Energi Juang News, Jakarta— Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) resmi meluncurkan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), sebuah holding company yang mengonsolidasikan berbagai unit bisnis strategis di bawah satu badan. Acara peluncuran ini berlangsung di Gedung BUMA, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
BUMA menaungi sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor vital, di antaranya Teknologi Informasi (IT), ketenagakerjaan, tour and travel, retail dan perdagangan, media dan event organizer (EO), pertambangan, hingga ekspor-impor.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyambut positif kehadiran BUMA. Ia menyatakan, “Ini adalah upaya yang baik dari GP Ansor dalam meraih kemandirian ekonomi. Tidak hanya untuk organisasinya, tapi juga untuk perekonomian bangsa kita.”
Rosan juga membandingkan kehadiran BUMA dengan Badan Pengelola Investasi Daya Angkasa Nusantara (Danantara), yang dikelola oleh negara. Ia berharap, ke depan, Danantara dan BUMA dapat menjalin kerja sama. Untuk kemandirian, jika negara membuat Danantara, GP Ansor membuat BUMA dan kita bisa berkolaborasi,” ujarnya.
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menekankan bahwa melalui struktur holding ini, BUMA akan mengintegrasikan kekuatan bisnis internal GP Ansor.
“Hari ini, kita buktikan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya berbicara tentang gerakan sosial dan keagamaan, tapi juga harus menjadi kekuatan ekonomi. BUMA adalah kendaraan strategis Ansor untuk menciptakan kesejahteraan kolektif dan memperbesar kontribusi kita terhadap bangsa,” ujarnya.
CEO BUMA, Firmana Tri Andika, menambahkan bahwa meski BUMA lahir dari rahim organisasi kepemudaan, namun dibangun dengan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan inovasi berkelanjutan.
“BUMA adalah wujud nyata semangat Ansor untuk mandiri, berdaya, dan berkontribusi. Kami mengundang semua pihak untuk bergabung dalam perjalanan ini, membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.
Dengan peluncuran BUMA, GP Ansor menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan ekonomi nasional. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
Redaksi Energi Juang News



