Energi Juang News, Jakarta– Di tengah hiruk pikuk kota Sidoarjo, berdiri Museum Mpu Tantular yang dikenal sebagai tempat menyimpan sejarah Jawa Timur. Namun di balik ketenangan bangunannya yang kuno, ada aura mencekam yang tak bisa diabaikan. Para pengunjung mungkin hanya melihat pajangan artefak dan benda kuno, tapi bagi sebagian warga sekitar, Museum Mpu Tantular menyimpan teror yang tak terucapkan.
Menurut warga, museum ini bukan sekadar tempat wisata edukatif. Beberapa artefak seperti keris dan topeng kuno sering terlihat bergerak sendiri, terutama saat malam menjelang. Bahkan, ada yang mengaku melihat lukisan di dinding bergoyang, seolah sedang mengikuti gerakan mata pengunjung yang lewat.
“Saya pernah jaga malam di dalam, Mas. Jam satu dini hari, keris di etalase itu tiba-tiba bunyi ‘cling cling’, padahal tidak ada siapa-siapa. Saya langsung keluar dan tidak pernah mau masuk sendirian lagi,” ungkap Pak Har, mantan petugas keamanan museum.
Suara itu nyaris terdengar diseluruh ruangan seperti tidak ada sekat kaca pelindung. Energi tak kasat mata yang menaungi keris keris itu seolah menyapa siapa saja yang sendirian ditempat itu.
Cerita serupa datang dari Bu Yanti, pedagang makanan kecil di depan museum. Ia sering mendengar suara pintu terbuka dan tertutup sendiri saat museum sudah lama ditutup dan terkunci. Engsel berdenyit menyayat hati, bergema disekitar lokasi malam itu.
Yang paling membuatnya takut adalah ketika ia melihat sosok bayangan tinggi besar melintas di balik jendela museum saat dini hari. Dia menoleh kearah Bu Yanti menampakkan wajah yang tak utuh lagi. Menandakan adanya sosok arwah yang bersemayam dilingkungan museum itu, dan seiring waktu ingin menunjukkan kepada manusia yang masih hidup apa yang terjadi dimasa lalu.
“Bayangannya seperti orang zaman dulu, pakai baju kolonial, tapi wajahnya rusak berwarna putih pucat, kayak topeng. Saya sempat mengira itu maling, tapi setelah saya panggil satpam, tidak ada siapa-siapa disitu,” jelasnya sambil memeluk jaket tanda menahan rasa takutnya.
Ada juga pengalaman menegangkan juga dirasakan oleh Rino, seorang pelajar SMA yang melakukan kunjungan edukasi bersama teman-temannya di Museum Mpu Tantular tersebut. Ketika mereka masuk ke ruang koleksi senjata, tiba tiba salah satu tombak yang dipajang mendadak roboh menimpa salah satu siswa, padahal tidak disentuh siapa pun.
Udara yang semula pengab tiba-tiba menjadi sangat dingin, dan beberapa temannya merasa mual dan sebagian lain kesurupan massal. Ini menandakan betapa kuat energi yang menaungi Museum Mpu Tantular itu hingga membuat kesurupan massal dan mual-mual.
Sehingga guru pembimbing memutuskan menghentikan kegiatan tersebut atas saran juru kunci penjaga Museum.
Konon, dahulu museum ini pernah digunakan sebagai markas militer Belanda. Banyak pejuang lokal yang ditahan, disiksa, bahkan meninggal di ruang bawah tanah bangunan ini. Beberapa ruang yang kini dipakai untuk penyimpanan disebut-sebut sebagai lokasi paling “berat” secara spiritual.
“Ruang bawah tanah itu nggak pernah saya bersihkan sendirian. Rasanya seperti diawasi. Pernah sekali saya sendirian, suara orang menangis lirih terdengar jelas dari sudut ruangan. Saya kabur tanpa menoleh ke belakang,” ucap Bu Sri, petugas kebersihan Museum Mpu Tantular.
Benda-benda kuno yang disimpan di museum ini dipercaya membawa energi dari masa lalu. Seorang dukun setempat pernah memperingatkan bahwa tidak semua benda boleh dipindahkan atau disentuh sembarangan, karena beberapa memiliki “penjaga” dari alam lain yang bisa marah jika diganggu.
Pengunjung yang peka terhadap hal-hal gaib mengaku merasa berat di kepala, pusing, atau bahkan melihat sosok hitam berlalu begitu cepat di sela-sela lorong gelap. Kadang terdengar juga suara gamelan samar-samar dari arah ruang etnografi, padahal ruangan tersebut sedang kosong.
Museum ini memang tidak pernah secara resmi mengakui adanya gangguan gaib. Namun para pegawainya tahu bahwa saat senja datang, mereka harus cepat menyelesaikan tugas dan keluar dari gedung utama. Waktu magrib dianggap sebagai batas antara dunia manusia dan dunia yang lain.
Kini, meski Museum Mpu Tantular tetap buka untuk umum, banyak warga sekitar yang menyarankan untuk tidak datang menjelang malam. Karena meski tak semua bisa melihat, banyak yang percaya bahwa penunggu museum ini tidak suka dilihat… dan kadang mereka akan balik menatapmu tanpa kau sadari.
Redaksi Energi Juang News



