Energi Juang News, Jakarta– Dalam sejarah hubungan Indonesia dan Prancis, sebuah momen istimewa tercatat pada peringatan Bastille Day 2025. Pada kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir di Paris dan memperoleh kehormatan yang jarang diberikan kepada pemimpin dunia. Ia menjadi Presiden RI pertama yang diundang secara resmi sebagai tamu kehormatan pada parade Bastille Day, sebuah tradisi nasional Prancis yang sarat makna sejarah dan simbol persahabatan internasional.
Undangan untuk Presiden Prabowo ini datang langsung dari Presiden Emmanuel Macron pada kunjungannya ke Indonesia pada akhir Mei 2025. Dengan undangan tersebut, Indonesia masuk dalam jajaran negara mitra strategis yang pernah mendapat kesempatan serupa. Pada podium utama Bastille Day, posisi Presiden Prabowo berdampingan dengan Macron menjadi bukti nyata penghargaan tinggi Prancis terhadap Indonesia. Bahkan, momen hangat terjadi ketika Macron memeluk Prabowo usai pembukaan parade, memperlihatkan kedekatan dua pemimpin tersebut.
Selain Prabowo, jajaran pejabat tinggi Indonesia ikut hadir, antara lain Airlangga Hartarto, Sjafrie Sjamsoeddin, Rosan Roeslani, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, dan Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh pemerintah Indonesia dalam perayaan internasional ini.
Tak hanya di podium, Indonesia juga tampil membanggakan lewat kontingen Satgas Patriot II yang terdiri dari taruna dan taruni dari TNI AD, AL, AU, serta Akademi Kepolisian. Kontingen ini berbaris rapi dalam defile, bahkan berada di barisan pembuka. Suara lagu “Maju Tak Gentar” mengiringi langkah mereka, disambut antusias penonton di Champs-Élysées, Paris. Sebanyak 451 prajurit memamerkan disiplin dan semangat juang, sementara lagu kebangsaan “Indonesia Raya” turut mengalun, menambah semarak suasana.
Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis. Kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan menegaskan posisi Indonesia yang kian diperhitungkan dalam percaturan internasional.
Redaksi Energi Juang News




