Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 793

BPIP Nilai Klaten Jadi Mercusuar Pembinaan Ideologi Pancasila

Gerak News, Jakarta- Pemkab Klaten menggelar Sosialisasi Produk Hukum dan Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Camat dan Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Klaten. Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta camat dan kepala desa se-Kabupaten Klaten.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Tegulasi BPIP, Adhianti menilai Perda yang dicanangkan Pemkab Klaten tersebut dapat dijadikan mercusuar nasional terkait implementasi pembinaan ideologi Pancasila dan penguatan wawasan kebangsaan di daerah.

Ia mengatakan, Perda Kabupaten Klaten Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan merupakan wujud perhatian Pemkab Klaten terhadap pentingnya penanaman ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dalam semua lini.

“Ada beberapa hal penting yang menggugah BPIP untuk hadir ke sini (Klaten), salah satu yang utama karenna adanya Perda Kabupaten tentang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan,” kata Adhianti di Pendapa Setda Kabupaten Klaten, Selasa (21/5/2024).

Ia turut mengapreasiasi Perda tersebut dan mengaku ingin berkolaborasi dalam pengimplementasiannya ke daerah lainnya. “Jika diberi kesempatan, mari kita sama-sama bawa Perda ini ke seluruh Indonesia sebagai mercusuar pertama,” ajaknya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, lewat kegiatan yang diinisiasi Biro Hukum dan Organisasi BPIP melalui Tim Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) BPIP itu dapat memberikan gambaran penerapan indikator nilai Pancasila dalam proses pembentukan berbagai produk hukum yang disusun camat hingga lurah atau kepala desa.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong camat, lurah, dan kepala desa dapat melaksanakan pembinaan ideologi Pancasila kepada masyarakat,” terangnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono yang hadir mewakili Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan, produk hukum yang solid dan pemahaman yang mendalam dalam nilai-nilai Pancasila adalah kunci dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab. Produk hukum yang baik pun nantinya dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan efektif.

“Kita perlu memastikan setiap aturan yang dibuat dapat kita pahami bersama. Selain itu, pemahaman yang mendalam terhadap ideologi Pancasila juga merupakan hal yang sangat penting. Pancasila bukan hanya sekedar semboyan, tapi merupakan landasa filosofis bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Redaksi Gerak News

Pembunuh Vina Ditangkap, Ini Kata Sutradara Film Vina

Gerak News, Jakarta- Sutradara film Vina: Sebelum 7 Hari, Anggy Umbara, angkat bicara soal penangkapan salah satu buron kasus pembunuhan Vina Cirebon, Pegi Setiawan alias Pegi Perong.

Anggy mengungkapkan rasa syukurnya karena karyanya membuat kasus ini kembali ramai hingga Pegi yang disebut sebagai dalang atau otak pembunuhan Vina Cirebon bisa ditangkap.

Namun demikian, Anggy Umbara berharap agar pria yang saat ini diamankan bukan korban salah tangkap.

“Tanggapan saya sih semoga tidak salah tangkap,” kata Anggy, Rabu (22/5/2024).

Ia meminta polisi untuk membuktikan bahwa Pegi merupakan pelaku yang sebenarnya. Anggy Umbara juga berharap agar kasus ini tidak diwarnai dengan intimidasi.

“Saya pengen pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku, tanpa ada power abuse atau intimidasi apapun terhadap hukum yang berlaku di negara ini, itu aja sih,” ucapnya.

“Kalau emang dia bersalah ya dikasih hukuman, kalau emang dia terbukti nggak bersalah ya harus dibebaskan,” sambungnya.

Di sisi lain, Anggy mengaku puas karena karyanya membuat kasus pembunuhan Vina menjadi sorotan dan berdampak pada perkembangan kasus yang sempat mandek selama 8 tahun.

Ia bilang, film Vina: Sebelum 7 Hari dibuat dengan penuh perjuangan bersama kru dan pemain.

Meski pun tugas setiap manusia hadir di dunia ini kan untuk memberikan manfaat dengan dibuatnya film ini dan bisa melakukan perubahannya itu salah satu manfaat yang Alhamdulillah bisa kita lakukan,” ujar Anggy Umbara.

Seperti diketahui, polisi telah berhasil menangkap satu dari tiga buron kasus pembunuhan Vina, yakni Pegi Setiawan alias Pegi Perong, di Kota Bandung, Selasa (21/5/2024).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya tengah mendalami peran Pegi, apakah benar ia merupakan dalang pembunuhan Vina dan Eki atau tidak.

