Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 798

Gus Falah Apresiasi Upaya PHR Tingkatkan Produktivitas Blok Rokan

Gerak News, Jakarta-Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mengapresiasi upaya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) agar sumur-sumur pengeboran minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan atau Blok Rokan kembali produktif.

Gus Falah menyatakan upaya PHR yang salah satunya melalui peningkatan jumlah pengeboran sejak Agustus 2021, telah berhasil membuat blok Rokan ‘hidup’ kembali.

“Upaya PHR itu bisa membuat produksi blok Rokan sekarang ada di kisaran 160 ribu barel per hari, pencapaian ini harus kita apresiasi,” ujar Gus Falah, Rabu (15/5/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, inovasi PHR dalam mengembangkan sumur minyak non konvensional (MNK) dan enhanced oil recovery (EOR), juga berpengaruh pada pencapaian saat ini.

Upaya PHR mengoptimalkan lapangan minyak tua seperti Lapangan Kopar, merupakan usaha ekstra yang bermanfaat bagi produktivitas.

Keberhasilan PHR memproduksi minyak pada 2023 dengan realisasi lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, yakni 59 juta barel, membuktikan PHR serius dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Gus Falah.

“Apalagi bila kita ingat, setelah ditinggal Chevron produksi minyak di Blok Rokan khan ‘macet’, tapi PHR bisa membalikkan keadaan,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Ini Dua Penyebab Harga Beras Mahal Menurut Jokowi

Gerak News, Jakarta-  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan penyebab harga beras mahal. Pertama, karena serangan El Nino.

“Ya jadi kenapa (bantuan) beras ini diberikan? Karena kita tahu ada kenaikan harga beras, benar? Itu terjadi di semua negara. Yang kenaikannya melebihi kita di semua negara karena terjadi kemarau panjang karena El Nino,” katanya dalam acara pembagian bantuan beras di Alun-alun Kirambu, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, dikutip Selasa (14/5/2024).

Kedua, masalah distribusi beras yang disebabkan oleh perang. Jokowi menyinggung dua perang yang saat ini masih berkecamuk, yaitu antara Israel-Palestina dan Rusia-Ukraina.

“Juga karena transportasi sekarang tidak mudah karena ada perang di Palestina, ada perang juga di Ukraina,” tambahnya.

Menurut Jokowi perang di Ukraina menyebabkan ekspor gandum dari negaranya juga terganggu. Bahkan 27 juta ton gandum gagal keluar dari Ukraina akibat perang tersebut.

“Ukraina itu bisa per tahun, waktu saya ke sana, dia masih punya stok kira 27 juta ton yang nggak bisa dikirim karena urusan perang. Inilah yang menyebabkan kenapa harga-harga itu naik,” tuturnya.

Meski begitu Jokowi bersyukur pemerintah Indonesia masih mampu memberikan bantuan beras 10 kg. Ia menyebut hal ini patut disyukuri, mengingat beberapa negara mengalami kesulitan karena kenaikan harga pangan.

“Tapi nggak masalah, di negara kita alhamdulillah bapak ibu tergantikan tersubsidi oleh bantuan beras 10 kg ini. Bener ndak? Ini patut disyukuri lho, coba dibaca-baca di semua sekarang berada pada kesulitan karena kenaikan-kenaikan harga pangan,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Palalangon, Kampung Kristen Di Kota Santri Cianjur

Gerak News, Jakarta-  Kampung Kristen tertua di tengah Kota Santri Cianjur berada di Kampung Palalangon, Kecamatan Ciranjang, dan masih berada di wilayah Gunung Halu.

Keberadaan kampung Kristiani ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dulu.

Pastinya perkampungan Kristiani ini cukup menarik untuk ditelisik mengingat Cianjur dikenal sebagai Kota Santri. Artinya, kultur masyarakat Cianjur dominan bernuansa Islami.

Berdasarkan data salah satu sumber menyebutkan, predikat Kota Santri karena Cianjur memiliki 353 unit pondok pesantren (ponpes) pada 2022 dengan luas wilayah hanya 26,15 kilometer persegi.

Kampung Kampung Palalangon yang berada di wilayah Gunung Halu dan mulai ditempati masyarakat Kristen pribumi pada masa Bupati Cianjur era Raden Prawiradiredja (1862-1910).

Dalam Pendeta Alex Fernando Banua berjudul Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Gereja Kristen Pasundan Palalangon menjelaskan, Palalangon adalah perwujudan dari model pembentukan jemaat pedesaan di tanah Jawa Barat.  

Pembentukan jemaat ini atas prakarsa lembaga pekabaran Injil Zending dari Belanda yang bernama Nederlandsche Zendings Vereeninging (NZV).

NZV kemudian memulai pelayanannya di wilayah Cianjur berawal dari sebuah keprihatinan terhadap kondisi dan keberadaan komunitas orang Kristen pribumi (orang sunda) yang tersebar di wilayah Batavia  (sekarang Jakarta), Depok, Jatinegara, Kampung Sawah, Gunung Putri, Cikembar, dan Cigelam.

Komunitas Kristen Sunda ini mengalami diaspora akibat intimidasi, penganiayaan, bahkan  pembunuhan. NZV lalu mengutus B.M. Alkena untuk mencari lahan yang cocok untuk pemukiman sekaligus untuk pertanian.  

Upaya pencarian lokasi dimulai di wilayah Karesidenan Cianjur. Bantuan diperoleh dari seorang pembantu bupati Cianjur, atau Wedana yang bernama Sabri disertai oleh tujuh  orang yang telah dihimpunkan kembali yaitu: Miad Aliambar, Jena Aliambar, Hasan Aliambar, Akim Muhiam, Naan Muhian, Yusuf Sairin dan Elipas Kaiin.

Ketujuh orang ini kemudian disebut generasi perintis berdirinya kampung Palalangon. Upaya pencarian  pemukiman  cukup  lama dengan menyusuri aliran sungai Cisokan dan sungai Citarum.

Dalam pencarian tersebut, rombongan sempat terperosok ke sebuah tebing di pinggir aliran sungai  Citarum  (tepatnya di daerah Leuwi Kuya).

Mereka kemudian menaiki tebing tersebut dan menemukan sebuah hutan belantara yang tanahnya agak datar.

Setelah B.M. Alkena melihat tempat tersebut cocok untuk lahan pemukiman dan pertanian, maka B.M Alkena menancapkan tongkatnya di tanah dan berikrar: ‘di tempat inilah saya tetapkan sebagai tempat pemukiman bagi orang-orang Kristen (Sunda)’.

Sejak itulah dimulai pembukaan dan pembabatan hutan untuk keperluan pemukiman dan pertanian.

Warga Kristiani pribumi masih menggunakan sistem penamaan marga. Markhasan, Dantji, dan Masad. Ketiga nama tersebut menjadi ciri seorang Kristiani pribumi yang tinggal di Kampung Palalangon.

Saat ini, kawasan tersebut juga telah banyak dihuni oleh masyarakat yang beragama Islam. Meski berbeda keyakinan, mereka hidup berdampingan secara damai dan terus menjalankan prinsip saling toleransi dan tetap mengasihi.

Bahkan saat ada salah satu warga yang jatuh sakit atau meninggal, mereka akan saling menolong dengan memberikan bantuan untuk meringankan beban.

Itulah fakta menarik Kampung Kristen tertua di tengah Kota Santri Cianjur. Ada toleransi cukup tinggi di antara warga, meski berbeda agama. 

Redaksi Gerak News

Mengenal Penghayat Tolotang, Penganut Kepercayaan Asli Bugis

Gerak News, Jakarta- Para penghayat Tolotang di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan menjalani kehidupan dengan kebersamaan, welas asih, dan semangat menaati peraturan. Kepercayaan asli di suku Bugis ini selama berabad-abad menghadapi tantangan peradaban.

