Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisMenteri P2MI Tegaskan Fokus pada Penempatan Legal Pekerja Migran, Bukan Penelantaran WNI

Menteri P2MI Tegaskan Fokus pada Penempatan Legal Pekerja Migran, Bukan Penelantaran WNI

Energi Juang News, Jakarta– Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, kembali menegaskan bahwa tugas utama institusinya adalah memastikan penempatan pekerja migran secara sah dan aman, bukan menelantarkan warga negara Indonesia di luar negeri.

Dalam klarifikasi yang disampaikan pada Minggu (29/6/2025), Karding menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah memaksa masyarakat untuk mencari kerja ke luar negeri. Sebaliknya, ia hanya mengajak generasi muda untuk membuka mata terhadap peluang kerja global yang tersedia secara resmi dan aman.

“Saya tidak menyuruh, hanya mengajak. Saya kampanye agar anak-anak, termasuk mahasiswa, mendapat kesempatan kerja di luar negeri,” ujar Karding dalam siaran pers.

Tugas Kementerian P2MI Bukan Tangani Lapangan Kerja Domestik.
Karding menjelaskan bahwa urusan penyerapan tenaga kerja dalam negeri adalah tanggung jawab Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Sementara, Kementerian P2MI fokus pada penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

“Tugas kami jelas. Bukan mencari pekerjaan dalam negeri, melainkan memastikan warga bisa bekerja di luar negeri secara legal dan terlindungi,” tegasnya.

Menurutnya, adanya mispersepsi yang menyebutkan bahwa ia menelantarkan WNI hanyalah kekeliruan informasi. Ia memastikan setiap langkahnya bertujuan memberikan jalan yang lebih baik bagi tenaga kerja Indonesia di kancah global.

Kualitas PMI Jadi Fokus Utama.
Selain penempatan, Karding menekankan bahwa kementeriannya juga bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi calon pekerja migran. Ini termasuk memperkuat jejaring global serta diplomasi ekonomi demi kepentingan jangka panjang bangsa.

“Kami tidak hanya mengirim, tapi juga menyiapkan mereka agar mampu bersaing di dunia kerja internasional,” katanya.

Karding menegaskan, bekerja sebagai PMI bukanlah pilihan terakhir, tetapi dapat menjadi jalan utama menuju karier global yang lebih baik.

Baca juga :  Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Sentuh Rp1.980.000 per Gram pada Senin, 21 April 2025

Migrant Center dan Solusi Pengangguran.
Dalam kesempatan talkshow dan peresmian Migrant Center di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang (26/6/2025), Karding menyampaikan bahwa masih terdapat hampir satu juta pengangguran di Jawa Tengah yang belum terserap.

“Kalau peluang dalam negeri sulit, kenapa tidak mencoba ke luar negeri secara resmi dan legal?” ucapnya kepada peserta yang mayoritas mahasiswa.

Ia pun menyebut bahwa secara nasional, lebih dari 70 juta warga Indonesia masuk dalam kategori pengangguran terbuka.

PMI sebagai Duta Global Indonesia.
Lebih lanjut, Karding percaya bahwa keberadaan pekerja migran Indonesia yang terampil dapat menjadi alat penyebaran pengaruh budaya dan nilai bangsa ke dunia internasional.

“Dunia saat ini tidak dikuasai dengan senjata, tapi dengan ide dan keterampilan. Seperti Korea Selatan dengan K-Pop, kita bisa mengglobal lewat PMI yang profesional,” paparnya.

Karding bahkan optimistis, suatu hari akan ada warga Indonesia yang mampu memimpin di panggung internasional, seperti halnya tokoh diaspora India yang kini memimpin Inggris.

“Kita harus yakin, Indonesia bisa punya peran besar di dunia global—dan salah satu jalannya adalah lewat pekerja migran,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments