomong.

Yang dibutuhkan masyarakat bukan respons simbolik, tetapi kebijakan substantif. Misalnya: penguatan patroli keamanan di area stasiun dan gerbong, kanal pelaporan cepat yang benar-benar responsif, edukasi anti-pelecehan yang masif, integrasi CCTV yang aktif dipantau, hingga penegakan hukum yang memberi rasa aman kepada korban dan efek takut kepada pelaku. Itu baru solusi. Bukan sekadar memindahkan gerbong dari ujung ke tengah.

Kekecewaan publik juga tidak lahir di ruang kosong. Sebelumnya, pernyataan dari jajaran pimpinan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, termasuk Wakil Menteri Veronica Tan, pernah menuai kritik karena dianggap menunjukkan bahwa kementerian masih “belajar” menjalankan mandat besarnya. Jujur memang baik, tetapi kejujuran bahwa sebuah kementerian strategis masih “loading” justru memunculkan kegelisahan publik. Negara bukan ruang magang. Kementerian bukan kelas orientasi. Jabatan menteri dan wakil menteri adalah posisi eksekusi, bukan posisi adaptasi tanpa arah.

Apalagi mandat KemenPPPA bukan perkara kecil. Mereka berbicara tentang perlindungan perempuan, anak, korban kekerasan, perdagangan manusia, eksploitasi seksual, hingga ketimpangan akses sosial. Ini bukan ruang coba-coba kebijakan. Setiap rekomendasi yang meleset berarti ada korban yang kembali tidak terlindungi.

Karena itu, kritik publik seharusnya dibaca sebagai alarm, bukan serangan. Yang dipersoalkan bukan siapa orangnya, tetapi kualitas perspektif kebijakannya. Seorang menteri dan wakil menteri harus datang dengan kesiapan intelektual, sensitivitas sosial, dan keberanian merumuskan solusi tepat sasaran. Belajar tentu penting, tetapi belajar mestinya dilakukan sebelum duduk di kursi kekuasaan, bukan ketika sudah memegang amanah publik yang dampaknya menyangkut jutaan nyawa dan masa depan keluarga Indonesia.

Jika tidak, kementerian akan terus terlihat sibuk berbicara, tetapi gagal menyentuh persoalan. Ramai di pernyataan, sepi di tindakan. Banyak rekomendasi, minim solusi. Dan ketika itu terjadi, wajar bila publik bertanya: ini kementerian pemberdayaan, atau sekadar ruang belajar kebijakan yang tak kunjung matang?

Esteria Tamba
(Aktivis, Penulis)

Menperin: Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta Sudah Pas, Tapi Masih Dirundingkan!

Menperin: Subsidi Motor Listrik Rp 5 Juta Sudah Pas, Tapi Masih Dirundingkan!

Energi Juang News, Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa besaran subsidi motor listrik masih dalam pembahasan intensif dengan Kementerian Keuangan. Pemerintah belum umumkan angka resminya. Diskusi tim teknis fokus pada jumlah subsidi, metode pemberian, dan proses bisnisnya.

Agus sampaikan hal ini kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonoman, Jakarta, Selasa (28/4/2026). “Masih dalam tahap pembahasan di tim teknis mengenai berapa jumlah subsidinya, metodenya seperti apa, bisnis prosesnya seperti apa, nanti kita bahas antara tim teknis kedua kementerian,” ucap Agus.

Tanggapan soal Rp 5 Juta dari Menkeu

Agus komentari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya sebut subsidi motor listrik Rp 5 juta per unit. Agus setuju angka itu tepat. Namun, kepastian tunggu Peraturan Menteri Keuangan.

Menurut Agus, subsidi Rp 5 juta kirim sinyal kuat. Pemerintah belajar dari krisis geopolitik, seperti penutupan Selat Hormuz. Isu ketahanan energi kian mendesak. “Jadi angka Rp 5 juta saya kira angka yang cukup baik,” ucapnya.

Pernyataan Sebelumnya dari Purbaya

Purbaya ungkap kemungkinan subsidi Rp 5 juta per unit atau lebih. Jumlah motor listrik yang dapat subsidi masih dirundingkan. “Subsidi mungkin Rp 5 juta per motor atau lebih,” katanya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Redaksi Energi Juang News

Plafon Roboh saat KBM, 6 Siswa SMKN 1 Soreang Luka

Plafon Roboh saat KBM, 6 Siswa SMKN 1 Soreang Luka

Energi Juang News, Jakarta- Aktivitas belajar mengajar berubah menjadi kekacauan ketika plafon roboh menimpa puluhan siswa di SMKN 1 Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (27/4/2026). Puting beliung yang menerjang pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB melukai enam siswa dan membuat satu orang lainnya mengalami shock.

Kejadian ini terjadi ketika hujan deras disertai angin kencang menghantam sekolah menjelang waktu pulang. Dua ruang kelas yang bersebelahan mengalami kerusakan parah akibat plafon ambrol secara bersamaan. M. Arif Budiman, guru sekaligus staf hubungan masyarakat SMKN 1 Soreang, mengonfirmasi korban luka-luka dalam insiden tersebut.

Detik-detik Plafon Ambruk Timpa Puluhan Siswa

Plafon roboh menimpa 50 siswa kelas X jurusan perhotelan yang sedang belajar teori bersama guru mereka. Para siswa yang terluka mengalami luka lecet di tangan akibat tertimpa reruntuhan plafon. “Siswa yang luka ringan enam orang, satu orang lagi shock,” kata Arif kepada Tempo, Selasa (28/4/2026).

Sebelum plafon runtuh, sempat terlihat tanda-tanda retakan dan kebocoran. Siswa dan guru berusaha mengevakuasi diri keluar ruangan saat menyadari bahaya. Namun, beberapa siswa tertinggal karena kembali mengambil tas mereka dan akhirnya kejatuhan plafon.

Puting Beliung Berlangsung 15 Menit, Masjid Sekolah Juga Rusak

Hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sekitar satu jam. Angin puting beliung yang menyertai hujan berlangsung selama 15 menit dan bergerak dari depan sekolah menuju bagian tengah hingga belakang tempat dua kelas yang rusak berada.

Selain merusak plafon kelas, puting beliung juga menerbangkan sebagian atap masjid sekolah yang terbuat dari baja ringan. Kekuatan angin yang luar biasa membuat struktur bangunan tidak mampu bertahan.

Bangunan Baru Bantuan Pemprov Jabar Tak Tahan Cuaca Ekstrem

Ironis, bangunan kelas yang rusak tergolong baru dibangun. Dua kelas tersebut merupakan bagian dari total enam unit bangunan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ruangan yang sempat disegel pita polisi kini telah dibuka dan mulai diperbaiki oleh dinas terkait.

“Ruangan yang rusak sudah mulai diperbaiki oleh dinas,” ujar Arif. Siswa yang ruangan kelasnya rusak sementara belajar di ruang kelas XII yang para siswanya telah lulus menunggu wisuda.

Korban Ditangani UKS, 23 Rumah Warga Juga Terdampak

Para siswa yang terluka mendapat penanganan dari unit kesehatan sekolah. Mereka kemudian dipulangkan dengan diantar oleh guru. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama menyebutkan korban terdiri dari enam perempuan dan satu laki-laki.

Di waktu yang sama, sebanyak 23 rumah warga di Desa Soreang juga terdampak angin kencang. “Dari laporan kepala desa sebagian besar kerusakan pada atap rumah, beberapa pohon juga tumbang,” kata Uka, Senin (27/4/2026).

Kegiatan Belajar Kembali Normal, Mitigasi Bencana Diperkuat

Kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Soreang kembali normal pada Selasa (28/4/2026), sehari setelah kejadian. Sekolah yang memiliki enam jurusan dengan jam belajar dari pukul 06.30 WIB hingga 15.30 WIB ini menampung sekitar 1.640-an siswa per angkatan.

“Mitigasi bencana ke depannya dikoordinasikan dengan kepolisian dan BPBD,” kata Arif. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kejadian serupa dan memastikan keselamatan seluruh warga sekolah.

Redaksi Energi Juang News

 

Pajak Digital Tembus Rp 50,51 Triliun Hingga Maret 2026

Pajak Digital Tembus Rp 50,51 Triliun Hingga Maret 2026

Energi Juang News, Jakarta- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengumumkan capaian luar biasa dari sektor ekonomi digital. Hingga akhir Maret 2026, penerimaan pajak digital tembus Rp 50,51 triliun. Angka ini mencakup Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE), pajak kripto, pajak fintech seperti pinjaman online (pinjol), serta pajak dari Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP).

Tren Positif Pajak Digital

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti menegaskan basis pemajakan digital dan kepatuhan pelaku usaha terus naik. “Penerimaan pajak digital hingga Maret 2026 tetap menunjukkan tren positif meskipun terdapat beberapa penyesuaian data, termasuk pencabutan sejumlah pemungut PMSE,” ucapnya lewat keterangan resmi dikutip Rabu, 28 April 2026.

DJP catat 231 pemungut PMSE setor PPN PMSE mencapai Rp 38,76 triliun hingga 31 Maret 2026. Pada Maret itu, DJP tambah dua pemungut baru: Match Group Americas, LLC dan Ionos Inc. Sementara itu, Zendrive Inc. dan Tencent Mobile International Limited dicabut dari daftar.

