Jumat, Mei 8, 2026
spot_img
BerandaAgamaMUI: Boleh Mencicipi Makanan Saat Puasa, Asal….

MUI: Boleh Mencicipi Makanan Saat Puasa, Asal….

Energi Juang News, Jakarta- Menyiapkan hidangan bagi mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu amal mulia.

Siapa pun yang memasak dan menyajikan makanan untuk berbuka akan memperoleh pahala sebanding dengan orang yang berpuasa, tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka sendiri.

Karena itu, banyak orang berlomba-lomba menyajikan hidangan terbaik dengan memastikan makanan tersebut memiliki cita rasa yang lezat, salah satunya dengan cara mencicipi masakan.

Lantas, bagaimana hukumnya mencicipi makanan saat puasa? Apakah akan membatalkan puasa Ramadhan?

Hukum mencicipi makanan saat puasa

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan, mencicipi makanan tidak akan membatalkan puasa asalkan hanya sekedar merasakannya di lidah.

Mencicipi makanan bisa membatalkan puasa apabila makanan yang dicicipi sampai tertelan ke kerongkongan.

“Mencicipi makanan kemudian menelannya, maka membatalkan puasa,” ujarnya Sabtu (1/3/2025).

Meski tidak sampai membatalkan, tetapi mengetahui rasa makanan saat sedang puasa hukumnya makruh, terlebih bagi orang yang tidak berkepentingan.

Artinya, mencicipi makanan tidak dianjurkan dan lebih baik dihindari, tetapi tidak akan berdosa apabila dikerjakan.

“Sebaiknya tidak dilakukan, tapi kalau dilakukan juga boleh asal setelah dicicipi lalu dibuang,” kata Anwar.

Dalil mencicipi makanan saat puasa

Para ulama terdahulu telah mengungkapkan berbagai pendapat mengenai persoalan mencicipi makanan saat puasa.

Dilansir dari laman Kementerian Agama, menurut mayoritas ulama Syafi’i, masuknya sisa-sisa makanan yang sedikit dan sulit dipisahkan dari mulut tidak membatalkan puasa.

Demikian pula dengan rasa makanan, karena tidak ada wujudnya yang masuk ke rongga perut. Itu berarti puasa tidak batal jika rasa makanan yang terasa di ludah masih mungkin dibuang atau dikeluarkan.

Kesimpulan ini diambil para ulama berdasarkan qaul Ibnu Abbas yang berbunyi:

Baca juga :  Ini Alasan NU Tidak Menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal

“Diriwayatkan dari Ibn Abbas, ia berkata, tidak masalah apabila seseorang yang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu selama tidak masuk kerongkongan/memakan.” (Musannaf Ibn Abi Syaibah, juz 2, halaman: 304).

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments