Energi Juang News, Jakarta– Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat bicara menanggapi kritik terkait belum digelarnya Liga Putri Indonesia. Dalam pernyataannya, Erick menegaskan bahwa penyelenggaraan liga tidak bisa dipaksakan hanya karena adanya tekanan dari publik.
“Kalau liganya dipaksakan sekarang, nanti mati lagi. Saya tidak mau terburu-buru hanya karena dihujat,” kata Erick usai laga Timnas Putri Indonesia kontra Pakistan di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 di Tangerang, Rabu (2/7).
Timnas Putri Indonesia kalah 0-2 dari Pakistan dalam laga tersebut. Menurut Erick, kekalahan ini menjadi cerminan bahwa pembinaan sepak bola perempuan masih butuh perhatian besar.
Ia menyebut bahwa minimnya jumlah pemain berbakat menjadi kendala utama. “Kita bisa lihat sendiri, jumlah talenta belum cukup. Sepak bola perempuan sempat vakum lama, jadi tidak bisa langsung dipaksa jalan,” jelasnya.
Erick juga mengatakan bahwa membangun kompetisi tanpa fondasi kuat hanya akan membuat liga tidak bertahan lama. “Saya lebih memilih memperkuat tim nasional dan pembinaan di level akar rumput terlebih dahulu. Baru setelah itu kita bisa jalankan Liga Putri dengan sistem yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa meski sudah ada dorongan dari berbagai pihak, termasuk kementerian, namun ekosistem pemain dan klub belum siap. “Kalau liganya hanya dibangun lalu berhenti setahun kemudian karena tidak ada pemain, ya sia-sia juga,” tutupnya.
Redaksi Energi Juang News



