Energi Juang News, Jakarta- Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas LC menyatakan, zakat adalah kewajiban dalam Islam.
Kiai Taufik menyatakan, zakat dalam Al-Quran disebut sebagai sedekah. Dan sedekah itu tergolong dalam dua jenis, yakni sedekah wajib dan sedekah sunnah.
Hal itu dijelaskan Kiai Taufik dalam program Energi Iman bertajuk ‘Hikmah Berzakat’ di kanal YouTube Energi Juang News, baru-baru ini.
“Sedekah wajib itulah yang dikenal dengan istilah zakat. Zakat pun dibagi menjadi dua, zakat fitrah dan zakat mal,” ungkap Kiai Taufik.
Sang kiai melanjutkan, zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Di zaman Nabi Muhammad saw, makanan pokoknya dalam bentuk gandum, kurma dan sebagainya.
Kiai Taufik melanjutkan, di Indonesia makanan pokoknya adalah beras. Saat ini, beras yang dibayarkan dalam zakat fitrah harus sebanyak 3,5 liter atau 2,5 kilogram.
Zakat fitrah ini dibayarkan biasanya di bulan Ramadan. Batas waktunya adalah sebelum digelarnya Salat Idul Fitri.
Terkait dengan fenomena zakat online, Kiai Taufik menyatakan dalam pemberian zakat fitrah, yang menjadi hal utama bukanlah pemberian barangnya.
Namun, Kiai Taufik menegaskan harus ada ketersambungan hati antara pemberi zakat atau Muzaki dengan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.
“Seharusnya ada pertemuan, tatap muka dan interaksi antara Muzaki dan Mustahik sehingga ada ketersambungan hati,” ungkap Kiai Taufik.
“Saya tak menganjurkan zakat online, karena masih ada para tetangga, kerabat atau saudara yang seharusnya bisa kita temui untuk kita berikan secara langsung zakat fitrahnya,” tambahnya.
Redaksi Energi Juang News



