Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 792

BNPT: Sinergi Internasional Tangani Terorisme, Prasyarat Perdamaian Global

BNPT: Sinergi Internasional Tangani Terorisme, Prasyarat Perdamaian Global

Energi Juang News, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menilai kerja sama internasional di bidang terorisme merupakan prasyarat terwujudnya perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan global.

Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT RI Andhika Chrisnayudhanto dalam konferensi Global Security Forum (GSF) 2024 di Doha, Qatar, Selasa (21/5), menyampaikan bahwa Indonesia percaya akan semangat multilateralisme melalui kerja sama internasional dalam mengatasi ancaman terorisme.

BNPT Tegaskan Pentingnya Multilateralisme dalam Penanggulangan Terorisme

“Multilateralisme telah di-advokasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan pengesahan Strategi Penanggulangan Terorisme Global yang berfokus pada pencegahan terorisme, memperkuat kerja sama internasional, dan meningkatkan kapasitas nasional untuk mengatasi ancaman terorisme,” kata Andhika, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga : Ranperpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme: Ancaman terhadap Demokrasi

Dengan begitu, dia menilai perlu agenda bersama dengan terus meningkatkan kerja sama internasional guna menghadapi ancaman terorisme.

Peran Global Security Forum 2024 sebagai Forum Kerja Sama Keamanan

Adapun salah satu agenda bersama dalam meningkatkan kerja sama internasional menanggulangi ancaman terorisme, yakni konferensi Global Security Forum (GSF) 2024 di Doha, Qatar, yang diselenggarakan pada 20-22 Mei 2024 dengan tema Strategic Competition: The Complexity of Interdependence.

Salah satu pejabat tinggi yang hadir dalam acara tersebut, yakni Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani yang membuka acara GSF 2024.

Pejabat nomor dua di Qatar tersebut, dalam sambutannya, menekankan bahwa untuk menghadapi ancaman keamanan global yang saling berhubungan satu sama lain, seluruh pihak dituntut untuk meningkatkan kerja sama internasional dan aktif dalam lingkup multilateral, salah satunya melalui GSF 2024, sebagai platform untuk berbagi informasi, praktik baik, dan mencari solusi bersama.

Konferensi juga menghadirkan pejabat tinggi pemerintah, diplomat, komunitas intelijen, pelaku industri, akademisi, dan jurnalis.

Selain terorisme, topik-topik lain yang dibahas pada konferensi, antara lain manajemen rantai pasok, perubahan iklim sebagai pengganda ancaman, ketahanan energi, teknologi penting seperti semikonduktor kelas atas, kerawanan pangan, serta praktik penyanderaan oleh aktor negara dan non-negara, termasuk dampak peristiwa Gaza terhadap keamanan global.

Kegiatan GSF 2024 merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh The Soufan Center, sebuah organisasi non-profit independen yang menghasilkan penelitian, analisa, dan dialog strategis terkait kebijakan luar negeri dan tantangan keamanan global, termasuk penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme.

Redaksi Energi Juang News

Biksu Beristirahat Di Masjid, Teladan Toleransi Yang Baik

Gerak News, Jakarta- Pendakwah Digital, sekaligus peneliti el-Bukhari Institute, Ustaz Ahong memberikan tanggapan terkait berita viral tentang 44 biksu Thudong yang disambut masyarakat di Masjid Baiturrohmah, Bengkal, Temanggung, Minggu (19/5).

Para biksu itu mampir istirahat dalam perjalanan menuju Candi Borobudur.

Lebih lanjut, Ustaz Ahong mengapresiasi toleransi dan keramahan masyarakat Temanggung dalam menyambut para 44 orang biksu Thudong tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme dan saling menghormati antarumat beragama.

“Para Biksu berisitirahat di masjid, dan diterima sebagai tamu. Sebagai tuan rumah, takmir setempat menjamunya dengan baik. Ini teladan toleransi yang sangat baik, ” kata ustaz Ahong, sebagaimana dikutip dari akun X @Ustadz_Ahong, baru-baru ini.

Menurut Ustaz Ahong, peristiwa ini mengingatkan kita pada kisah Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang mempersilakan utusan Nasrani Najran untuk beribadah di masjid.

Ustaz Ahong mengutip riwayat yang dicatat oleh Ibn Ishāq, Ibn Jarīr, dan al-Baihaqi, yang menceritakan bagaimana Kanjeng Nabi dengan penuh toleransi mempersilakan utusan Nasrani tersebut untuk beribadah di masjid sesuai dengan keyakinan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

“Ibn Rajab al-Hanbali di antara ulama yang mensahihkan riwayat ini. Bahkan riwayat ini dikutip juga oleh Dārul Iftā al-Mishriyyah,” tambahnya.

Ustaz Ahong menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin, agama yang penuh kedamaian dan kasih sayang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kisah toleransi dan penghargaan terhadap agama lain dalam sejarah Islam.

Ia pun mengajak umat Islam untuk terus menjaga persaudaraan dan toleransi antar umat beragama, serta mencontohkan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam pergaulan dengan non-Muslim.

Lebih dari itu, pendakwah digital yang menerima penghargaan dari Ma’arif Award 2020 ini juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ia mengatakan bahwa toleransi adalah kunci untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Marilah kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini dengan saling menghormati perbedaan,” Ustaz Ahong menyerukan.

“Kita harus bersatu padu dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan sejahtera,” tutupnya.

Redaksi Gerak News

Wahabisme, Proksi Barat Melalui Saudi Di Era Perang Dingin

Gerak News, Jakarta- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Islah Bahrawi mengungkapkan Wahabisme adalah proksi Barat melalui Saudi sebagai gerakan ideologisasi penyeimbang di negara-negara Muslim untuk membendung merajalelanya komunisme pada masa Perang Dingin.

Namun setelah misinya selesai, Wahabisme ternyata menjadi gerakan liar yang memakan tuannya sendiri.

“Bahkan Saudi yang ikut melahirkan Wahabisme, belakangan mulai melepaskan diri dari stigma ajaran ‘penghakiman dan pengkafiran’ ini,” ujar Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia itu, baru-baru ini.

Sebagai contoh, sambung Islah, ketika para pemuka Wahabisme-Salafisme di banyak negara masih mengharamkan musik, Saudi malah semakin gencar mengadakan konser musik.

Lalu ketika bank konvensional diharamkan, kerajaan Saudi malah membuka keran bagi masuknya bank asing seperti Deutsche Bank, J.P. Morgan, BNP Paribas dan Standard Chartered.

“Dengan situasi Saudi hari ini, para penganut ajaran Wahabi-Salafi boleh saja berkelit: ‘Manhaj Salaf bukan Saudi’, namun tetap saja tidak bisa dipungkiri, rujukan dan literatur ajaran mereka direproduksi oleh kerajaan Saudi selama hampir dua abad lebih. Disebarkan melalui sekolah-sekolah, organisasi dan para sarjana yang dibiayai oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi di banyak negara,” papar Islah.

Islah melanjutkan,  ustaz-ustaz Wahabi-Salafi yang hari ini dikenal di Indonesia adalah bagian dari program ideologisasi masa lalu, yang hari ini seolah disesali oleh induknya.

Islah pun mengungkapkan, Wahabi dan Salafi adalah dua sisi dalam koin yang sama.

“Arus utama mereka pun sama: klaim kebenaran dan otentisitas. Hanya saja Wahabisme sangat revolusioner dalam pergerakannya, sedangkan Salafi lebih evolusioner. Visi dan misi keduanya juga sama: berupaya menerapkan hukum Islam sesuai penafsiran mereka di setiap wilayah tempat menyebarkan ajarannya,” paparnya.

Pada dasarnya, ujar Islah, mereka memiliki rujukan hukum dan sumber literatur yang sama. Hanya Salafi belakangan menghindar untuk memakai titel “Wahabi” karena terlalu identik dengan akar sejarah politik Saudi dan gerakan kekerasan atas nama Islam di seluruh dunia.

Para pendakwah Salafisme lebih samar dalam membangun antipati masyarakat terhadap perbedaan, sedangkan Wahabisme lebih tegas: ‘hitam dan putih.  Salafisme hanyalah transformasi metode baru dari gerakan Wahabisme masa lalu, yang secara substansi sejatinya tidak memiliki perbedaan,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Megawati Gugat Mahalnya Biaya Pendidikan Di Rakernas V PDI Perjuangan

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku heran dengan biaya pendidikan yang kini tengah menjadi perbincangan publik karena ‘dimahalkan’. Megawati mengatakan pendidikan harus terjangkau sebab penting untuk regenerasi.

“Urusan pendidikan sekarang saya aja ngelihat korannya aja pusing. Kenapa sih? Nggak ada apa hitungan bahwa kalau untuk anak-anak yang tidak berpunya, negara itu harus membiayai? Kenapa sih kok kayak nggak ada? Semuanya dimahalkan anak-anak kita yang akan menggantikan kita, terjadi regenerasi,” ujar Megawati di Rakernas PDI Perjuangan ke-V di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/5/2024).

“Mengapa saya selalu marah untuk PDI Perjuangan menjadi partai pelopor? Karena saya berkeinginan sepanjang Indonesia Raya ini ada yang telah diserahkan oleh para pendiri bangsa kepada kita, kita pun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan tetap ada untuk bisa juga abadi seperti negara Republik Indonesia yang kita cintai,” tambahnya.

Megawati meminta seluruh kader PDI Perjuangan untuk bergerak hatinya. Dia juga berbicara negara yang terus berupaya melakukan reformasi.

“Masak nggak terbakar ya? Kalau ngomong kayak gini ini kayaknya hanya halah ibu ngomong begitu doang, nggak ada namanya gerak di dalam jiwa kita bahwa itulah sebetulnya anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa kita telah menjadi insan manusia warga negara dari sebuah negara terjajah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat,” katanya.

“Kok sekarang keadaannya baru mau 79 tahun merdeka keadaannya baru yang namanya reformasi aja apakah harus ada re re re re reformasi hayo, jawab, gimana sih, apa yang kalian pikirkan? Gitu lho,” sambungnya.

Diketahui, kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) sedang dibicarakan di DPR. Awalnya kenaikan UKT disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke Komisi X DPR.

Lalu, Komisi X DPR menggelar rapat bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim. Kenaikan UKT itu disebut naik hingga 400%.

Redaksi Gerak News

Di Rakernas V PDI Perjuangan, Megawati Bicara Soal Pemimpin Otoriter Populis

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbicara soal pemimpin otoriter populis dalam pidato politiknya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V partai berlambang banteng moncong putih itu.

Berpijak dari pemikiran seorang pemikir kebhinekaan Sukidi, Megawati menyebut belakangan terjadi anomali dalam demokrasi di Indonesia. Anomali dalam demokrasi itu, kata dia, melahirkan kepemimpinan paradoks dan otoritarian.

“Terjadinya anomali demokrasi, secara gamblang dijelaskan oleh Dr. Sukidi, seorang pemikir kebhinekaan yang disegani. Sosok cendekiawan ini menjelaskan fenomena kepemimpinan paradoks yang memadukan populisme dan Machiavelli, hingga lahirlah watak pemimpin authoritarian populism (otoriter populis),” kata Megawati di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat.

Dalam karakter kepemimpinan yang demikian, lanjut Megawati, hukum dijadikan pembenar atas tindakan yang sejatinya tidak memenuhi kaidah demokrasi.

“Di sinilah hukum menjadi alat, bahkan pembenar dari ambisi kekuasaan itu. Inilah yang oleh para pakar disebut dengan autocratic legalism (legalisme otokratis),” sambung Presiden Kelima RI tersebut.

Menurut Megawati, solusi untuk menyelesaikan anomali dalam demokrasi bukan mencabut hak rakyat, melainkan menerapkan adagium Vox Populi Vox Dei bahwa suara rakyat merupakan suara Tuhan sehingga perlu dihargai.

“Terhadap keseluruhan apa yang terjadi, PDI Perjuangan diajarkan oleh sejarah untuk percaya pada Satyam Eva Jayate bahwa kebenaran pasti akan menang,” tutur dia.

Rakernas V PDI Perjuangan mengusung tema “Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang” dengan subtema “Kekuatan Kesatuan Rakyat, Jalan Kebenaran yang Berjaya. Rakernas tersebut akan berlangsung hingga Minggu (26/5).

Ketua Steering Committee Rakernas V PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menjelaskan bahwa Rakernas V PDI Perjuangan pada pokoknya membahas tiga persoalan, yakni sikap politik, perumusan program kerakyatan, hingga pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Adapun Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, Rakernas V menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja partai sejak pelaksanaan Kongres PDI Perjuangan tahun 2019. Di samping itu, juga musyawarah untuk mengembalikan kongres partai ke dalam siklus lima tahunan.

Basarah menambahkan, Rakernas ini juga merumuskan, memutuskan, dan memantapkan sikap politik PDI Perjuangan, baik sikap politik menyangkut kebijakan internal maupun eksternal organisasi.

“Di antaranya kita akan bahas prediksi dan proyeksi pemerintahan nasional, bangsa Indonesia lima tahun ke depan,” tutur Basarah saat konferensi pers sebelum pembukaan Rakernas V, Jumat.

Redaksi Gerak News

Komnas HAM: Pemerintah Harus Jamin Keamanan People’s Water Forum!

Gerak News, Jakarta- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan pemerintah bertanggung jawab untuk menjamin keamanan pelaksanaan People’s Water Forum (PWF) di Bali.

Hal ini disampaikan Komnas HAM merespons informasi serta pengaduan yang diterima dari LBH Bali, KRuHA, Forum Peduli Bali, dan Forum Pro Demokrasi Bali mengenai dugaan peristiwa penghalangan pelaksanaan PWF oleh organisasi masyarakat Patriot Garuda Nusantara (PGN) dengan cara-cara memaksa dan mengintimidasi, berupa perampasan banner, baliho, dan atribut agenda, serta melakukan kekerasan fisik terhadap beberapa peserta forum.

“Keamanan penyelenggaraan People’s Water Forum di Bali sebagai perlindungan atas kebebasan berkumpul secara damai adalah tanggung jawab negara terutama pemerintah,” ujar Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro dalam siaran persnya dikutip Kamis (23/5).

Atnike mengatakan pihaknya mendapatkan informasi perihal rangkaian intimidasi yang diterima oleh panitia kegiatan PWF. Puncaknya pada saat pelaksanaan kegiatan forum diskusi di Hotel Oranjje pada 20 Mei 2024.

“Kegiatan forum tersebut didatangi oleh sejumlah Satpol PP dan organisasi masyarakat yang meminta kegiatan untuk dibubarkan,” ucap Atnike.

Komnas HAM, terang Atnike, menyampaikan Bali senantiasa menjadi tempat perhelatan kegiatan berskala internasional, salah satunya saat ini adalah penyelenggaraan World Water Forum (WWF) yang membutuhkan pengamanan ekstra.

Dalam rangka pelaksanaan pengamanan kegiatan internasional tersebut, terang dia, pemerintah harus tetap menjunjung tinggi perlindungan HAM bagi setiap orang termasuk masyarakat sipil.

“PWF sebagai sebuah inisiatif masyarakat sipil merupakan bentuk hak untuk berkumpul secara damai serta hak untuk berekspresi dan berpendapat, dan bentuk partisipasi publik,” kata dia.

Atnike berujar forum masyarakat sipil telah hadir sebagai bentuk partisipasi publik di berbagai forum internasional di penjuru dunia. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat sipil perlu mendorong praktik baik bagi koeksistensi antara forum internasional yang diinisiasi negara dengan forum-forum masyarakat sipil.

Ia menambahkan prinsip hak atas kebebasan berkumpul secara damai dan hak atas kebebasan berekspresi telah diakui dan dilindungi oleh Pasal 23 ayat (2) dan Pasal 24 ayat (1) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, serta Pasal 19 dan Pasal 21 UU 12/2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights.

Atnike menjelaskan pengabaian dan pelanggaran terhadap hak tersebut dapat menimbulkan pelanggaran HAM sebagaimana diatur dalam Pasal 71 UU 39/1999 yang menyatakan pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, dan memajukan HAM.

“Menindaklanjuti informasi tersebut serta guna menjaga kondisi yang kondusif, Komnas HAM telah berkoordinasi dengan pihak Polda Bali dan Mabes Polri,” ucap dia.

“Komnas HAM juga telah bersurat kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) melalui surat nomor 027/PM.00/0.1.0/V/2024 tanggal 21 Mei 2024,” lanjutnya.

Komnas HAM meminta Polri untuk di antaranya memberikan jaminan keamanan bagi terlaksananya kegiatan PWF sebagai bentuk hak atas kebebasan berkumpul secara damai dan mengeluarkan pendapat dan mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang.

Kemudian melakukan penegakan hukum terhadap pelaku yang diduga melakukan tindakan kekerasan dan main hakim sendiri terhadap para peserta, panitia, dan fasilitator kegiatan PWF. Serta mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan adanya aparat penegak hukum yang terlibat dan bertanggung jawab dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Redaksi Gerak News

Pertamina Bersinergi Dengan Masdar Kembangkan PLTS Dan PLTB

Gerak News, Jakarta- Pertamina New & Renewable Energy atau Pertamina NRE menandatangani nota kesepahaman dengan Masdar terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang akan dikembangkan di Indonesia maupun negara lain.

Penandatanganan dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John Anis dan Direktur Pengembangan dan Investasi Masdar Abdulla Zayed pada Selasa, 21 Mei 2024.

Disaksikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Energi dan Infrastruktur Persatuan Emirat Arab (PEA) Suhail Mohammed Faraj Al Mazroui, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI Eniya Listiani Dewi, Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri, Duta Besar Indonesia untuk PEA Husin Bagis, serta Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Nicke menyampaikan, Pertamina mendorong kepada seluruh subholdingnya untuk melakukan kerja sama dengan mitra dengan prinsip yang saling menguntungkan. “Dengan kerja sama ini, Pertamina NRE sebagai ujung tombak pengembangan energi baru terbarukan di Pertamina bisa membuka banyak peluang untuk semakin ekspansif dan go global,” ujarnya.

Sedangkan CEO Pertamina NRE John Anis menyatakan bahwa cakupan kerja sama ini akan diperluas. “Kami memiliki kesamaan kompetensi, bisa saling melengkapi dan diharapkan membuka akses yang lebih luas lagi di skala global,” ucapnya.

Ia berharap kerja sama ini menjadi salah satu perwujudan dukungan Pertamina bagi pemerintah guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) di 2060 mendatang.

Adapun, CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi bahwa melalui kerja sama ini, Persatuan Emirat Arab menunjukkan komitmennya untuk kemajuan sektor energi di Indonesia khususnya berfokus pada pengembangan energi terbarukan.

“Selaras dengan Konsensus PEA dalam COP 28, Masdar berkomitmen untuk membangun kemitraan yang dapat menghasilkan solusi transformatif untuk menciptakan akses terhadap energi bersih. Upaya bersama yang dilakukan Masdar dan Pertamina NRE akan menjadi katalisator investasi di hidrogen hijau, tenaga surya, dan tenaga angin, dan memposisikan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam transisi energi global,” kata Jameel.

Nota Kesepahaman antara Pertamina NRE dan Masdar ini mencakup antara lain, melakukan studi kelayakan dalam pengembangan PLTS dan PLTB, serta tidak menutup kemungkinan power to hydrogen. Tidak saja menjajaki potensi di Indonesia tetapi juga negara lain. Nota kesepahaman ini berlaku untuk periode satu tahun.

Pertamina NRE dan Masdar telah memiliki hubungan yang baik, di mana Masdar berinvestasi di PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) yang merupakan anak usaha Pertamina NRE.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, kiprah Pertamina NRE dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis energi bersih merupakan salah program inisiatif penurunan emisi.

“Inisiatif transisi energi dan upaya penurunan emisi menjadi komitmen Pertamina dalam sustainability energi di masa depan. Hal ini sejalan dengan peran PNRE yang besar dalam energi transisi,” ujarnya.

Saat ini Pertamina menerapkan strategi pertumbuhan ganda, yakni memperkuat bisnis eksisting dan membangun bisnis rendah karbon, energi yang lebih bersih, berkelanjutan, serta menjadi bisnis masa depan Pertamina.

Redaksi Gerak News

Tokoh NU: Bila Cari Kesalahan Agama Lain, Zakir Naik Serakah!

Gerak News, Jakarta- Penceramah ternama asal India, Dr Zakir Abdul Karim Naik atau Zakir Naik akan kembali melakukan safari dakwah atau tur dakwah ke Indonesia yang direncanakan pada Agustus-September 2024 mendatang.

Sebelumnya Zakir Naik pernah melakukan tur dakwah serupa ke Indonesia pada 2017 lalu.

Soal rencana kedatangan Zakir Naik ini, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia sekaligus tenaga ahli Mabes Polri, Islah Bahrawi memberi komentar soal sosok dan kiprah Zakir Naik.

Komentarnya itu diunggahnya di akun Instagramnya @islah_bahrawi, Rabu (22/5/2024).

Islah mengatakan ada kawannya yang menyatakan Zakir Naik itu cerdas dengan sejumlah alasannya.

Ada kawan yang bilang Zakir Naik itu cerdas, bisa mencari kesalahan agama selain Islam dan menjelaskan kebenaran Islam dengan pendekatan logis dan empiris,” kata Islah.

Islah lalu mempertanyakan kemapa menyalahkan suatu agama harus logis.

“Saya tanya; “sejak kapan membenarkan atau menyalahkan suatu agama itu harus logis? Jelas-jelas semua agama berbasis dogma kok masih berusaha dilogikakan. Agama itu keimanan, logis ndak logis ya harus diyakini!”,” kata Islah.

Menurut Islah ancaman terkuat bagi agama-agama bukanlah agama lain tetapi ateisme.

Mereka kata Islah meninggalkan agama bukan karena pindah ke agama lain, tetapi karena tidak percaya Tuhan.

“Ancaman terkuat bagi agama-agama hari ini bukanlah agama yang lain, tapi ateisme. Banyak orang belakangan ini yang meninggalkan agamanya diam-diam bukan untuk pindah agama, tapi karena tidak percaya lagi adanya Tuhan,” ujar Islah.

Kalau pak Zakir itu memang betulan pinter, mending suruh nulis buku untuk ngelawan “Big Bang Theory”-nya Stephen Hawking dan “God Delusion”-nya Richard Dawkins saja,” gugat Islah.

“Puluhan juta jilid buku mereka dibaca oleh generasi muda di seluruh dunia yang membuatnya lebih meyakini ateisme. Tidak terkecuali pemuda-pemudi Muslim di Asia Selatan, Tenggara dan Timur Tengah,” kata Islah.

Menurut Islah jika hanya pintar mencari celah kesalahan agama lain, maka itu namanya adalah serakah.

“Kalau kerjaannya hanya mencari celah kesalahan agama orang lain — yang juga percaya adanya Tuhan — bukan pinter namanya, tapi serakah. Kalau memang cerdas dan logis seharusnya tidak akan menjadikan Tuhan sebagai obyek sengketa,” papar Islah.

Sebelumnya Pengawas Pengurus Yayasan Dr Zakir Naik Indonesia, Koh Hanny Kristianto membenarkan rencana kedatangan Zakir Naik ke Indonesia.

Hanny mengatakan penceramah asal India itu akan memulai safari dakwahnya mulai 19 Agustus sampai 18 September 2024.

“Posted @withregram • @drzakirnaik.id ARE YOU READY?? 6 tahun sudah berlalu, akhirnya, Dr. Zakir Naik akan kembali ke Indonesia pada tahun 2024 ini!,” kata Hanny.

“Buat kalian yang sudah lama menunggu, ini adalah kesempatan emas untuk mendengar ceramah beliau secara langsung,” tambah Hanny.

Redaksi Gerak News

ESDM Bersinergi Dengan Kedubes AS Gelar Workshop Energi Bersih

Gerak News, Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia menyelenggarakan workshop bertajuk “Clean Energy for Indonesian Industrial Zones: Battery-to-Electric Vehicle (B2EV)“, acara tersebut digelar pada tanggal 21-22 Mei 2024 di Jakarta.

Workshop tersebut mengundang berbagai narasumber dan dihadiri oleh stakeholder dari pemerintah, swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga asosiasi dari kedua negara. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi energi bersih yang ramah lingkungan dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) kawasan industri Indonesia serta memperkuat pengembangan rantai pasokan baterai kendaraan listrik dan meningkatkan daya saing industri di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan workshop dilaksanakan untuk berbagi pengalaman serta pengetahuan terkait teknologi dalam pengembangan energi bersih, khususnya adalah terkait pemanfaatan kendaraan listrik termasuk ekosistemnya dalam melakukan dekarbonisasi.