Kontribusi Pajak Kripto dan Fintech

Pajak kripto kumpulkan Rp 2 triliun hingga Maret 2026. Rinciannya: Rp 246,54 miliar (2022), Rp 220,89 miliar (2023), Rp 620,38 miliar (2024), Rp 796,73 miliar (2025), dan Rp 118,31 miliar (2026).

Sementara pajak fintech sumbang Rp 4,77 triliun. Detailnya: Rp 446,39 miliar (2022), Rp 1,11 triliun (2023), Rp 1,48 triliun (2024), Rp 1,37 triliun (2025), dan Rp 360,38 miliar (2026).

Lonjakan dari PPN PMSE dan SIPP

Pajak SIPP hasilkan Rp 4,98 triliun hingga Maret 2026. Inge soroti kenaikan terbesar dari PPN PMSE (Rp 1,36 triliun) dan SIPP (Rp 884,21 miliar). “PPN PMSE mencatatkan peningkatan sebesar Rp 1,36 triliun, sementara pajak SIPP mencapai Rp 884,21 miliar,” ujarnya.

 

Redaksi Energi Juang News

Hindari Penyalahgunaan AI, Taylor Swift Ajukan Pendaftaran Merek Dagang

New York, Energi Juang News- Taylor Swift mengajukan permohonan pendaftaran merek dagang untuk suara dan fotonya. Hal itu merupakan langkah hukum baru yang bertujuan untuk melindungi identitas sang penyanyi dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.

Menurut warta Variety pada Senin (27/4), perusahaan Swift pada Jumat (24/4) mengajukan tiga permohonan merek dagang ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat.

Permohonan pendaftaran merek dagang yang diajukan mencakup suara Swift saat mengucapkan “Hey, it’s Taylor Swift” dan “Hey, it’s Taylor” serta visual Taylor Swift dalam satu foto.

Foto tersebut memperlihatkan Swift memegang gitar merah muda bertali hitam, mengenakan pakaian berkilau warna-warni, dan sepatu bot perak di panggung merah muda di depan mikrofon dengan latar cahaya ungu.

Permohonan pendaftaran merek dagang yang diajukan atas nama TAS Rights Management milik Swift ditemukan oleh pengacara kekayaan intelektual Josh Gerben dari Gerben IP.

Menurut Gerben, permohonan merek dagang tersebut mencerminkan peningkatan kekhawatiran di kalangan pelaku industri hiburan terhadap potensi bahaya penyalahgunaan kecerdasan artifisial atau AI untuk mengambil alih kendali atas suara dan kemiripan wajah artis tanpa persetujuan mereka.
“Secara teori, jika gugatan diajukan atas penggunaan suara Swift oleh AI, ia dapat mengklaim bahwa setiap penggunaan suara yang menyerupai merek dagang terdaftar melanggar hak merek dagangnya,” tulis Gerben.

Permohonan pendaftaran merek dagang Swift ini diajukan setelah langkah serupa yang dijalankan oleh pengacara aktor Matthew McConaughey membuahkan hasil.

Secara historis, merek dagang tidak dirancang untuk melindungi penampilan, suara, atau persona seseorang.
Namun, tim hukum McConaughey mengusung teori bahwa perlindungan merek dagang semacam ini dapat memberikan jalur hukum tambahan di luar klaim hak publisitas tradisional untuk melawan konten buatan AI yang menyalahgunakan kemiripan seseorang.
Kemiripan terhadap penampilan Swift telah digunakan tanpa izin dalam berbagai konten palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

Pengajuan merek dagang Swift dilakukan setelah pengacara McConaughey mengamankan merek dagang serupa.

Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada 2025 memberikan delapan merek dagang untuk aktor tersebut, termasuk merek suara pada audio McConaughey saat mengatakan “Alright, alright, alright!” dalam film komedi “Dazed and Confused” tahun 1993 serta klip audio serta video dirinya.

Para pengacara di balik strategi “merek dagang diri sendiri” McConaughey meyakini langkah ini dapat memberi tambahan senjata hukum saat aktor menghadapi replika AI yang memanfaatkan citra dan kemiripan dengannya tanpa izin.

 

Redaksi Energi Juang News

Dari Pengamat Jadi Pelaku, Skandal Numpang Tidur Berujung Bui

sejoli
sejoli

Energi Juang News,NTT- Di negeri yang penuh teori tapi minim praktik, Bendot, 35, justru mengambil jalur sebaliknya. Kalau orang lain cukup jadi pengamat, dia malah naik level jadi “pelaku lapangan”.

