Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisUMKM Keluhkan Seller Center Baru, Tokopedia-TikTok Shop Berikan Penjelasan

UMKM Keluhkan Seller Center Baru, Tokopedia-TikTok Shop Berikan Penjelasan

Energi Juang News, Jakarta– Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengeluhkan sistem seller center baru hasil integrasi Tokopedia dan TikTok Shop. Mereka menilai platform tersebut sulit digunakan dan membingungkan dibandingkan sistem sebelumnya.

Menanggapi hal ini, Tokopedia dan TikTok E-commerce menyampaikan penjelasan mengenai tujuan peluncuran seller center terbaru. Head of Communication Tokopedia dan TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan, menyatakan seller center ini dirancang untuk memudahkan pelaku usaha memantau dan mengelola penjualan di dua platform sekaligus.

“Kalau dulu, penjual harus membuka dua seller center yang berbeda untuk memantau penjualan di Tokopedia dan TikTok Shop. Sekarang, semuanya bisa dipantau melalui satu platform terintegrasi,” jelas Aditia dalam keterangan di Kantor Tokopedia, Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Seller Center Baru Buka Peluang Lebih Fleksibel.
Aditia menegaskan bahwa seller center yang baru tidak membatasi pelaku usaha untuk berjualan di kedua platform. Justru sistem ini memberi fleksibilitas agar penjual dapat mengatur strategi bisnis dengan lebih efisien.

“Transisi ini memang butuh waktu adaptasi. Kami memberi kebebasan kepada seller, apakah mereka mau langsung menggunakan dua platform atau fokus di Tokopedia dulu. Itu sepenuhnya keputusan mereka,” tambahnya.

Meski begitu, Aditia mengingatkan bahwa fitur di seller center lama akan berkurang secara bertahap. Mulai 9 Juni 2025, seller yang masih menggunakan platform lama tidak dapat menambahkan produk baru atau menjalankan iklan.

“Kalau ingin pengalaman yang lebih optimal, seller harus mulai beralih ke platform yang baru agar semua fitur bisa digunakan sepenuhnya,” ujar Aditia.

Tokopedia-TikTok Shop Gencar Sosialisasi.
Agar proses migrasi berjalan lancar, Tokopedia dan TikTok Shop secara rutin mengadakan webinar setiap dua minggu untuk membimbing para pelaku usaha.

Baca juga :  Menkeu Ogah Gunakan APBN Untuk Whoosh, Apa Kata Istana?

“Kami terus melakukan pelatihan tentang cara upload produk, strategi beriklan, hingga mengatur keuangan bisnis mereka,” katanya.

Menurut Aditia, seller center baru ini bertujuan untuk mendukung brand lokal, khususnya UMKM, agar mampu mengelola usaha dengan lebih terintegrasi dan efisien. Penjual juga diberi pilihan untuk tetap berjualan di Tokopedia, TikTok Shop, atau keduanya sesuai dengan strategi bisnis masing-masing.

UMKM Keluhkan Seller Center Baru.
Di sisi lain, beberapa UMKM menyampaikan keluhan mereka di media sosial terkait seller center TikTok Shop yang dianggap kurang ramah pengguna. Mereka merasa sistem baru ini lebih rumit dibandingkan seller center Tokopedia yang sebelumnya mereka gunakan.

“Migrasi seller center ini membingungkan. Tampilan dan alurnya tidak sesederhana di Tokopedia,” tulis pengguna Instagram @eco*.

Seorang seller lainnya bahkan mengaku mulai memindahkan bisnisnya ke platform e-commerce lain.

“Saya sudah lima tahun jualan di Tokopedia. Karena kebijakan makin sulit, saya pindah ke Shopee dan pelan-pelan ajak pelanggan pindah ke sana. Puji Tuhan, sekarang sudah jadi star seller di Shopee,” ungkap @re.

Meskipun pihak Tokopedia dan TikTok E-commerce telah melakukan sosialisasi, proses transisi ini tetap memunculkan pro dan kontra di kalangan pelaku usaha.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments