Energi Juang News, Jakarta – Dalam program “Energi Iman”, KH. Wahid Nuruddin menegaskan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk membangun ketakwaan secara total.
“Target puasa itu supaya kita menjadi orang yang bertakwa. Semuanya harus totalitas,” ujar KH. Wahid Nuruddin.
Ia menekankan bahwa Ramadan adalah momen terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah. “Jangan sampai Ramadan hanya menjadi momen menahan lapar dan haus saja,” tambahnya.
Lebih lanjut, KH. Wahid Nuruddin menjelaskan bahwa pahala di bulan Ramadan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. “Semua pahala itu dilipatgandakan,” tegasnya. Oleh karena itu, ia mendorong umat Muslim untuk memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, serta melakukan amal kebaikan lainnya. Bahkan, hanya dengan mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an pun bisa mendapatkan pahala.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan hati selama berpuasa. “Kita juga harus jaga mulut,” pesannya. Ia menegaskan agar menghindari kebohongan, ingkar janji, dan bergosip. Bahkan, komunikasi melalui pesan singkat juga harus diperhatikan agar tidak menjurus pada hal-hal negatif.
KH. Wahid Nuruddin juga mengajak umat Muslim untuk memanfaatkan Ramadan sebagai kesempatan untuk memohon ampunan dan meningkatkan ketakwaan. “Jangan sampai Ramadan terlewatkan… ini kesempatan cuci gudang,” ujarnya.
Dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, ia berharap umat Muslim bisa menjadi pribadi yang sukses dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat.
Redaksi Energi Juang News



