Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisSmelter Nikel MMP Resmi Beroperasi di Balikpapan

Smelter Nikel MMP Resmi Beroperasi di Balikpapan

Energi Juang News, Jakarta– Smelter nikel MMP (PT Mitra Murni Perkasa), anak perusahaan dari MMS Group Indonesia (MMSGI), secara resmi memulai operasionalnya di Kawasan Industri Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 26 Juni 2025. Smelter nikel MMP ini menjadi bukti nyata kontribusi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dalam penguatan industri hilir nasional dan rantai pasok global energi bersih.

Smelter ini memiliki kapasitas produksi hingga 28.000 metrik ton high grade nickel matte setiap tahunnya. Proses produksi menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) 2 x 48 MVA yang terintegrasi dengan converter canggih. Teknologi ini mendukung efisiensi energi dan menekan emisi, sekaligus menjawab tuntutan akan teknologi industri yang lebih ramah lingkungan.

Fasilitas ini mendapatkan pasokan listrik dari PLN. Perusahaan juga menggunakan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan energi rendah karbon di Indonesia.

Dukung Visi Indonesia untuk Energi Ramah Lingkungan.
Presiden Direktur MMP, Adhi Dharma Mustopo, menyampaikan bahwa fase power on ini menandai kesiapan MMP menjalankan operasi industri smelter yang berstandar tinggi dan berkelanjutan.

“Pabrik ini dibangun sepenuhnya dengan investasi dari dalam negeri. Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu membangun infrastruktur industri kelas dunia yang berdampak besar bagi masa depan ekonomi dan lingkungan,” ujarnya, Minggu (29/6/2025).

Proyek smelter ini mengintegrasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Perusahaan menerapkan teknologi rendah emisi dan sistem tata kelola sesuai standar IFC Performance Standards. Mereka juga mengembangkan SDM lokal dengan pelatihan berkelanjutan. MMP menargetkan pembukaan 1.000 lapangan kerja baru dari proyek ini.

Fokus pada Keamanan, Lingkungan, dan SDM.
Dalam hal keselamatan dan keberlanjutan operasional, MMP menerapkan sistem HSE (Health, Safety, and Environment) yang ketat dengan evaluasi rutin. Seluruh proses dirancang agar sesuai standar industri global, tanpa mengabaikan dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.

Baca juga :  Prabowo Targetkan Masyarakat Miskin Ekstrem Hilang di 2026

“Power on ini bukan sekadar simbolisasi operasional teknis. Ini adalah langkah awal dari perjalanan kami memperkuat hilirisasi nikel nasional dan memberi manfaat ekonomi bagi warga Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan,” tegas Adhi.

Smelter ini mulai beroperasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai global. Langkah ini juga mendukung transisi ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments