Energi Juang News,Jakarta- Aksi tegas terhadap praktik pungutan liar (pungli) kembali dilakukan di Pasar Induk Kramat Jati. Sebuah bangunan yang diduga menjadi markas oknum organisasi masyarakat (ormas) yang kerap meminta ‘jatah’ dari pedagang telah dibongkar. Bangunan tersebut terletak tepat di belakang masjid dekat los sayur pasar.
Pantauan di lokasi pada Senin (19/5/2025) menunjukkan bahwa akses menuju bangunan telah ditutup dengan pintu jeruji besi berwarna hitam, sehingga tidak memungkinkan untuk masuk dan mendekati area tersebut. Seorang kuli panggul dari lapak sayur di dekat lokasi mengatakan, “Iya ini yang kemarin dibongkar, yang malam-malam dibongkar itu.”
Meskipun akses tertutup, dari kejauhan terlihat bahwa bangunan tersebut telah hancur dan tidak memiliki tembok. Sisa-sisa puing tembok yang telah dibongkar berserakan di sekitar area. Namun, bagian tembok belakang berwarna hitam masih berdiri kokoh, begitu juga dengan pilar-pilar berwarna biru dan atap bangunan yang masih tegak berdiri.
Menurut kuli panggul yang enggan disebutkan namanya, area ini dikabarkan akan dijadikan taman untuk mencegah penggunaan kembali oleh oknum ormas. “Dengar-dengar sih kemarin mau dijadiin taman supaya tempatnya nggak dipakai lagi. Cuma nggak tahu dah, masih rencana doang belum ada kerjanya,” terangnya.
Seorang pedagang kopi dan minuman di sekitar lokasi juga membenarkan bahwa area yang telah dikunci tersebut adalah bangunan ormas yang belum lama ini dibongkar. Ia menyatakan bahwa bangunan tersebut telah lama berdiri di kawasan Pasar Induk Kramat Jati dan digunakan oleh ormas yang kerap meminta pungli kepada pedagang sekitar. “Memang benar yang itu, sebelumnya di sana itu ya mereka pada pakai topi sama seragam itu pada kumpul di sana. Ia yang pungli-pungli itu,” terangnya.
Pembongkaran ini merupakan langkah nyata dalam upaya memberantas praktik pungli yang meresahkan pedagang dan pengunjung pasar. Warga berharap bahwa dengan dibongkarnya markas tersebut, kawasan pasar akan menjadi lebih aman dan nyaman untuk beraktivitas.
Redaksi Energi Juang News



