Energi Juang News, Jakarta- KH Ridho Abdul Fatah menyatakan, adalah sesuatu yang baik, ketika umat Islam berbahagia di momen Hari Raya Idul Fitri.
Hanya saja, ujar Kiai Ridho, banyak umat Islam yang mengungkapkan kebahagiaan itu dengan menyatakan bahwa ketika Idul Fitri, kita sebagai manusia kembali suci.
Hal itu dijelaskan Kiai Ridho dalam program Energi Iman bertajuk ‘Makna Keutamaan Idul Fitri Setelah Ramadan’ di kanal YouTube Energi Juang News, baru-baru ini.
“Secara bahasa, Id berasal dari kata ada – ya’uudu, yang artinya kembali. Sedangkan Al-fithr, artinya sarapan,” ujar Kiai Ridho.
Sang Kiai melanjutkan, Idul Fitri yang berasal dari kata ‘Id’ dan ‘fithr’ menjadi nama hari raya, karena di hari itu kita bisa kembali sarapan atau makan pagi setelah sebulan lamanya berpuasa.
Bahkan, lanjut Kiai Ridho, di hari Idul Fitri haram bagi kita berpuasa. Sesaleh apapun kita, ketika kita berpuasa di 1 syawal, maka kita berdosa.
Namun, tambah Kiai Ridho, ketika Fitrah yang menjadi asal kata Fitri dimaknai sebagai kesucian manusia ketika baru lahir, maka Idul Fitri bisa diartikan sebagai ‘kembali suci’.
Tapi, Kiai Ridho mengingatkan, makna “kembali suci” itu tak otomatis menjelma menjadi kenyataan pada diri setiap orang.
“Sebab, keadaan masing-masing orang di hari Idul Fitri berbeda-beda,” ujar Kiai Ridho.
“Ada yang selama berpuasa menunjukkan dirinya betul-betul bertakwa pada Allah, ada juga yang selama berpuasa tetap jadi orang yang slengean, terus bermaksiat,” tambahnya.
Redaksi Energi Juang News



