Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaAgamaBRIN: Ada Potensi Perbedaan Awal Ramadhan Antara Pemerintah Dan Muhammadiyah

BRIN: Ada Potensi Perbedaan Awal Ramadhan Antara Pemerintah Dan Muhammadiyah

Energi Juang News, Jakarta- Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin mengungkapkan ada potensi perbedaan awal Ramadhan 2025 antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Thomas Djamaluddin, memprediksi pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada 2 Maret 2025.

Dia menjelaskan, potensi perbedaan ini karena kegagalan rukyat. Posisi Bulan di wilayah Banda Aceh sudah memenuhi kriteria MABIMS, tetapi di wilayah Indonesia lainnya, seperti Surabaya, baru mencapai 5,8 derajat.

“Posisi Bulan yang terlalu dekat dengan Matahari dan ketinggiannya masih cukup rendah, ini menunjukkan bahwa posisi Bulan pada awal Ramadhan untuk penentuan awal Ramadhan ini sulit diamati,” ujar Thomas dalam rekaman video yang diunggah di kanal YouTubenya seperti dikutip Energi Juang, Rabu (26/2/2025).

“Kemungkinan gagal rukyat, kita tunggu saja hasil sidang isbat. Ada kemungkinan 1 Ramadhan 1446 jatuh pada 2 Maret 2025,” sambungnya.

Seperti diketahui, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang memungkinkan berbeda dengan pemerintah dan NU.

Pemerintah sendiri baru akan mengumumkan awal Ramadan 2025 setelah Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat pada 29 Syakban 1446 H. Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan sidang isbat awal Ramadan akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag, Jakarta Pusat pada Jumat, 28 Februari 2025.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/2/2025).

Sidang isbat ini akan membahas data hisab, verifikasi rukyatul hilal, dan memutuskan awal Ramadhan dengan mempertimbangkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Baca juga :  Tentukan Hari Lebaran, Kemenag Gelar Sidang Isbat

Menurut kriteria MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal berada di ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Direktur Urais Binsyar pada Ditjen Bimas Islam Kemenag Arsad Hidayat mengatakan berdasarkan data hisab awal Ramadhan tahun ini, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025 sekitar pukul 07.44 WIB. Pada hari tersebut, ketinggian hilal di wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91′ hingga 4° 40,96′, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03′ hingga 6° 24,14′.

“Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama,” sebut Arsad, dilansir Kemenag.

Sebagaimana Pemerintah, NU juga belum menetapkan awal Ramadhan 2025. Ikhbar awal Ramadhan biasanya akan disampaikan Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas dasar rukyatul hilal pada 29 Syakban.

Sedangkan Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Ketetapan ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.

“Pada saat Matahari terbenam, Jumat, 28 Februari 2025 M, di seluruh wilayah Indonesia Bulan berada di atas ufuk (hilal sudah wujud). Di wilayah Indonesia tanggal 1 Ramadan 1446 H jatuh pada hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025 M,” demikian bunyi maklumat tentang Ramadan poin ketiga dan keempat.

PP Muhammadiyah juga telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Artinya puasa berlangsung 30 hari.

“Umur bulan Ramadan 1446 H disempurnakan (istikmal) 30 hari. Di wilayah Indonesia tanggal 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin Pahing, 31 Maret 2025 M,” demikian bunyi maklumat Syawal 1446 H poin keempat dan kelima.

Baca juga :  PP Muhammadiyah Gelar Salat Id, Ini Tema Khotbahnya

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments