Energi Juang News, Jakarta- Pendakwah sekaligus akademisi KH Helmi Hidayat menyatakan, sabar dan syukur tampak seperti dua entitas berbeda.
Tapi sejatinya, keduanya satu kesatuan. Karena orang yang bersabar karena Allah swt, pastinya dia orang yang bersyukur kepada Allah swt.
Hal itu dijelaskan Kiai Helmi dalam program Energi Iman bertajuk “Keutamaan Bersabar dan Bersyukur” di kanal YouTube Energi Juang News, baru-baru ini.
“Orang yang tak pandai bersyukur, biasanya tak sabar. Misalnya ketika ada orang yang tak puas dengan kekayaannya, dia selalu ‘melihat keatas’ dengan iri, dengki, marah, yang menunjukkan dia tak bersyukur sehingga dia juga tidak sabar,” papar Kiai Helmi.
Kiai Helmi melanjutkan, sabar dan bersyukur sandingannya adalah Qanaah.
Orang yang Qanaah atau selalu merasa cukup, sesungguhnya sudah melampaui fase sabar yang luar biasa. Dan karena itu, pasti orang itu selalu bersyukur pada Allah swt.
Kiai Helmi mengungkapkan, dalam surat Al Baqarah ayat 45, Allah swt berfirman:
Wasta’iinuu bish shabri wash shalaah, wa innahaa lakabiiratun illaa ‘alal khaasyi’iin.
Artinya:
Dan mintalah tolong kalian dengan sabar dan salat, dan sesungguhnya salat itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.
“Sabar itu karena ilmu manusia terbatas, karena itu Allah tak mengizinkan manusia tahu masa depan. Sebab bila kita tahu apa yang terjadi di masa depan, kita tak akan punya semangat dan harapan,” ungkap Kiai Helmi.
Redaksi Energi Juang News



