Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisBank Dunia Salurkan Rp 34 Triliun untuk Indonesia: Ini Rinciannya

Bank Dunia Salurkan Rp 34 Triliun untuk Indonesia: Ini Rinciannya

Energi Juang News, Jakarta– Bank Dunia resmi menyalurkan dana sebesar Rp 34,62 triliun atau setara dengan US$ 2,128 miliar untuk mendukung berbagai program di Indonesia. Fokus utama pendanaan ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas akses terhadap energi bersih di tanah air.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Manuela V Ferro, menyatakan investasi ini sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungannya ke Jakarta.

“Pendanaan lebih dari US$ 2 miliar ini akan memperkuat reformasi dan investasi yang penting bagi Indonesia. Kami berharap dukungan ini mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan akses energi bersih di salah satu perekonomian terbesar di dunia ini,” ungkap Manuela dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6/2025).

Rincian Program Pembiayaan.
Dukungan Bank Dunia ini mencakup dua skema pembiayaan utama. Pertama, pinjaman sebesar US$ 1,5 miliar untuk program Indonesia Productive and Sustainable Investment Development Policy Loan. Program ini bertujuan memperkuat sektor keuangan dengan pengembangan layanan digital dan mengurangi hambatan infrastruktur kredit. Selain itu, program ini juga berfokus pada perluasan pasar modal serta penanganan risiko bencana dan perubahan iklim.

“Program ini juga mempermudah pengadaan teknologi energi terbarukan dengan memangkas persyaratan konten lokal, menyelaraskan standar kawasan industri dengan praktik internasional yang ramah lingkungan, serta mengadopsi skema land value capture untuk menarik investasi swasta,” tambah Manuela.

Selain itu, dana senilai US$ 628 juta dialokasikan untuk proyek Sustainable Least-Cost Electrification-2 (ISLE-2). Program ini bertujuan memperluas akses listrik bagi 3,5 juta penduduk. Selain itu, program ini juga akan membangun pembangkit listrik tenaga surya dan angin dengan total kapasitas 540 megawatt di Kalimantan dan Sumatra.

Baca juga :  Kenaikan PPN Akan Tekan Daya Beli Masyarakat

Proyek ISLE-2 diharapkan dapat menurunkan biaya produksi listrik sebesar 8% dan memangkas emisi gas rumah kaca hingga 10%.

Skema Pendanaan dan Inovasi Pembiayaan.
Pendanaan ISLE-2 berasal dari pinjaman IBRD senilai US$ 600 juta dan hibah US$ 12 juta dari Livable Planet Fund. Ada tambahan hibah US$ 16 juta dari mitra internasional melalui inisiatif SRMI. Dukungan hibah ini juga mencakup dana dari Kerajaan Inggris melalui program Energy Sector Management Assistance Program (ESMAP) dan Green Climate Fund.

Bank Dunia memperkenalkan step-up loan product sebagai model pembiayaan baru dengan suku bunga kompetitif. Skema ini memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam jangka waktu sembilan tahun. Skema ini menawarkan bunga rendah pada tahap awal pelaksanaan proyek dan peluang penghematan setelah proyek berjalan.

“Ini bagian dari upaya Bank Dunia membangun jaringan energi yang terintegrasi dan kuat di kawasan regional,” tutup Manuela.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments