Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 796

Pemuda Katolik : Negara Tak Boleh Melarang Jurnalisme Investigatif!

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma menegaskan bahwa negara tidak boleh terlalu mengatur bahkan melarang genre jurnalisme yang kini berkembang, apalagi ada sensor atas jurnalisme dan ekspresi publik.

“Negara tidak perlu melarang genre jurnalistik apapun, misalnya jurnalisme investigatif yang diperbincangkan orang banyak. Berbagai produk jurnalistik seperti jurnalisme investigasi yang dihadirkan insan pers adalah bukti demokrasi Indonesia semakin maju dan matang. Banyak contoh jurnalistik investigasi berhasil mengubah keadaan menjadi lebih baik,” ujar Gusma.

Dia menegaskan, proses kerja penyusunan RUU Penyiaran harus partisipatif dan deliberatif, utamanya melibatkan insan pers.

“Semestinya proses perumusan regulasi ini melibatkan banyak pihak dan adaptif terhadap beragam perspektif, sebab substansi yang kini beredar di publik relatif memuat pengaturan yang destruktif,” jelas Gusma.

Diketahui, Dewan Pers hingga komunitas-komunitas pers seperti AJI, PWI, AMSI dan IJTI satu suara menolak RUU Penyiaran yang dinilai akan mengancam kebebasan pers hingga ruang digital.

Selain membatasi liputan investigasi, poin RUU Penyiaran yang disorot ialah peralihan penanganan permasalahan jurnalisitk yang sebelumnya ditangani Dewan Pers diberikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Bagaimanapun juga, selama ini pihak yang punya kuasa atas karya jurnalistik di Indonesia adalah Dewan Pers dan kinerja mereka sejauh ini sangat optimal dengan konstruksi kelembagaan dan kewenangan yang ada,” tegas Gusma.

Lebih lanjut Gusma menilai proses politik RUU Penyiaran oleh DPR menggambarkan indikasi jelas terkait upaya parlemen untuk mengekang media. Parlemen sebagai wakil rakyat semestinya tidak mengekang jurnalisme melalui substansi yang ada dalam RUU.

“Jangan lupa, berkat kerja keras pers, kerja-kerja baik parlemen juga dapat diketahui publik. Skandal yang merugikan anggaran negara pun dapat diketahui publik sehingga bisa menjadi pembelajaran bersama. Pers adalah bagian dari rakyat, yang berhak menjalankan fungsi check and balance,” sambungnya.

Untuk itu, Gusma berharap penataan kewenangan dalam RUU ini tidak menimbulkan tumpang tindih antar lembaga. Dibutuhkan keterlibatan banyak lembaga dalam memproses RUU tersebut.

“Konstruksi tata kelola pers Indonesia harus dibangun dalam pola kerja kolaboratif, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Pers sebagai pilar keempat demokrasi harus tetap kuat dan independen, namun bebas dari pengaruh dan kepentingan kelompok tertentu,” pungkas Dia.

Redaksi Gerak News

100 Tahun KWI, Gereja Katolik Pertegas Komitmen Kebangsaan

Gerak News, Jakarta- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada tanggal 15 Mei 2024 tepat merayakan 100 tahun Sidang Konferensi Para Uskup. 

Sidang Para Uskup pertama kalinya dilaksanakan pada 15 Mei 1924 di Pastoran Katedral, Jakarta.

Peringatan 100 tahun KWI dibuka pada tanggal 19 November 2023 dan akan berpuncak pada tanggal 13 November 2024.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC menjelaskan, bahwa biasanya, sidang KWI ini hanya pada bulan November, tetapi pada tahun ini dalam peringatan 100 tahun dibagi menjadi 2. 

Di mana, sidang bagian pertama 13-16 Mei, lalu sidang kedua pada 7-13 November 2024.

Adapun tema peringatan 100 tahun KWI ini adalah ‘Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa’.

“Mengapa tema ini ada, karena itulah kehadiran Gereja Katolik hanya untuk membangun gereja dan bangsa melalui nilai-nilai kristiani sebagai mana diamanatkan oleh Tuhan,” kata Uskup Antonius saat konferensi pers di Gedung KWI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2024).

Hadir mendampingi, Sekretaris Jenderal KWI yang juga Uskup Keuskupan Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM.

Antonius mengatakan, peringatan 100 tahun KWI ini menjadi kesempatan istimewa karena bertepatan dengan Sinode Para Uskup 2023-2024 tentang Sinodalitas: Persekutuan, Partisipasi, dan Misi dan juga bertepatan dengan rencana kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024. 

Uskup Keuskupan Bandung ini menambahkan, dalam rangka memperingati 100 tahun ini, KWI mengadakan berbagai macam kegiatan berupa selebrasi/perayaan, formasi/studi dan aksi sosial yang diperuntukkan bagi saudara-saudari yang difable. 

“Biasanya peringatan 100 tahun selebrasi besar, kita tidak melakukan selebrasi besar-besaran. KWI ingin memberikan contoh kepada Gereja-gereja, bahwa selebrasi gereja katolik yang pertama-tama adalah perayaan syukur ekaristi. Makannya pada tgl 15 Mei kemarin, kita merayakan perayaan syukur ekaristi,” ucap Antonius.

“Tetapi kita fokuskan pada refleksi hari studi dan aksi sosial. Itu yang kita jalankan,” sambungnya.

Antonius menambahkan, bahwa salah satu bentuk penting perayaan 100 tahun ini adalah diadakannya Sidang Waligereja secara istimewa pada 13-16 Mei 2024. Sidang ini dihadiri oleh 33 Bapak Uskup Aktif, 3 Administrator Diosesan, 1 Vikaris Jenderal (Vikjen) dan 6 Bapak Uskup Emiritus. 

Sidang KWI tersebut menjadi kesempatan bagi para Uskup untuk mendalami kekayaan sejarah dari para para narasumber dan sharing para bapak uskup aktif dan emeritus. 

“Tiga hari kemarin diisi dengan refleksi dan hari studi. Merenungkan sejarah perjalanan KWI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tercermin dalam perjalanan dokumen dan pastoral KWI. Dan sharing KWI dari seluruh Indonesia, dari para uskup yang diwakili oleh para regio-regio. Ada 6 regio,” katanya.

“Lalu, mendalami dokumen-dokumen KWI bersama ahli dan sharing dari para pelaku sejarah yakni para uskup emeritus,” jelas Antonius.

Kemudian, Antonius mengatakan, dalam sidang KWI itu juga diadakan seminar lintas agama yang dihadidi dari berbagai unsur seperti Muhammadiyah, NU, Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Konghucu dan Kepercayaan.

“Dan mereka memberikan masukan yang sangat bagus  untuk berjalan bersama. Karena kita banyak berjalan bersama dalam sejarah dengan para pendahulu,” terangnya.

Selain itu, Antonius menyebut jika sidang KWI ini turut melibatkan dan mendengarkan pandangan dari sejumlah pihak, seperti pandangan dan harapan umat terhadap KWI, kaum difabel, aktivis migran, aktivis perempuan, aktivis dari ketua difabel, lingkungan hidup, orang tua hingga kaum muda.

“Jadi kita mendengarkan harapan-harapan yang sangat bagus, menjadi refleksi, lalu juga harapan ini menjadi bagian dari kritik bagi kita juga, apa yang belum kita laksanakan dan harus dilaksanakan. Karena fokus kita pada kelompok-kelompok mereka itu,” ujarnya.

Melalui para tokoh awam, para tokoh agama dan aktifis awam, KWI juga berefleksi sejauh mana gereja telah berjalan bersama dengan bangsa, umat dan para tokoh agama dalam isu-isu tentang media, sosial politik, orang muda, lanjut usia, perempuan dan imigran dan lingkungan hidup. 

“Sidang KWI 13 sampai 16 Mei 2024 itu menjadi kesempatan bagi para Uskup untuk mendengarkan. Hasil mendengarkan ini akan didalami, diolah dan ditindaklanjuti sampai pada pelaksanaan Sidang KWI November 2024 mendatang,” jelasnya.

Sementara, pada 15 Mei 2024, tepat pada peringatan 100 tahun Sidang KWI, diberkati pula Wisma Konferensi Waligereja Indonesia, yang untuk selanjutnya menjadi rumah, kantor dan tempat perjumpaan bagi para uskup di Jl. Cut Meutiah 10 Menteng, Jakarta. 

Pada peresmian Gedung kemarin, diundang juga kaum difabel untuk bersama-sama bersykur, bernyanyi dan acara.

“Konferensi Gereja Indonesia sangat bersyukur boleh menginjakkan kaki di pintu abad kedua dalam semangat berjalan bersama dengan semua pihak, mencari jalan-jalan baru untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” kata Antonius.

Redaksi Gerak News

KWI Ungkap Pesan Dari Kunjungan Paus Fransiskus Ke Indonesia

Gerak News, Jakarta- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memastikan bahwa Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pada September 2024. Dalam kunjungan tersebut, KWI menyebutkan ada pesan penting yang akan dibawa oleh Paus Fransiskus bagi umat beragama di Indonesia.

“Jadi, sosok yang datang ini adalah sosok yang memiliki iman kuat, sosok yang kita kenal mengutamakan persaudaraan antar manusia tanpa melihat suku maupun agama,” kata Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM saat konferensi pers di Gedung KWI, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2024).

Untuk itu, Paus Fransiskus mau mengajak orang Indonesia untuk menghargai persaudaraan antar umat manusia yang kita sudah punya dengan nilai-nilai Pancasila itu,” terangnya.

Mengenai kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, Paskalis mengatakan bahwa ada tema besar yang diangkat, yakni “Faith, Fraternity, and Compassion” atau (Iman, Persaudaraan, dan Belas Kasih).

“Pertama-tama, kita melihat Paus Fransiskus ini adalah seorang yang beriman, seorang yang memperjuangkan persaudaraan manusia, lalu juga seorang yang memiliki rasa belas kasih, yang mau ditampilkan dalam perhatian kepada umat manusia,” jelasnya.

Melihat konteks di Indonesia yang masyarakatnya beragam secara suku dan agama, menurut Paskalis, Paus Fransiskus akan meneguhkan dan menguatkan masyarakat untuk membangun negara Indonesia dengan semangat persaudaraan.

Paus Fransiskus berencana berkunjung ke Indonesia hanya tiga hari, pada 3-6 September 2024.

“Rencananya pasti kedatangannya. Maka kita doakan semoga Sri Paus Fransiskus sehat, keadaan dunia baik, keadaan Indonesia pun baik,” kata Ketua Presidium KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.

Adapun kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia ini juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun KWI yang dibuka pada tanggal 19 November 2023 hingga puncak akhirnya pada tanggal 13 November 2024. Peringatan ke-100 tahun KWI juga dirayakan dengan berbagai macam kegiatan termasuk aksi sosial yang diperuntukkan bagi orang-orang difabel.

Redaksi Gerak News

Bamag Gresik : Pembubaran Ibadah Gereja Termasuk Kategori Penistaan!

Gerak News, Jakarta- Aksi pembubaran kegiatan ibadah doa jemaah Gereja di sebuah perumahan di Kecamatan Cerme, Gresik beberapa hari lalu yang videonya viral, membuat Pendeta Royke David W angkat bicara, baru-baru ini.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Gresik tersebut menegaskan jika aksi pembubaran kegiatan ibadah doa umat gereja sangat mengganggu dan termasuk dalam kategori penistaan.

Dijelaskan Royke, terkait apakah aksi pembubaran itu menyinggung, menurutnya sangat mengganggu jika melihat viralnya video aksi memberhentikan ibadah yang dilakukan pasutri tersebut. Karena saat itu masih ada dalam taraf doa mau selesai dan belum selesai betul.

“Karena itu kuncinya di berkat doanya itu tau tau ribut. Sampai akhirnya gak bisa diselesaikan (Doanya). Sangat mengganggu dan itu termasuk penistaan juga,” ungkapnya.

Meskipun demikian, pihaknya menegaskan, tidak ada pelaporan terkait kejadian pembubaran. Lantaran kasusnya sudah diserahkan kepada kepolisian.

“Dalam waktu tiga hari itu tiga juta viewer video viral. Untuk yang di luar kita tidak bisa bendung. Tapi kita yang di Gresik tidak ada laporan sama sekali ke Polres. Karena kita tau bahwa pak bupati telah menyatakan toleransi beragama sangat kuat,” sambungnya.

Pendeta Royke dan Sekretaris Bamag Pendeta Steven Sitorus mengungkapkan jika langkah yang diambil Muspika Cerme petugas kepolisian dan kepala desa dinilai sudah tepat mempertemukan kedua belah pihak hingga sepakat berdamai.

Sementara itu, Yayik Susilawati, ASN yang membubarkan doa syukuran jema’at GPIB, di Perumahan Cerme Indah (PCI)  Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik kembali dipanggil ke balai desa setempat untuk menjelaskan kembali penyebab kejadian penghentian kegiatan umat gereja yang viral tersebut.

Yayik bersama Yoyok suami dan anaknya dipertemukan dengan pengurus wadah Pembinaan Hubungan Kerjasama Antar Gereja, Bamag Gresik.

Dihadapan pengurus Bamag Gresik dan Kades Betiting, Yayik, suami dan anaknya menyatakan minta maaf kepada umat Kristen di Kabupaten Gresik dan seluruh Indonesia atas kejadian Rabu malam lalu.

Ketiganya mengaku khilaf dan saat itu emosi tidak terkontrol sehingga terjadi penghentian doa syukuran kesembuhan jema’at GPIB Benowo, di PCI Gresik.

“Saya sudah diberi pembinaan dari sekolah, dari Kacab, pembinaannya, saya minta maaf pada tempat saya bekerja, dinas pendidikan Provinsi, dan masyarakat Indonesia,” ujar Yayik.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang yang diduga melakukan aksi protes dan penghentian kegiatan ibadah keagamaan viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 28 detik itu terlihat kedua belah pihak terlibat perdebatan sengit hingga adu mulut.

Pada video yang diunggah oleh akun Instagram @muliahalim777 itu, juga nampak sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian berusaha melerai dan menghentikan aksi sejumlah orang tersebut.

Redaksi Gerak News

Habib Jafar : Santri Jangan Sebarkan Intoleransi Pada Umat Agama Lain!

Gerak News, Jakarta- Pendakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar menegaskan para santri yang telah lulus dari pesantren, harus mendakwahkan Islam yang rahmatan lil alamin pada sekitarnya, bukan menyebarkan kebencian dan intoleransi kepada umat beragama lain.

Ia pun berpesan agar umat Muslim mampu menjaga adab dengan berkelakuan baik, salah satunya dengan menjaga nilai toleransi terhadap orang beragama lain.

Hal itu dia ucapkan di hadapan para santri Pondok Pesantren Darussalam, Banyuwangi, dalam kegiatan Sekolah Damai dengan tema “Pelajar Cerdas Cinta Damai” yang digelar pada Kamis (16/5).

“Ciri penganut Islam menurut Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilihat dari ibadahnya, tetapi juga yang tasamuh atau memberikan rasa damai dan toleransi bagi orang sekitar,” ujarnya.

“Kita sebagai Muslim harus bisa memberikan contoh dalam berkehidupan dan beribadah yang baik dimanapun karena nama Islam harus senantiasa kita jaga,” sambungnya.

Habib Jafar menyatakan, agama Islam berpihak secara penuh pada nilai-nilai toleransi sebagaimana yang dianut dalam keberagaman Indonesia.

“Pada dasarnya, semua orang itu cinta pada perdamaian karena manusia itu diciptakan dengan fitrah yang penuh cinta oleh Tuhan. Islam berpihak secara penuh kepada nilai-nilai toleransi yang disebut dengan tasamuh,” katanya.

Karena itu, ia mengajak anak muda untuk melekatkan dan mengisi ruang-ruang dakwah dengan nilai-nilai Islam yang penuh toleransi.

“Jangan biarkan justru klaim-klaim Islam sebagai agama yang sarat dengan nilai-nilai intoleransi digaungkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Santri itu telah menjadi punggung bagi toleransi di Indonesia,” kata dia.

Selain itu, santri harus bisa memimpin majelis taklim di Masjid agar Islam dijaga oleh ahlinya. Apabila diserahkan kepada yang bukan ahlinya, kata dia, maka kehancuran nilai toleransi akan terjadi melalui propaganda ke masyarakat karena mereka tidak pernah belajar dan mengelola agama.

“Intinya bahwa toleransi adalah ajaran Islam terhadap perbedaan. Perpecahan adalah musuh Islam yang harus dilawan. Jadi musuh kita itu bukan peradaban yang berbeda tapi orang-orang yang tidak siap menerima perbedaan,” tuturnya.

Redaksi Gerak News

Serangan Israel Masih Terjadi, Korban tewas di Gaza capai 35.272

Gerak News, Jakarta- Kementerian Kesehatan di wilayah kantong Gaza menyampaikan data terbaru korban akibat serangan Israel hingga saat ini. Kementerian Kesehatanitu menyebut setidaknya 35.272 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu.

“Setidaknya 39 orang tewas dan 64 lainnya terluka dalam empat pembantaian Israel terhadap keluarga-keluarga di Gaza dalam 24 jam terakhir,” jelas kementerian dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilaporkan Anadolu, Kamis (16/5).

Data sebelumnya pada Minggu (12/5), jumlah korban tewas di Jalur Gaza mencapai 35.034 warga dan melonjak hampir 250 orang hanya dalam waktu satu minggu.

Selain itu Kementerian Kesehatan juga mencatat lebih dari 79.205 orang lainnya terluka dalam serangan gencar yang dilakukan Israel. Menurut data yang disampaikan masih banyak korban terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan. “Tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” ucap kementerian.

Berdasarkan data PBB, lebih dari tujuh bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur. Mengakibatkan 85 persen populasi daerah kantong tersebut mengungsi di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.

Israel dituduh melakukan “genosida” di Mahkamah Internasional yang telah memerintahkan Tel Aviv untuk memastikan pasukannya tidak melakukan tindakan genosida. Selain itu Israel diingatkan untuk mengambil tindakan menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) melalui unggahan di platform X mengungkapkan lebih dari 150.000 ibu hamil menghadapi kondisi sanitasi yang buruk dan bahaya kesehatan di tengah agresi Israel di Jalur Gaza. Sehingga mengakibatkan mumculnya pengungsian paksa.

Gus Falah Optimistis PHE Sukses Eksplorasi Di East Natuna

Gerak News, Jakarta-Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) optimistis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sukses dalam melakukan pengeboran eksplorasi perdana di Wilayah Kerja (WK) atau Blok East Natuna, Kepulauan Natuna, pada 2027 mendatang.

Gus Falah menyatakan melihat rekam jejak eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan PHE di blok-blok migas lain, PHE pasti menorehkan kesuksesan di East Natuna.

“Apalagi kinerja PHE cukup bagus di awal tahun ini, hingga kuartal 1 2024 khan PHE mencatat kinerja penyelesaian pengeboran 3 sumur eksplorasi dan 163 sumur pengembangan, ini bisa perkuat optimisme kita menyongsong eksplorasi di East Natuna tiga tahun mendatang,” ujar Gus Falah, Jumat (17/5/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, PHE juga tercatat sukses melakukan survei Seismik 2D sepanjang 12 km dan 3D sepanjang 2.602 km2.

Jadi, sambung Gus Falah, dalam bidang eksplorasi PHE sudah bisa dikatakan sukses.

Hal ini tampak dari pencapaiannya di bidang eksplorasi, yakni temuan sumber daya 2C sebesar 140 Juta Barel Minyak Ekuivalen/Setara Minyak.

Sehingga, kita bisa optimis PHE juga mampu mencatat kesuksesan di East Natuna, untuk bisa memuluskan terwujudnya ketahanan energi di negeri ini,” ujar Gus Falah.

Untuk diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan PT PHEmelalui PT Pertamina East Natuna sebagai pengelola Blok East Natuna pada Mei 2023 lalu.

Jumlah ‘harta karun’ alias sumber daya di WK East Natuna ini diperkirakan mencapai 2,2 miliar barel minyak dan gas sebesar 300 miliar standar kaki kubik (BSCF).

Redaksi Gerak News

Keluarga Akui Film ‘Vina : Sebelum 7 Hari’ Sesuai Peristiwa Asli

Gerak News, Jakarta- Keluarga mendiang Vina Dewi Arsita, atau Vina Cirebon, mengakui cerita dan adegan yang dimuat dalam film Vina: Sebelum 7 Hari sudah sesuai dengan keinginan mereka, setelah sejumlah kritikan muncul berkenaan dengan penggambaran kekerasan di film itu.

Kakak Vina, Marliana mengatakan cerita dan adegan film itu sudah sesuai jika mengacu peristiwa asli maupun informasi yang telah dihimpun terkait dengan pembunuhan adiknya tersebut 8 tahun lalu.

“Sudah, sudah sesuai,” ujar Marliana dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Barat, Kamis (16/5).

Marliana tidak menjelaskan lebih lanjut pendapat dari keluarga Vina mengenai film itu. Namun, produser Dheeraj Kalwani alias K. K. Dheeraj menegaskan pihaknya selalu berkonsultasi dengan keluarga sepanjang produksi film.

Ia menjelaskan tim produksi selalu berdiskusi dengan orang tua hingga kakak Vina dari praproduksi hingga syuting dimulai. Keluarga korban juga mendapatkan informasi itu sejak cerita disusun dari sinopsis awal.

Kemudian, Dheeraj mengatakan pihak keluarga juga kerap diundang untuk datang ke lokasi produksi dan melihat proses syuting secara langsung. Mereka pun disebut sangat mendukung penggambaran cerita yang digarap menjadi film tersebut.

“Semuanya ada konsultasi, dari praproduksi sampai syuting. Dari skenario kami kasih tahu ke keluarga. Pertama itu dari sinopsis, kami kasih tahu seperti ini ceritanya, skenarionya,” kata Dheeraj.

“Terus di lokasi syuting juga kita undang keluarganya. Semua keluarga hadir di lokasi syuting dan keluarga sangat mendukung,” sambungnya.

Vina: Sebelum 7 Hari merupakan film horor-thriller terbaru produksi Dee Company. Film ini mengusung cerita tentang kasus pembunuhan Vina yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada 2016.

Kasus itu meninggalkan berbagai kejanggalan meski sudah berlalu 8 tahun, termasuk tiga tersangka yang masih buron.

Perilisan Vina: Sebelum 7 Hari menuai beragam reaksi penonton. Film itu laris di bioskop hingga mencetak lebih dari 3 juta penonton dan mendominasi layar lebar.

Namun, gelombang protes dan kritik juga muncul di media sosial mengenai penggambaran tragedi lewat cerita hingga adegan. Film itu dinilai mengeksploitasi tragedi karena menggambarkan kekerasan secara eksplisit dan dianggap tidak etis.

Meski begitu, tidak sedikit pula netizen yang membela karena menganggap film ini berhasil mengangkat lagi kasus yang belum selesai demi mengejar keadilan untuk korban.

Redaksi Gerak News

Menag : Penolakan Rumah Ibadah Agama Tertentu Tak Perlu Terjadi

Gerak News, Jakarta- Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan berbagai kejadian penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah agama tertentu, tidak perlu terjadi.

Menteri yang akrab disapa Gus Men itu menyayangkan atas terjadinya sejumlah peristiwa intoleransi dalam beragama, yang menurutnya mengurangi rasa kebebasan masyarakat dalam menjalankan perintah agama sesuai keyakinannya masing-masing.

Dirinya tidak mengelak atas terjadinya berbagai peristiwa tersebut, dan menjadikan kejadian tersebut sebagai catatan pemerintah, agar tidak terulang di kemudian hari.

“Saya atas nama Menteri Agama tentu harus menyampaikan permohonan maaf jika masih muncul selama ini, masalah-masalah yang mengganggu kebebasan kita dalam melaksanakan agama dan keyakinan kita,” ucapnya, dalam acara peluncuran Program Prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta, Kamis.

Gus Men berharap seraya meminta doa dan restu kepada para pemuka agama yang hadir agar Indonesia ke depannya dapat menjadi rumah untuk semua agama.

Ia juga berharap kepada masyarakat Indonesia secara utuh agar memahami dan menerima kenyataan atas keberagaman Indonesia, dan kemerdekaan Indonesia untuk semua golongan, kelompok, dan agama.

“Kita doakan agar mereka (yang intoleran) segera kembali ke jalan yang benar. Kalau tidak, kita doakan mereka agar segera bertemu Tuhan, agar mereka tahu bahwa Tuhan itu menghendaki keberagaman,” tutur Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Gus men menekankan bahwa semua agama yang diakui di Indonesia memiliki hak yang sama atas negara Indonesia.

“Saya selalu katakan tidak boleh ada yang merasa paling berhak atas Indonesia ini, semua memiliki hak yang sama atas republik kita ini,” tegasnya.

Gus Men menekankan rasa paling berhak tidak boleh ada pada seluruh masyarakat beragama di Indonesia, karena semuanya memiliki jasanya masing-masing bagi Indonesia.

“Semuanya memiliki jasa, memiliki saham atas republik yang kita cintai ini,” ucapnya.

Redaksi Gerak News

Menteri Agama Perintahkan Pembentukan Sekolah Menengah Katolik Negeri

Gerak News, Jakarta- Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada jajarannya untuk segera membentuk Sekolah Menengah Katolik Negeri sebagai satuan pendidikan keagamaan Katolik yang dimiliki pemerintah.

“Pak Dirjen, saya minta segera diikhtiarkan, diusahakan, bagaimana kita memiliki Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri, karena itu penting,” kata Menag Yaqut dalam acara peluncuran Program Prioritas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta, Kamis.

Gus Men, sapaan akrab Menag Yaqut, mengatakan pendirian Sekolah Menengah Katolik Negeri merupakan bagian dari kontribusi negara sekaligus pertanda bahwa negara ini terlibat dalam pendidikan keagamaan, khususnya bagi umat Katolik.

Kemarin kami mengadakan rapat tentang pengadaan CPNS, ada beberapa guru agama dari Islam dan Kristen untuk sekolah menengah. Tapi tidak ada Katolik, belum ada Sekolah Menengah Katolik Negeri,” ungkap Menag.

Untuk itu Menag mengungkapkan pihaknya segera bekerja dalam membentuk satuan pendidikan Sekolah Menengah Katolik Negeri di Indonesia.

Ia menargetkan upaya tersebut dapat direalisasikan dalam beberapa tahun mendatang.

“Saya sudah perintahkan Pak Dirjen untuk segera disiapkan perencanaannya, agar paling tidak tahun depan kita punya Sekolah Menengah Katolik Negeri. Ya as soon as possible, kalau kita sudah perintahkan Pak Dirjen, maka harus dilaksanakan,” ujar Menag Yaqut.

Menurut Menag, negara tidak boleh merasa nyaman atas adanya sejumlah pihak swasta yang sudah mampu mendirikan sekolah beragama Katolik dengan kualitas yang baik.

“Kalau mau dapat prestasi, buat sendiri sekolahnya. Saya yakin dengan sumber daya kita yang tidak terbatas, kita bisa, apalagi kita sudah disediakan semuanya,” tutur Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Redaksi Gerak News