Energi Juang News, Jakarta – K.H. Muhammad Sodri dalam program “Energi Iman” di kanal YouTube Energi Juang News menegaskan bahwa kemuliaan memaafkan merupakan bagian dari tujuan utama Ramadan, yaitu mencapai takwa.
“Tujuan utama Ramadan adalah mencapai takwa. Takwa itu tidak hanya tentang hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia,” ujar K.H. Muhammad Sodri.
Ia menjelaskan bahwa memaafkan adalah salah satu ciri orang yang bertakwa, terutama di bulan Ramadan. Rasulullah SAW adalah teladan dalam memaafkan, bahkan ketika beliau dilukai di Thaif.
“Rasulullah SAW selalu memberi contoh bagaimana memaafkan, termasuk kepada orang-orang yang pernah menyakitinya,” jelasnya.
Menurut K.H. Muhammad Sodri, tradisi halal bihalal setelah Ramadan merupakan salah satu bentuk pengamalan ajaran memaafkan. Ia menekankan pentingnya memaafkan dengan ikhlas dan melupakan kesalahan orang lain.
“Memaafkan harus dilakukan dengan hati yang tulus. Jangan hanya di mulut, tapi di hati masih menyimpan dendam,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya meminta maaf kepada kedua orang tua dan memaafkan mereka yang sudah meninggal dengan cara meminta maaf atas nama mereka sebelum salat jenazah.
“Kita harus berbakti kepada orang tua, meminta maaf kepada mereka, dan juga memaafkan mereka yang telah berpulang,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengajak semua untuk introspeksi diri dan menyadari bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan. Dengan saling memaafkan, seseorang dapat mencapai ketenangan jiwa.
“Manusia itu tempatnya salah. Jika kita ingin hati kita tenang, maafkanlah orang lain,” katanya.
Di akhir pembahasan, K.H. Muhammad Sodri mengutip ayat Al-Qur’an dan hadis yang menjelaskan tentang kemuliaan memaafkan. Ia mengajak semua untuk menjadi pribadi yang lapang dada dan mudah memaafkan.
Redaksi Energi Juang News



