Energi Juang News, Jakarta- Aktivitas belajar mengajar berubah menjadi kekacauan ketika plafon roboh menimpa puluhan siswa di SMKN 1 Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (27/4/2026). Puting beliung yang menerjang pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB melukai enam siswa dan membuat satu orang lainnya mengalami shock.
Kejadian ini terjadi ketika hujan deras disertai angin kencang menghantam sekolah menjelang waktu pulang. Dua ruang kelas yang bersebelahan mengalami kerusakan parah akibat plafon ambrol secara bersamaan. M. Arif Budiman, guru sekaligus staf hubungan masyarakat SMKN 1 Soreang, mengonfirmasi korban luka-luka dalam insiden tersebut.
Detik-detik Plafon Ambruk Timpa Puluhan Siswa
Plafon roboh menimpa 50 siswa kelas X jurusan perhotelan yang sedang belajar teori bersama guru mereka. Para siswa yang terluka mengalami luka lecet di tangan akibat tertimpa reruntuhan plafon. “Siswa yang luka ringan enam orang, satu orang lagi shock,” kata Arif kepada Tempo, Selasa (28/4/2026).
Sebelum plafon runtuh, sempat terlihat tanda-tanda retakan dan kebocoran. Siswa dan guru berusaha mengevakuasi diri keluar ruangan saat menyadari bahaya. Namun, beberapa siswa tertinggal karena kembali mengambil tas mereka dan akhirnya kejatuhan plafon.
Puting Beliung Berlangsung 15 Menit, Masjid Sekolah Juga Rusak
Hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sekitar satu jam. Angin puting beliung yang menyertai hujan berlangsung selama 15 menit dan bergerak dari depan sekolah menuju bagian tengah hingga belakang tempat dua kelas yang rusak berada.
Selain merusak plafon kelas, puting beliung juga menerbangkan sebagian atap masjid sekolah yang terbuat dari baja ringan. Kekuatan angin yang luar biasa membuat struktur bangunan tidak mampu bertahan.
Bangunan Baru Bantuan Pemprov Jabar Tak Tahan Cuaca Ekstrem
Ironis, bangunan kelas yang rusak tergolong baru dibangun. Dua kelas tersebut merupakan bagian dari total enam unit bangunan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ruangan yang sempat disegel pita polisi kini telah dibuka dan mulai diperbaiki oleh dinas terkait.
“Ruangan yang rusak sudah mulai diperbaiki oleh dinas,” ujar Arif. Siswa yang ruangan kelasnya rusak sementara belajar di ruang kelas XII yang para siswanya telah lulus menunggu wisuda.
Korban Ditangani UKS, 23 Rumah Warga Juga Terdampak
Para siswa yang terluka mendapat penanganan dari unit kesehatan sekolah. Mereka kemudian dipulangkan dengan diantar oleh guru. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama menyebutkan korban terdiri dari enam perempuan dan satu laki-laki.
Di waktu yang sama, sebanyak 23 rumah warga di Desa Soreang juga terdampak angin kencang. “Dari laporan kepala desa sebagian besar kerusakan pada atap rumah, beberapa pohon juga tumbang,” kata Uka, Senin (27/4/2026).
Kegiatan Belajar Kembali Normal, Mitigasi Bencana Diperkuat
Kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Soreang kembali normal pada Selasa (28/4/2026), sehari setelah kejadian. Sekolah yang memiliki enam jurusan dengan jam belajar dari pukul 06.30 WIB hingga 15.30 WIB ini menampung sekitar 1.640-an siswa per angkatan.
“Mitigasi bencana ke depannya dikoordinasikan dengan kepolisian dan BPBD,” kata Arif. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kejadian serupa dan memastikan keselamatan seluruh warga sekolah.
Redaksi Energi Juang News