Mereka setia merawat warisan nilai leluhur dan moyangnya, walau berada di ambang kepunahan. Dari data pemerintah setempat, jumlah penganut Tolotang hanya berkisar ribuan orang.

Tolotang berasal dari kata Tau yang berarti orang dan Lautang yang berarti selatan. Sehingga, Tolotang berarti orang Selatan. Maksudnya, sebelah selatan Amparita (Kabupaten Sidrap) tempat tinggal mereka.

Istilah ini semula dipakai oleh Raja Sidenreng sebagai panggilan terhadap orang-orang tersebut. Tetapi kemudian menjadi nama aliran kepercayaan mereka.

Jauh sebelum kehadiran enam agama yang diakui pemerintah Indonesia–Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu–Tolotang dipercaya sudah ada. La Panaungi adalah tokoh yang mereka sembah.

La Panaungi dipercaya merupakan orang yang menerima wahyu dari Tuhan setelah Sawerigading. Para penganut kepercayaan ini meyakini La Panaungi diangkat ke langit dan akan kembali ke bumi.

Meski demikian, Tolotang percaya akan Tuhan Yang Maha Esa, yang mereka sebut dengan Dewata Sewae. Sementara kitab suci mereka adalah bahasa lontara yang biasa juga disebut Sure Galigo.

Para penghayat memanggil pimpinannya dengan sebutan Uwatta. Peranan Uwatta ini sangat penting seperti pengambil kebijakan, membagi warisan dan mediator.

Uwatta diyakini sebagai keturunan dari Sawerigading yang dapat berkomunikasi dengan Dewata Sewae. Olehnya, ia dipercaya untuk menjadi pemimpin.

Untuk lebih mengenal kepercayaan asli di Suku Bugis ini, berikut fakta-fakta mengenai mereka.

1. Tidak Percaya Neraka

Tolotang percaya akan akhirat dan hari kiamat atau mereka sebut Asolingeng Lino. Namun mereka tidak mengenal neraka.

Nasib mereka sepenuhnya digantungkan pada Uwatta. Para penganut cukup menjalankan kewajibannya yang disebut Molalaleng yaitu saling berbagi, saling menghargai dan mengasihi.

Dalam masyarakat Tolotang ada dua kelompok, yaitu Tolotang Benteng (orang Tolotang yang pindah ke agama Islam), dan Towani Tolotang (masih menganut agama Tolotang).

Konon, pada abad ke-17 raja Wajo yang bernama Petta Matoa mulai memeluk agama islam. Sang raja memerintahkan semua masyarakatnya meninggalkan Towani Tolotang dan masuk ke agama Islam. Yang tidak mau akan diusir.

Karena tak mau ikut perintah raja, mereka tersebar ke Amparita, Kanyuara, Otting, dan Dongi di Sidrap.

2. Peluk Agama Hindu Tanpa Pura

Karena hanya mengakui enam agama, pemerintah kemudian menawarkan tiga pilihan ke warga Towani Tolotang. Mereka disuruh memilih Islam, Kristen atau Hindu sebagai agama yang paling dekat dengan penghayatan yang mereka anut.

Namun, Towani Tolotang memilih Hindu sebagai agama di tanah air. Alasannya karena Tolotang masih melakukan ritual seperti orang Hindu.

Hal ini juga dianggap sebagai perlindungan diri karena penghayatan mereka bukanlah agama resmi.

Sehingga di kartu identitas seperti KTP, agama mereka bertuliskan Hindu. Walau pada nyatanya, cara mereka beribadah tidak mirip dengan Hindu.

Hal tersebut bisa dilihat dengan tidak adanya pura di Sidrap. Mereka juga tidak merayakan hari raya agama Hindu, seperti saat hari raya Nyepi.

3. Gelar Ritual Sesajen Setiap Tahun

Di perjalanan manusia, setiap agama memiliki ritual masing-masing. Demikian juga dengan Tolotang.

Mereka melakukan ritual sebagai bukti pengabdian mereka kepada Tuhan. Salah satu kewajibannya adalah Mappiare Inanre, yakni persembahan nasi atau makanan melalui upacara setiap tahunnya.

Persembahan ini dilakukan dengan cara menyerahkan daun sirih dan nasi lengkap dengan lauk-pauk ke rumah uwa dan uwatta.

Sesajen dipercaya sebagai “bekal” ketika menghadap sang Khalik. Semakin banyak sesajen yang dibawa, akan semakin banyak pula bekal yang akan dinikmati kelak.

Pada ritual ini akan dilakukan penyiraman minyak wangi oleh Uwatta dan dimeriahkan dengan atraksi Massempe atau adu kekuatan kaki oleh anak-anak sebagai hiburan.

Semua anggota Tolotang berpakaian serba putih, memakai, sarung dan penutup kepala untuk laki-laki. Sedangkan untuk perempuan mengenakan pakaian seperti kebaya.

Pada saat ritual, mereka duduk bersila di atas tikar dengan penuh hikmat dan keheningan. Mereka memusatkan raga dan pikiran kepada sang pencipta atau Dewata SeuwaE.

4. Percaya Tubuh Manusia Terdiri Dari Tanah, Air, Api dan Angin

Penganut Tolotang juga percaya bahwa tubuh manusia (watangkale) terjadi dari empat unsur utama. Yakni tanah, air, api, dan angin.

Dalam ritual adat, keempat unsur tersebut disimbolkan dengan jenis makanan yang disebut Sokko Patanrupa atau nasi ketan empat macam.

Nasi ketan putih menjadi simbol air air, nasi ketan merah menjadi simbol api, nasi ketan kuning menjadi simbol angin, dan nasi ketan hitam menjadi simbol tanah. Sokko Patanrupa selalu menjadi bagian utama dalam sesajen upacara Mappanre atau Mappano Bulu.

Tolotang juga meyakini, selain tubuh jasmani yang tampak, manusia memiliki tubuh yang tidak tampak (tubuhalusu) yaitu jiwa atau roh.

Perpaduan tubuhkasara dan tubuhalusu itulah yang disebut tau (manusia) yang dapat berkomunikasi dengan sesama manusia, dengan makhluk lain, dan juga dengan sang pencipta atau mereka sebut Dewata SuwaE.

Redaksi Gerak News

Kampung Cirendeu, Teguh Menganut Agama Sunda Wiwitan

Gerak News, Jakarta- Kampung Cirendeu Cimahi adalah tempat istimewa di mana penduduknya masih menjaga warisan budaya yang berharga. Kampung ini memegang kepercayaan Sunda Wiwitan.

Dikutip dari Buku Budaya Spiritual Parahyangan di Tanah Mataram, Noor Sulistyobudi, (2017: 37), Sunda Wiwitan adalah agama yang telah dianut sekelompok masyarakat Sunda sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sebelum Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia.

Sunda Wiwitan juga memiliki satu Tuhan yang disebut dengan Sang Hyang Kersa.

Kampung Cirendeu Cimahi merupakan sebuah tempat yang begitu memukau di kota Cimahi. Lokasinya di sebuah lembah yang dikelilingi tiga gunung, yaitu Gunung Gajahlangu, Gunung Kunci, dan Gunung Cimenteng.

Kampung ini memiliki pesona yang inspiratif dan edukasi, cocok untuk yang ingin berwisata keluarga. Selain karena alamnya yang indah, pengunjung juga dapat belajar tentang budaya bahasa Sunda, dan tradisi lokal di sana.

Selain itu, di sana terkenal dengan masyarakatnya yang menjadikan ketela atau singkong sebagai makanan pokoknya. Tentu saja, kondisi ini sangat menguntungkan, karena tidak terdampak kenaikan harga beras.

Daya tarik lain yang menjadi magnet dari kampung ini adalah masyarakatnya masih memegang teguh kepercayaan Sunda Wiwitan hingga saat ini. Kepercayaan Sunda asli ini mengajarkan untuk selalu melestarikan budaya serta adat istiadat.

Ada dua prinsip yang dipegang oleh masyarakat Cirendeu yakni Ngidung Ka waktu dan Mibapa Ka Jaman.

Ngidung Ka Waktu adalah sebagai warga kampung ada mempunyai cara dan ciri masing-masing. Sedangkan Mibapa Ka Jaman berarti masyarakat di kampung ini tidak melawan perubahan zaman justru mengikutinya. Hal ini bisa dilihat dengan adanya teknologi seperti TV, handphone maupun penerangan.

Adat istiadat yang masih dipegang teguh inilah yang membuat Kampung Adat Cirendeu terkenal. Banyak yang mendatangi tempat ini dengan berbagai tujuan seperti penelitian, wisata dan lain-lain.

Redaksi Gerak News

Gus Falah : Kesuksesan PHM Lakukan Onstream Dorong Target Nasional Tercapai

Energi Juang News, Jakarta-Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan keberhasilan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan onstream Proyek SWP-G LLP Liquid Debottlenecking di Blok Mahakam, bisa mendorong tercapainya target produksi migas nasional.

Gus Falah: Proyek PHM di Blok Mahakam Dongkrak Target Produksi Migas Nasional

Gus Falah mengingatkan, target produksi nasional pada 2030 adalah sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari.

“Keberhasilan PHM ini bisa mendorong terwujudnya target produksi migas kita pada 2030,” ujar Gus Falah, Selasa (14/5/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, keberhasilan PHM tersebut juga merupakan tonggak penting bagi industri hulu migas nasional tahun ini.

Hal itu karena proyek tersebut merupakan proyek hulu migas pertama yang berhasil onstream pada 2024 dari total 15 proyek yang telah direncanakan SKK Migas.

Baca juga : Gus Falah : Optimalisasi LNG Oleh PGN Jaga Ketahanan Energi

Kesuksesan PHM ini ditunjang juga oleh LLP Booster Compressor yang sudah terpasang dan onstream sejak awal Mei 2021.

Dengan pemasangan liquid transfer pump baru, proyek ini berhasil meningkatkan produksi sebesar 5,4 miliar kaki kubik (BCF) gas dan 14 ribu barel (kbbl) kondensat.

Karena itu, kita patut optimis, keberhasilan onstream proyek ini bisa mendorong  pemenuhan target produksi kita di 2030 maupun tahun ini,” ujar Gus Falah.

Redaksi Energi Juang News

Ifan Seventeen Sedih Tokoh Salafi Haramkan Musik

Gerak News, Jakarta- Ifan Seventeen ikut mengomentari perdebatan soal fatwa musik yang kembali muncul. Sebagai seorang musisi, Ifan menyampaikan keluh kesahnya.

Semua berawal dari postingan akun Facebook Maryono Al-Atsary yang menuding Ustaz Adi Hidayat sebagai kafir karena menghalalkan musik.

Ifan Seventeen mengaku sedikit sedih menanggapi perdebatan soal fatwa musik yang tak berkesudahan. Namun Ifan juga mengakui apabila ia pun masih harus banyak belajar soal agama.

“Gak papa, gak usah terlalu dianggep, ini cuma curhatan seorang musisi yang fakir ilmu, cuma musisi yang bodoh ilmu agama. Cuma kadang-kadang sedih aja,” tulis Ifan Seventeen dalam caption unggahannya pada Minggu (12/5/2024).

Dalam unggahannya, Ifan Seventeen membagikan sebuah video yang memperlihatkan aksi panggungnya. Namun dalam aksi panggung tersebut, Ifan justru mengajak penonton berselawat.

“Saat musik diharamkan, apalah kami yang fakir ilmu ini. Kami tidaklah pintar seperti kalian. Namun sesungguhnya kami sama seperti yang lain. Hanyalah mencari nafkah untuk orang-orang yang kami sayangi,” tulis Ifan Seventeen dalam videonya.

“Sehina itukah apa yang kami kerjakan hingga harus menjadi pekerjaan yang dilarang. Sungguh kami hanya mencoba menghibur untuk orang-orang yang punya cerita hidup sama seperti kami,” sambungnya.

Ifan Seventeen lantas kembali menegaskan apabila ia dan para musisi tidak berniat menyakiti orang lain dengan pekerjaan mereka. Bakat musik yang mereka punya pun diyakini dari Allah SWT untuk menjadi berguna di dunia.

“Sesungguhnya karya kami tulus. Tidak pernah untuk menyakiti siapapun. Dan mungkin inilah kelebihan kami yang Allah berikan. Bisa bercerita kisah hidup lewat lirik musik dan nada,” lanjut Ifan Seventeen.

“Kami juga mencari keberkahan dari Allah. Sekali lagi maafkan apabila kami menyakiti. Yang kami cari hanya ridho Allah sama seperti kalian,” tandasnya.

Redaksi Gerak News

ASN Yang Bubarkan Ibadah Gereja Di Gresik Dirumahkan

Gerak News, Jakarta- Aparatur Sipil Negara (ASN), Yayik Susilawati yang membubarkan ibadah umat kristen di Kabupaten Gresikdirumahkan (skorsing) dan terancam dimutasi sehingga tidak lagi bekerja di SMAN 1 Cerme.

Kepala SMAN 1 Cerme Indah Nusa Rini menyampaikan Yayik tercatat sebagai tenaga administrasi tata usaha di sekolah telah dilakukan pembinaan oleh Cabdin Dispendik Jatim Kabupaten Gresik.

“Sudah dipanggil dan dilakukan pembinaan kepada yang bersangkutan,” katanya pada Senin (13/5/2024).

Setelah dilakukan pembinaan oleh sekolah maupun Cabdin Pendidikan, Indah menyatakan jika yang bersangkutan telah dirumahkan dari sekolah.

“Karena untuk kondusifnya di sekolahan, mulai hari ini dirumahkan. Sampai menunggu keadaan kondusif sehingga yang bersangkutan tidak lagi beraktivitas di sekolah,” ujarnya.

Indah menyatakan, pihak sekolah sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh Yayik. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tak pantas dilakukan, apalagi sekarang ASN.

Dia pun kaget ketika melihat video yang beredar. Potongan video itu memperlihatkan anak buahnya adu mulut dengan jemaat yang tak lain tetangganya sendiri. 

“Sebenarnya ini di luar dari kedinasan, menurut kami hal itu tidak biasa, dan berdampak sekali terhadap aktivitas sekolah,” ujarnya.

Sebagai informasi, Yayik bersama suaminya beserta satu orang lainya membubarkan jemaat agama kristen saat tengah melangsungkan ibadah di rumah Manurung RT 11 RW 03 Perumahan Cerme Indah (PCI) Desa Batiting pada Rabu 8 Mei 2024.

Yayik, warga yang disebut membubarkan peribadatan umat kristen membantah jika kejadian tersebut merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan. “Saya memohon maaf jika memang itu disebut membubarkan ibadah,” terangnya.

Meski sempat ada perselisihan, dia mengungkapkan kejadian tersebut dipicu karena mobil yang diparkir di rumahnya tak bisa keluar. 

“Itu karena mobil saya mau keluar dari parkiran tidak bisa, dan terhalang para jemaat yang sedang ibadah,” ungkap ASN yang diduga membubarkan ibadah umat kristen di  Gresik itu.

Redaksi Gerak News

Bubarkan Ibadah Gereja, ASN Di Gresik Dipolisikan

Gerak News, Jakarta- Baru-baru ini seorang ASN bernama Yayik Susilawati menjadi sorotan setelah aksinya membubarkan paksa jemaat gereja saat ibadah.

Buntutnya, kini Yayik Susilawati seorang ASN di SMA Negeri 1 Cerme, Gresik itupun dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Diketahui, Yayik Susilawati merupakan seorang ASN di SMA Negeri 1 Cerme, Gresik.

Informasi yang beredar, Yayik berprofesi sebagai staf tata usaha di SMA tersebut.

Kini ia dipolisikan imbas aksinya membubarkan ibadah komsel jemaat GPIB di Perumahan Cerme Indah, Kabupaten Gresik, Rabu (8/5/2024) lalu.

Dimana videonya saat membubarkan dan meneriaki jemaat gereja pun viral di media sosial.

Terkini, Yayik ASN pelaku pembubaran paksa jemaat gereja dilaporkan ke Bareskrim Polri.

“Atas nama organisasi dan umat Kristen seluruh Indonesia akan melaporkan seorang ASN yang bernama Yayik Susilawati dari SMAN 1 Cerme Gresik Jawa Timur ke Bareskrim Polri pada Senin 13 Mei 2024,” dilansir dari unggahan akun Instagram aktivis @permadiaktivis2.

Dimana sebelumnya video pembubaran ibadah jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat Benowo (GPIB) di Perumahan Cerme Indah, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur itupun viral di media sosial.

Video yang ramai di media sosial dan grup WhatsApp memiliki durasi 1 menit 20 detik.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/5/2024) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam video tersebut, terlihat satu keluarga tiba-tiba mengganggu aktivitas ibadah jemaat GPIB Benowo.

Perseteruan muncul saat satu satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan seorang anak laki-laki itu berteriak-teriak.

Situasi tersebut pun mengundang perhatian warga sekitar dan berdatangan dengan upaya meredam situasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jemaat gereja berjumlah 30 orang sedang menjalankan ibadah.

Tiba-tiba datang keluarga Yayik meminta agar jemaat menghentikan ibadahnya.

“Berhenti berhenti jangan nyanyi,” ucap Yayik.

“Nyanyi lagi hancur kamu,” lanjutnya.

Terkuak, inilah duduk perkara jemaat gereja di Gresik diteriaki dan dibubarkan oleh tetangga.

Baru-baru ini viral di media sosial jemaat gereja di Gresik dibubarkan dan diteriaki saat beribadah.

Kini terkuak, berikut duduk perkara jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat Benowo (GPIB) itu dibubatkan saat beribadah.

Adapun kegiatan peribadatan umat Kristiani di Perumahan Cerme Indah, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, sempat dihentikan oleh tetangga lantaran dipicu kesalahpahaman.

Hal tersebut dialami oleh jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Benowo) saat menggelar ibadat di kediaman Hormali Sirait (Manurung) di Perumahan Cerme Indah, Rabu (8/5/2024) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Kasus tersebut telah diselesaikan secara damai melalui mediasi pada Kamis (9/5/2024) malam.

Kepala Desa Betiting Musholi mengungkapkan, penghentian tersebut dilakukan oleh keluarga Y yang masih bertetangga.

Aksi itu diduga dipicu salah paham lantaran parkir mobil jemaat menutupi akses menuju rumah Y.

Y, istri, beserta anaknya sempat berteriak dan mengumpat.

Namun kemudian warga berdatangan untuk melerai.

“Hanya kesalahpahaman, sebenarnya warga itu habis operasi terus menggelar doa bersama sebagai rasa syukur,” ujar Kepala Desa Betiting Musholi, Jumat (10/5/2024).

Musholi menjelaskan, kegiatan peribadatan itu sudah atas seizin pihak RT.

Redaksi Gerak News

Paus Fransiskus Serukan Pertukaran Tahanan Antara Rusia Dan Ukraina

Gerak News, Jakarta- Paus Fransiskus kembali menyerukan “pertukaran umum semua tahanan antara Rusia dan Ukraina.”

Berbicara pada Regina Caeli pada Hari Minggu Kenaikan, Paus Fransiskus mencatat bahwa permohonannya jatuh pada Hari Raya Kenaikan Tuhan Yang Bangkit “yang menginginkan kita bebas, dan yang memerdekakan kita.”

Ia kemudian meyakinkan semua pihak yang terlibat bahwa Tahta Suci tetap siap memfasilitasi segala upaya dalam hal ini, terutama bagi mereka yang terluka parah dan sakit.”

Dan beliau memperbarui permohonannya untuk berdoa bagi perdamaian, “Mari kita terus berdoa untuk perdamaian, di Ukraina, di Palestina, di Israel, di Myanmar… mari kita berdoa untuk perdamaian!” katanya.

Sejauh ini, Rusia dan Ukraina telah melakukan lebih dari 50 pertukaran tahanan sejak awal perang, yang melibatkan beberapa ribu tahanan yang telah dibebaskan oleh kedua belah pihak.

Januari lalu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebutkan bahwa sekitar 3.000 tentara Ukraina telah dibebaskan menyusul perjanjian tersebut.

Seperti yang Paus Fransiskus sendiri katakan, dia telah mengajukan seruan mengenai hal ini dalam banyak kesempatan.

Dalam pidato “Urbi et Orbi” pada Paskah ini, pada tanggal 31 Maret: “Pikiran saya terutama ditujukan kepada para korban dari banyak konflik di seluruh dunia, dimulai dengan mereka yang terjadi di Israel dan Palestina, dan di Ukraina. Semoga Kristus yang bangkit membuka jalan perdamaian demi masyarakat yang dilanda perang di wilayah tersebut. Dalam menyerukan penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, saya menyatakan harapan saya untuk pertukaran umum semua tahanan antara Rusia dan Ukraina: semua demi semua”!

Bulan lalu dalam Audiensi Umum pada tanggal 17 April, beliau mengatakan, “Dan pikiran kita, pada saat ini, [pikiran] kita semua, tertuju pada orang-orang yang sedang berperang. Mari kita pikirkan tentang Tanah Suci, Palestina, tentang Israel. Kita memikirkan Ukraina, Ukraina yang mati syahid. Mari kita pikirkan para tawanan perang… Semoga Tuhan menggerakkan kehendak agar mereka semua dapat dibebaskan. Dan berbicara tentang para tawanan, mereka yang disiksa terlintas dalam pikiran tahanan adalah hal yang mengerikan. Ini bukan hal yang manusiawi. Mari kita pikirkan begitu banyak jenis penyiksaan yang melukai martabat seseorang, dan begitu banyak orang yang disiksa… Semoga Tuhan membantu semua orang dan memberkati semua orang.”

Dan dalam pertemuan dengan para Yesuit pada bulan September 2022 ketika beliau melakukan perjalanan ke Kazakhstan, Bapa Suci berbicara tentang komitmennya terhadap pembebasan para tahanan dengan mengatakan, “Beberapa utusan Ukraina datang kepada saya. Di antara mereka, wakil rektor Universitas Katolik Ukraina, didampingi penasihat urusan agama Presiden, seorang evangelis. Kami berbicara, berdiskusi. Seorang pemimpin militer yang menangani pertukaran tahanan juga datang, selalu bersama penasihat agama Presiden Zelensky. Mereka meminta saya melakukan sesuatu untuk memfasilitasi pertukaran. Saya segera menelepon duta besar Rusia untuk mengetahui apakah ada yang bisa dilakukan, apakah pertukaran tahanan bisa dipercepat.”

Paus Fransiskus juga mempercayakan Kardinal Matteo Zuppi untuk menjalankan misi kemanusiaan ke negara-negara yang dilanda perang dan menugaskannya, di antara tanggung jawab lainnya, untuk fokus pada pertukaran tahanan dan pemulangan anak-anak Ukraina dari Rusia.

Redaksi Gerak News