“Terkait peran apakah sebagai pelaku atau hanya ikut saja atau juga sebagai dalang otak pembunuhan masih kami dalami, perkembangannya secepatnya akan kami sampaikan,” ungkap Kombes Jules, Rabu.

Dengan ditangkapnya Pegi, berarti saat ini tersisa dua buron yang masih berkeliaran, yakni ani (28) dan Andi (31). 

Sebagai informasi, kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina di Cirebon kembali menjadi sorotan usai film Vina: Sebelum 7 Hari tayang di bioskop, Rabu (8/5/2024).

Vina dibunuh 11 anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 27 Agustus 2016 malam.

Delapan pelaku pembunuhan Vina dan Eki telah ditangkap dan diadili. Tujuh di antaranya dihukum penjara seumur hidup, sedangkan satu lainnya dihukum delapan tahun penjara dan kini sudah bebas.

Redaksi Gerak News

Film Lafran Gelar Penayangan Khusus Di 35 Kota

Gerak News, Jakarta- Film Lafran yang diperkuat oleh sejumlah aktor yaitu Dimas Anggara, Lala Karmela, Mathias Muchus, Tanta Ginting, Ariyo Wahab,hingga Farandika akhirnya akan tayang di bioskop Tanah air mulai 20 Juni 2024 mendatang. 

Film ini sejatinya sudah diproduksi cukup lama kurang lebih enam tahun silam. Film garapan sutradara Faozan Rizal  terpaksa tertunda penayangannya karena pandemi Covid-19.

Menariknya, menjelang penayangan film Lafran di bioskop, film yang merupakan film biografi tentang pahlawan nasional Lafran Pane sekaligus pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menggelar pemutaran khusus di 35 kota dimulai sejak awal bulan Mei sampai akhir Juni 2024 mendatang.

Pemutaran khusus di 35 kota mendapat dukungan penuh dari para anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Pemutaran khusus yang sudah berhasil terlaksana yaitu di Jakarta, Lampung, Padang, Medan, dan Semarang. Di 5 kota tersebut sudah berhasil ditonton lebih dari 10 ribu orang. 

Film Lafran ditargetkan minimal bisa mendatangkan 1 juta penonton ke bioskop.

“Semoga target 1 juta penonton bisa tercapai sebelum dan sesudah film dirilis secara resmi di bioskop mulai 20 Juni 2024 nanti,” kata Arief Rosyid selaku Produser Eksekutif film Lafran, dalam keterangannya, Senin (20/5).

Dia menambahkan, ffilm Lafran penting sekali ditonton karena bisa memberikan banyak nilai positif dan dapat membuka ruang-ruang kesadaran, menginspirasi, serta dapat memotivasi anak-anak muda masa kini. Kecintaan Lafran pada Indonesia demikian besar.

Akan tayang di tengah melejitnya film horor, film Lafran diharapkan bisa menjadi tontonan alternatif yang menawarkan sesuatu yang berbeda.

“Sukses bertubi film-film horor dan menjadikannya sebagai film arus utama, seakan menisbikan film-film biografi seperti Lafran. Itu sebabnya, kami menyebutnya film Lafran ini sebagai film benar-benar laen’,” ujar Deden Ridwan, Produser film Lafran, menyitir film Agak Laen yang berhasil menjadi  film box office di tahun ini.

Redaksi Gerak News

Pj Gubernur Bali Sayangkan Pembubaran Diskusi LSM Oleh Ormas

Gerak News, Jakarta- Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menegaskan tidak ada larangan terkait diskusi People’s Water Forum (PWF) yang diselenggarakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pro Demokrasi (Prodem) Bali. Diskusi itu sebelumnya dibubarkan organisasi masyarakat (ormas) Patriot Garuda Nusantara (PGN).

“Saya sangat menyayangkan, saya katakan kami tidak pernah melarang membatasi siapapun warga negara kita berekspresi, apalagi dalam forum akademik,” ujar Mahendra di DPRD Bali, Denpasar, Rabu (22/5/2024).

Mahendra secara tegas tidak pernah mengeluarkan larangan tertulis maupun lisan untuk kegiatan berdiskusi dari masyarakat. Ia bahkan tidak mengetahui ada ormas PGN. Saya nggak kenal juga nggak tahu ada PGN, nggak pernah tatap muka,” lanjutnya.

Mantan Stafsus Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menilai PWF dan WWF memiliki tujuan yang sama, yakni untuk menjaga kesediaan air untuk kelangsungan hidup.

“Tujuannya sama apalagi kegiatan dilaksanakan dalam suatu forum akademis, tentunya tidak perlu (ada pembubaran),” tegas pria asal Buleleng itu.

Mahendra juga menjelaskan soal peranan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lokasi diskusi PWF. Menurutnya, Satpol PP berada di lokasi karena terdapat informasi keributan.

Pensiunan Polri berpangkat bintang dua di pundak itu memastikan tidak ada tindakan apapun dari Satpol PP. “Hanya mencegah, saya tegaskan kami mengapresiasi kebebasan berekspresi dari masyarakat,” tegas Mahendra.

Mahendra juga menegaskan jika ormas tidak boleh menutup hotel. “Menutup hotel tidak boleh itu terjadi kenapa karena ini kan negara hukum tidak boleh terjadi,” tandasnya.

Sebelumnya, aksi premanisme oleh ormas PGN dengan mengintimidasi diskusi PWF di Hotel Oranjje, Denpasar. Mereka membawa-bawa nama polisi dan Pj Gubernur Bali.

Salah seorang pentolan ormas PGN, Pariyadi, beralasan pembubaran acara Forum Air Milik Rakyat berdasarkan Peraturan Gubernur Bali.

“Peraturan Gubernur melarang kegiatan seperti ini. Kami Patriot Garuda Nusantara menolak adanya kegiatan dan ini sudah tidak benar,” ujar Pariyadi, Senin (20/5/2024).

Redaksi Gerak News

Rayakan Waisak, Puluhan Biksu Asia Lakukan Thudong Ke Candi Borobudur

Gerak News, Jakarta- Ditengah suhu Asia Tenggara yang sedang panas-panasnya, sekitar 40 biksu Thailand, Singapura, Malaysia, Korea, dan Indonesia, melakukan perjalanan ke Candi Borobudur.

Para biksu dari luar negeri sebelumnya melakukan perjalanan menggunakan kapal dari Singapura ke Batam, dilanjutkan dengan pesawat ke Jakarta, dan berjalan kaki menuju Candi Borobudur.

Kamis, 16 Mei 2024, para biksu ini telah tiba di Vihara Simar 2500 Buddha Jayanti Semarang. Perjalanan panjang ini merupakan bagian dari perayaan hari raya Waisak. Mereka telah tiba Selasa, 21 Mei 2024, dan disambut masyarakat setempat, baik umat buddha yang merayakan maupun nonbuddhis.

Perjalanan jauh yang disebut sebagai thudong oleh para biksu ini punya makna secara spiritual. Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2568 BE/2024 YM Bhikkhu Dhammavuddho Thera mengatakan bahwa tradisi thudong adalah sarana untuk belajar sabar.

“Di zaman modern sekarang, tradisi thudong masih tetap dilestarikan,” kata Bhikkhu Dhammavuddho, dalam keterangan tertulis 17 April 2024.

“Akan tetapi, karena saat ini sudah berdiri vihara-vihara dan didukung oleh berbagai fasilitas, maka tradisi thudong boleh dikatakan sebagai sebuah rangkaian perjalanan dengan mempraktikkan ajaran Buddha.”sambungnya.

Tradisi thudong adalah perjalanan ritual yang harus menempuh ribuan kilometer. J. L. Taylor dalam buku Forest Monks and the Nation-state: An Anthropological and Historical Study in Northeastern Thailandthudong secara harafiah adalah melatih. Istilah ini berasal dari bahasa Pali “dhutanga” yang berarti “latihan keras”.

Selama perjalanan, para biksu akan berjumpa dengan segala makhluk yang ada di muka bumi, termasuk manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Perjalanan ini merupakan upaya meditasi dengan mendekatkan diri pada alam. Hal ini merupakan bagian dari perintah 13 praktik pertapaan biksu buddhis (dhutanga) yang dianjurkan Buddha Gautama.

Selama thudong, para biksu hanya makan sehari sekali. Dari sinilah mereka harus melatih kesabaran. Ditambah, situasi panas dan perjalanan panjang yang melelahkan harus dihadapi.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, menyambut kedatangan rombongan thudong ini. Tidak jarang organisasi masyarakat bahkan mengawal perjalanan supaya para biksu bisa tiba dengan selamat sampai tujuan. Masyarakat sipil juga memberikan makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan dan memberi semangat.

Akan tetapi, para biksu tidak boleh sembarangan makan dan minum. Mereka hanya boleh makan buah yang tidak lebih dari sekepal tangan. Waktu makan mereka khusus pada saat matahari terbit.

Para biksu juga tidak mengonsumsi makan dan minuman banyak-banyak. Mereka tidak akan menyimpan makanan. Makanan berlebih atau tidak sesuai akan dibawa para biksu ke pihak vihara.

Memang, praktik thudong yang dilakukan para biksu ini merupakan bagian dari ajaran Buddha. Akan tetapi, tradisi ini telah mengalami perubahan dalam sejarah, seiring dengan perubahan kondisi saat ini. 

Dalam sejarahnya, thudong diyakini sudah ada sejak abad keenam hingga keempat SM di India. Ritual thudong dilakukan oleh Sang Buddha yang bertapa dan mengembara. Para pengikut Sang Buddha, termasuk para biksu dan biksuni mengembangkan praktik pengembaraan ini untuk mencapai titik terdalam meditasi.

Praktik ini dikenal dalam sebuah kitab abad kelima yang disebut Visuddhimagga (Jalur Penyucian). Kitab ini disusun oleh filsuf Buddhaghosa dan memuat praktik ajaran Theravada. Buddhaghosa menyebutkan bahwa jika ingin mencapai pencerahan dan nirwana (kebebasan), harus melalui pertapaan. Praktik pertapaan ini salah satu di antaranya adalah thudong atau mengembara.

Visuddhimagga menganjurkan untuk meninggalkan tempat keramaian di mana para biksu bisa mengisolasi diri dari godaan duniawi dan gangguan. Mereka yang menginginkan nirwana harus memfokuskan diri di tempat sepi dan damai dengan bermeditasi, sehingga dapat mengembangkan spiritualitasnya.

Dengan demikian, perbedaan antara thudong dulu dan kini terletak dari tempat tujuannya. Hari ini, thudong bisa dilakukan dengan menziarahi tempat-tempat suci dan bermeditasi, termasuk ke Candi Borobudur dalam perayaan Waisak.

“Di zaman modern sekarang, tradisi tetap dilestarikan, tetapi vihara sudah ada, jadi digeser menjadi satu rangkaian perjalanan, misalnya dalam rangka Waisak,” kata  Bhikkhu Dhammavuddho.

Redaksi Gerak News

Perkuat Hubungan, Vatikan Akan Dirikan Kantor Permanen Di China

Gerak News, Jakarta- Vatikan berencana mendirikan kantor permanen di China sebagai upaya meningkatkan hubungan diplomatik.

Hubungan antara Vatikan dengan China yang menganut paham komunis secara historis tidak terlalu hangat. Namun, upaya normalisasi hubungan muncul sejak pakta penting Paus Fransiskus pada 2018 tentang pengangkatan uskup.

Kami sudah lama berharap bisa hadir secara stabil di China,” kata Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin, dikutip dari Reuters, Rabu 22 Mei.

Parolin, yang merupakan wakil Paus Fransiskus menambahkan, Vatikan sedang mempertimbangkan formula diplomatik baru untuk hal tersebut.

Vatikan memperoleh izin tahun lalu untuk mendirikan Perwakilan Tetap Kepausan di Vietnam. Vietnam diketahui dikelola komunis dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Vatikan.

Parolin kemudian menyarankan agar utusan Vatikan untuk China mungkin mengambil gelar yang berbeda.

“Bentuknya boleh berbeda-beda, jangan terpaku pada satu arah saja,” ujarnya.

Parolin mengatakan, pengakuan Vatikan terhadap Dewan Uskup China, yang dikendalikan oleh Partai Komunis China juga ada dalam agenda yang sedang disusun Vatikan.

Redaksi Gerak News

PLN Sepakati Perjanjian Sertifikat Energi Terbarukan Dengan Perusahaan Nikel

Gerak News, Jakarta- PT PLN (Persero) meneken Perjanjian Pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dengan PT Ceria Metalindo Prima (Ceria Group). Yang, merupakan perusahaan pertambangan dan pemurnian nikel di Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Moch. Andy Adchaminoerdin mengatakan, langkah ini menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung industri nikel berkelanjutan di Indonesia, melalui layanan REC.

“Langkah ini sebagai upaya untuk mencapai target pengurangan emisi karbon menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 sebagaimana yang dicanangkan oleh Pemerintah,” kata Andy dalam keterangannya, Selasa, 21 Mei 2024.

Selain itu, PLN dan Ceria Group juga menandatangi Perjanjian Pinjam Pakai Lahan untuk Pembangkit Listrik Inter Temporal Capacity (ITC), yang dilaksanakan pada Senin, 20 Mei 2024 di Kantor Pusat PLN.

“Kami sangat mengapresiasi atas kepercayaan PT Ceria Metalindo terhadap PT PLN (Persero) dan telah membuktikan komitmennya dalam menggunakan energi bersih melalui Perjanjian Jual REC,” ujar Andy.

REC merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh PLN dengan pengakuan internasional melalui APX, Inc. yang berbasis di Amerika Serikat, sebagai operator dari Tradable Instrument for Global Renewables (TIGRs).

Mereka menyatakan bahwa listrik yang digunakan Ceria Group berasal dari sumber energi terbarukan, dengan setiap 1 unit sertifikat REC mewakili konsumsi energi listrik 1 Megawatt-hour (MWh).

“Kami berkomitmen penuh dalam menyediakan layanan kelistrikan yang andal, tepat waktu bagi Ceria Group dan yang terpenting bersumber dari energi bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Edi Srimulyanti mengungkapkan, kebijakan hilirisasi nikel yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi telah mendorong PLN untuk berinovasi, salah satunya dengan memberikan layanan REC bagi pelaku industri nikel.

Inovasi hijau ini membuka kesempatan pelanggan untuk ikut berpartisipasi dalam penurunan emisi. Selain itu memudahkan pelanggan mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi terbarukan secara internasional.

“Pemberian layanan REC PLN untuk Ceria Group tentu tidak mudah karena harus melalui berbagai tahapan penilaian dan pengujian secara menyeluruh,” ujarnya.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: Optimalisasi Indometal Oleh MIND ID Perkuat Indonesia Di Pasar Dunia

Gerak News, Jakarta-Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menilai upaya MIND ID untuk mengoptimalkan peran Indometal London Ltd, bisa memperkuat pengaruh Indonesia dalam pasar tambang dunia.

Gus Falah mengatakan, bila Indometal London  dioptimalkan dalam melakukan pemasaran dan perdagangan komoditas mineral di pasar global, maka Indonesia tidak akan bisa didikte oleh negara lain dalam pasar komodotas tambang.

“Justru, mungkin saja Indonesia mengontrol pasar tambang dunia.  Sebab kekuatan yang dimiliki Indonesia dalam cadangan komoditas mineral sangat besar,” ungkap Gus Falah, Rabu (22/5/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, kemampuan Indometal London sebagai perusahaan perdagangan kelas dunia bisa menyokong kemajuan bisnis MIND ID. Khususnya dalam optimalisasi margin harga.

Gus Falah pun menilai, optimalisasi Indometal London merupakan langkah jitu MIND ID,  dalam mengupayakan agar pengelolaan sumberdaya mineral mendatangkan manfaat besar bagi bangsa Indonesia.

“Melalui langkah ini, MIND ID beserta seluruh Anggota Holding diharapkan terus memperkuat sinergi dalam memaksimalkan margin harga. Ini penting untuk kemajuan MIND ID, sebagai ‘juru kunci’ kesuksesan hilirisasi Pertambangan Indonesia,” pungkas Gus Falah.

Untuk diketahui, Indometal London Ltd adalah perusahaan yang awalnya didirikan dan dimiliki sepenuhnya oleh PT Timah, yang di awal pendiriannya berfungsi sebagai agen penjualan timah Indonesia untuk kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Kini Indometal London Ltd menjadi anak perusahaan bersama anggota holding MIND ID, yang akan menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang pemasaran dan perdagangan mineral dan batubara serta produk turunannya yang diproduksi oleh masing-masing perusahaan.

Redaksi Gerak News

Soal Pembunuhan Vina, Akademisi: Sebaiknya Dibuat Film Dokumenter

Gerak News, Jakarta- Film Vina: Sebelum 7 Hari sukses menarik perhatian masyarakat. Sebab film bergenre drama horor yang disutradarai Anggi Umbara ini mampu mengusut kasus pembunuhan yang telah lama terlupakan, kembali mencuat.

Film Vina: Sebelum 7 Hari sendiri diangkat dari kisah nyata tentang pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky alias Eky pada 2016 silam. Vina dan Eky tewas setelah dibunuh oleh sekelompok geng motor di Cirebon, Jawa Barat.

Dosen TV dan Film Fikom Universitas Padjajaran (Unpad) Fajar Syuderajat mengungkapkan, film adalah media untuk menyampaikan pesan kepada audiens atau khalayak yang mana jika pesan itu bersinggungan dengan ranah publik, akan lahir dan melekat tanggungjawab sosial dari komunikasi massa.

“Dalam konteks komunikasi massa, film tidak hanya dilihat sebagai sarana hiburan tetapi juga sebagai media yang memiliki tanggung jawab sosial. Ketika film menyampaikan pesan kepada khalayak luas, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan, seperti dampak sosial, etika, dan tanggung jawab moral dari pembuat film,” kata Fajar, Selasa (21/5/2024).

Terkait dengan film Vina: Sebelum 7 Hari, Fajar mengungkapkan muncul pro kontra usai film tersebut tayang di bioskop. Menurutnya, pihak yang pro menyebut jika film itu dapat membuat kasus yang sudah lama terkubur kembali bangkit untuk menegakkan keadilan.

Sementara pihak yang kontra lebih menitikberatkan pada aspek moralitas serta etika dari pengisahan film yang kurang memenuhi aspek tersebut dalam pilihan genre film fiksi horor serta penuh dengan gimmick marketing.

“Saya sebagai akademisi sekaligus praktisi di bidang film berpendapat dari tiga sisi tripartit, yaitu Filmmaker, penonton atau khalayak dan regulator,” ujarnya.

Fajar menuturkan alangkah lebih bijak jika cerita tentang kasus pembunuhan Vina diangkat dalam film dokumenter. Meskipun menurutnya, nilai komersial dari film dokumenter tidak akan sebesar film bergenre horor.

“Filmmaker alangkah lebih bijak jika ingin detail menceritakan sebuah kasus maka pilihan yang tepat adalah film dokumenter walaupun tentu nilai komersialnya tidak semenjanjikan pilihan genre film fiksi horor yang ditayangkan di bioskop,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai seorang filmmaker, menghadapi kasus kontroversial seperti film Vina: Sebelum 7 Hari membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan bertanggung jawab.

“Pendekatan yang seimbang antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat merupakan kunci dalam menghadapi film-film kontroversial,” ujarnya.

“Dalam konteks ini, pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai faktor dan melakukan tindakan yang sesuai dengan kepentingan publik dan prinsip-prinsip demokrasi,” tutup Fajar.

Redaksi Gerak News

Lafran,  Film Tentang Pendiri HMI Tayang Bulan Depan

Gerak News, Jakarta- Kisah pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bernama Lafran Pane yang diwarnai dengan perdebatan tentang keumatan dan kebangsaan setelah Indonesia merdeka akan tersaji lewat film berjudul Lafran.

Direncanakan film Lafran akan mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 20 Juni 2024 mendatang.

“Film Lafran ini seakan menjadi film ‘laen’ saat dirilis di masa-masa kini. Sukses bertubi film-film horor dan menjadikannya sebagai film arus utama, seakan menisbikan film-film biografi seperti Lafran,” ujar produser Deden Ridwan di Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Ditambahkannya, film Lafran juga membutuhkan perjuangan untuk mengajak penonton datang ke gedung bioskop. Namun, rasa optimistis muncul saat anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) bergerak dan menyelenggarakan acara Pertunjukan Khusus di 35 kota secara maraton.

“Kami menyebutnya film Lafran ini sebagai film yang benar-benar lain, karena filmnya akan mengangkat biografi seorang anak muda yang diharapkan bisa menginspirasi anak-anak milenial,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Mahasiswa Nasional Kahmi berharap film Lafran ini akan bisa memberikan semangat perjuangan bagi mahasiswa yang tergabung di HMI.

“Lewat film ini kami ingin menunjukkan bahwa Pak Lafran sebagai pendiri HMI atau Kahmi berjuang dengan Lillahi Ta’ala untuk Indonesia akan memberikan semangat perjuangan bahwa semua yang kita perjuangkan tidaklah instan dan penuh lika-liku. Semoga ini bisa menginspirasi kita semua,” tandasnya.

Film Lafran sendiri sebenarnya sudah menyelesaikan proses syutingnya sejak enam tahun lalu. Namun, lantaran adanya kendala teknis ditambah adanya penyebaran Covid-19 kemarin, penayangannya jadi tertunda hingga kini.

Film ini akan dibintangi oleh Dimas Anggara, Lala Karmela, Mathias Muchus, Tanta Ginting, Ariyo Wahab, Farandika dan sejumlah pemain lainnya.

Redaksi Gerak News