Energi Juang News, Jakarta- Jaringan restoran gyudon terkemuka di Jepang, Sukiya, mengumumkan penutupan sementara hampir 2.000 gerainya di seluruh negeri mulai Senin (31/3/2025).
Keputusan ini diambil setelah ditemukannya tikus dalam sup miso di salah satu gerai di Tottori dan insiden kontaminasi serangga di gerai Tokyo.
Pada Januari lalu, seorang pelanggan di gerai Tottori menemukan seekor tikus dalam sup miso yang disajikan.
Penyelidikan internal mengungkap bahwa tikus tersebut masuk melalui celah pada pintu lemari pendingin. Selain itu, pada Jumat (28/3/2025), insiden terpisah terjadi di gerai Tokyo, di mana serangga ditemukan dalam hidangan yang disajikan.
Menanggapi kejadian tersebut, Sukiya menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak dan masyarakat luas. Perusahaan menyatakan akan melakukan pembersihan menyeluruh di semua gerainya selama empat hari.
“Kami sangat menyesal atas rasa sakit dan masalah yang ditimbulkan kepada pelanggan kami,” demikian pernyataan resmi Sukiya.
Sukiya, yang dimiliki oleh Zensho Holdings, mengoperasikan hampir 2.000 gerai di Jepang dan sekitar 660 gerai di luar negeri, termasuk di China, Singapura, dan Meksiko.
Penutupan sementara ini bertujuan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan yang lebih baik di masa mendatang.
Redaksi Energi Juang News