“Selain itu, kegiatan ini juga akan membuka peluang kerja sama dan jaringan bisnis bagi entitas industri yang ada di kedua negara (Indonesia-AS), dan akan memiliki kesempatan bermitra dengan pemerintah AS dari sisi dukungan finansial dalam penerapan energi bersih di Indonesia,” ujarnya, Kamis (23/5/2024). 

Pada kesempatan yang sama, Plt Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Jason P Rebholz mengatakan pengembangan energi terbarukan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara. AS berkomitmen dalam mendukung pengembangan baterai dan kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia.

“Workshop hari ini semakin menggarisbawahi komitmen kami terhadap kemitraan tersebut. Teknologi AS dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia sekaligus mendorong pengembangan peluang menarik dalam ekonomi inklusif di Indonesia,” jelasnya.

Adapun rangkaian workshop ini berisikan diskusi panel dengan berbagai macam topik berkaitan dengan pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik, alternatif pemanfaatan energi bersih, tata kelola sesuai dengan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berkelanjutan di sektor pertambangan dan manufaktur. 

Kemudian rangkaian lainnya ialah sesi table dialogue yang dimoderatori Net Zero World dan juga Departemen Energi AS untuk mendiskusikan berbagai sudut pandang peserta workshop dalam pembahasan terkait clean energy bagi industri dan pengembangan baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia.

Redaksi Gerak News

Rakernas V PDI Perjuangan ‘Dibakar’ Kobaran Api Abadi Mrapen

Gerak News, Jakarta- PDI Perjuangan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) V yang membahas sikap politik partai ke depan hingga strategi pemenangan menghadapi Pilkada serentak 2024, di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, pada 24-26 Mei 2024.

Rakernas akan diawali dengan prosesi menggelorakan semangat juang melalui “Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam,” yang dimulai pada Jumat, 17 Mei 2024, dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Api perjuangan ini menempuh perjalanan melintasi 20 kabupaten/kota dengan jarak total 526 km, dan akan tiba di Jakarta pada Kamis, 23 Mei 2024.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ikut membawa obor api abadi Mrapen menuju lokasi Rakernas V PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat 24 Mei 2024. Menurut Hasto, obor api abadi Mrapen bergerak melintasi 20 kabupaten dan kota sejak diambil dari Grobogan menuju lokasi Rakernas V PDI Perjuangan.

“Obor Api ini kemudian bergerak menempuh 20 kabupaten kota, menempuh jarak 526 kilometer dan menggelorakan semangat juang seluruh simpatisan dan kader PDI Perjuangan,” kata Hasto.

Obor api abadi Mrapen tiba di Jakarta pada 23 Mei 2024 dengan dibawa oleh pelari dan kader PDI Perjuangan. Hasto  menerima obor api abadi Mrapen setibanya di Jakarta, lalu  ikut berlari membawa ke lokasi Rakernas di Ancol.

Hasto mengatakan rakernas ini menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2024. Rakernas juga merumuskan sikap politik partai terkait konsolidasi menghadapi Pilkada serentak, dinamika politik nasional dan internasional, serta isu-isu pokok rakyat.

“Rakernas juga akan membahas berbagai persoalan pokok rakyat yang jelas direspon oleh PDI Perjuangan dan juga akan disampaikan sikap politik yang berkaitan dengan tantangan-tantangan demokrasi yang akan datang,” ujarnya.

Dalam rakernas itu, PDI Perjuangan akan mendengarkan suara arus bawah yang disampaikan oleh DPC, DPD Partai. Rakernas kali ini mengusung tema besar “Satyameva Jayate: Kebenaran Pasti Menang” dan subtema “Kekuatan Persatuan Rakyat dalam Kebenaran”.

Rakernas V ini akan diikuti oleh 4.858 peserta. Rinciannya, 2.160 peserta yang berasal dari fungsionaris DPP Partai, ketua, sekretaris, dan bendahara DPD atau DPC partai, anggota DPR RI, badan dan sayap partai, ketua, sekretaris, bendahara DPLN dari 16 negara, anggota DPRD provinsi atau Kabupaten atau Kota, kepala dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan, dan calon anggota DPR RI terpilih pemilu 2024 yang non inkumben.

“Sehingga pada saat pembukaan jumlah peserta mencapai 4858 peserta,” kata Hasto.

Redaksi Gerak News