Kisahnya dimulai sederhana: numpang tidur. Alasan klasik, serupa mahasiswa kehabisan kuota—rumah penuh tamu. Maka melipirlah Bendot ke rumah Pentol, 30. Harusnya cuma rebahan, tapi namanya juga manusia dengan “visi tambahan”, malam jadi panjang dan penuh kemungkinan.

Sebagai guru SD Inpres di NTT, Bendot dikenal cukup aktif tapi sayangnya bukan cuma di kelas. Waktu luangnya diisi dengan kegiatan unik: mengamati istri tetangga. Bukan untuk penelitian ilmiah, tapi lebih ke “observasi penuh rasa penasaran”.

Minthul, istri Pentol yang disebut-sebut punya pesona “paket lengkap”, jadi objek utama. Gerak-geriknya diperhatikan, komentarnya decak kagum dilontarkan, bahkan sampai ada gombalan ala pengamat infotainment.

Pentol, sang suami, menemukan percakapan yang tak seharusnya ia baca. Dari situ, bukan cuma emosi yang meledak, tapi ia masih sanggup membendung emosi untuk menemukan bukti pendukung.

Otak Bendot yang sudah kemasukan setan berseloroh, “Punya istri cantik kok di rumah aja…” begitu kira-kira gumamnya, yang kalau didengar setan mungkin langsung dikasih standing ovation. Bendotpun mulai melancarkan aksi, dari chatting mesum, hingga berujung ngamar di hotel melati bareng. Semua terjadi begitu mulus, semulus paha Minthul yang keturunan jawa.

Minthulpun tak kuasa menahan serangan rudal fatah ala Bendot yang sudah tak terkendali itu. Padahal Phentol yang ahli IT dengan hati terkoyak mengamati dari jauh.

Dan benar saja, kata setan dan yang jelas bukan dosen pembimbing karena tidak cukup jadi pengamat. Harus ada teguran keras atas ulah kedua orang yang berhubungan terlarang itu, apalagi hubungan badan.. Maka dari situlah teori berubah jadi aksi penggerebekan.

Seperti pepatah modern: “Jejak digital lebih kejam dari mantan.” Chat yang seharusnya jadi rahasia, malah jadi barang bukti.

Minthul akhirnya mengakui semuanya. Tidak ada lagi drama penyangkalan ala sinetron. Semua jelas, semua terbuka, dan semua… terlambat untuk diperbaiki.

Tak butuh waktu lama, laporan pun masuk ke pihak berwajib. Bendot yang tadinya aktif “praktik lapangan”, kini harus praktik menghadapi pemeriksaan.

Kalau pengamat politik bisa dituduh tidak netral, Bendot jelas lebih dari itu—dia terlalu “terlibat”. Dari sekadar melihat, berkomentar, hingga akhirnya ikut bermain.

Ini bukan lagi soal moral tinggi atau rendah. Ini soal logika sederhana: kalau niat awal cuma numpang tidur, kenapa harus bangun dengan masalah?

Bendot mungkin berpikir dia hanya memanfaatkan situasi. Tapi yang terjadi, justru situasi yang “memanfaatkan” dia balik dan hingga berujung pada konsekuensi serius.

Redaksi Energi Juang News

Ratusan Karyawan Google Tolak Penggunaan AI oleh Pentagon

New York, Energi Juang News – Lebih dari 600 karyawan Google mengirimkan surat kepada CEO Sundar Pichai. Surat itu berisi desakan untuk menolak Pentagon menggunakan kecerdasan buatan (AI) milik Google untuk pekerjaan rahasia.

Seperti dilaporkan The Washington Post, surat yang dikirim pada Senin (27/4) itu meminta Pichai menghindari perjanjian apa pun dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengizinkan penggunaan rahasia AI milik Google.

Hal itu, menurut surat tersebut, akan membuat perwakilan Google tidak dapat melacak bagaimana teknologi tersebut digunakan.

“Kami ingin melihat manfaat kemanusiaan dari kecerdasan buatan, bukan melihat bagaimana teknologi itu digunakan dengan cara yang baik tidak manusiawi maupun sangat berbahaya. Ini tidak hanya mencakup persenjataan otonom yang mematikan dan pengawasan massal, tetapi lebih dari itu,” bunyi surat tersebut.

Karyawan Google menyebut pengembangan senjata otonom dan pengawasan massal adalah contoh penggunaan berbahaya terhadap kecerdasan buatan.

“Satu-satunya cara untuk menjamin bahwa Google tidak dikaitkan dengan bahaya tersebut adalah dengan menolak beban kerja rahasia apa pun. Jika tidak, maka penggunaan tersebut dapat terjadi tanpa sepengetahuan kami atau kekuatan untuk menghentikannya,” demikian pernyataan tersebut.

Redaksi Energi Juang News