Energi Juang News, Jakarta– Direktur Utama PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), Agus Susanto, akhirnya angkat bicara menanggapi kabar simpang siur mengenai rencana penawaran umum perdana saham atau IPO perseroan. Ia menegaskan bahwa proses IPO PMUI tetap berjalan sesuai jadwal pada 10 Juli 2025. Menurutnya, semua tahapan telah dijalankan sesuai arahan regulator dan tidak ada alasan untuk menunda proses tersebut. “IPO tetap berlangsung, semua positif,” kata Agus saat dihubungi media.
Sebagai penjamin emisi efek, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI Sekuritas) disebut telah menjalankan seluruh kewajibannya. KISI juga membantu PMUI dalam menjaring investor strategis serta memasarkan saham ke publik. Agus menepis kabar yang beredar di media sosial soal pembatalan IPO dan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Senada dengan pernyataan Agus, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, memastikan bahwa PMUI telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku dalam proses pencatatan saham. “Koordinasi dengan penjamin emisi menunjukkan bahwa PMUI memenuhi semua syarat untuk tercatat di Bursa,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media.
PMUI akan bergabung dengan tiga perusahaan lain yang juga dijadwalkan melantai di Bursa pada hari Kamis, yakni PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), dan PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI).
Perusahaan yang berdiri sejak 1998 di Cirebon ini dikenal sebagai pemain utama dalam distribusi produk telekomunikasi. PMUI membawahi sejumlah anak usaha, termasuk distributor Kraft Heinz ABC, Coca-Cola, XL Axiata, serta perusahaan digital dan e-commerce. Perluasan bisnis dilakukan seiring dengan meningkatnya kepercayaan dari mitra.
Selain fokus pada ekspansi, PMUI juga mengembangkan sistem ERP internal sebagai bagian dari strategi operasional dan efisiensi. Sistem ini berfungsi untuk pemantauan kinerja, mitigasi risiko, hingga peningkatan produktivitas.
Agus dan kakaknya, Rudy Susanto, yang mendirikan PMUI bersama, menjunjung tinggi loyalitas terhadap mitra usaha. Sejak 2009, PMUI menjadi distributor eksklusif XL Axiata dan terus memperluas cakupan wilayah distribusinya. Dengan model kemitraan tersebut, PMUI mencatat pertumbuhan signifikan dalam pendapatan tahunan, bahkan mencapai lebih dari Rp1 triliun pada 2015.
Agus juga dikenal sebagai sosok yang mengelola keuangan perusahaan secara progresif. Saat menjabat CFO, ia mengalokasikan aset PMUI ke berbagai instrumen, mulai dari portofolio investasi hingga properti, dengan porsi terbesar tetap di sektor bisnis utama. Dengan strategi yang matang dan konsisten, PMUI bersiap menapaki babak baru sebagai emiten publik.
Redaksi Energi Juang News



