Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaPolitikPuan Maharani Desak PBB Hentikan Kelaparan di Gaza yang Disebabkan Israel

Puan Maharani Desak PBB Hentikan Kelaparan di Gaza yang Disebabkan Israel

Energi Juang News, Jakarta- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, mengirim surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, di New York, Amerika Serikat, Rabu (13/8). Surat ini berisi seruan mendesak agar PBB segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan bencana kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza.

Dalam surat berjudul “Seruan Mendesak untuk Tindakan Segera guna Mengakhiri Bencana Kemanusiaan di Jalur Gaza”, Puan menegaskan bahwa situasi di wilayah tersebut telah mencapai titik kritis. Ia mengutip laporan terbaru dari badan-badan PBB seperti WFP, UNICEF, dan UN OCHA yang menunjukkan bahwa Gaza kini berada di kategori Fase 5 (kelaparan). Lebih dari 1,1 juta warga menghadapi krisis pangan akut, termasuk 500.000 anak-anak yang menderita malnutrisi parah, bahkan sebagian berada pada kondisi “sangat kurus”.

Baca juga : Respons Rencana Evakuasi Warga Gaza, Gus Falah Ingatkan Ambisi Imperialistik Trump

Menurut Puan, lebih dari 70% lahan pertanian, pasar, dan toko makanan di Gaza telah hancur. Akses terhadap makanan pokok dan pasokan medis sangat terbatas selama berbulan-bulan. Ia menyebut kelaparan ini bukan semata akibat krisis, melainkan kebijakan yang disengaja untuk menyasar warga sipil sebagai bagian dari strategi perang, yang melanggar hukum humaniter internasional.

Puan mendesak Sekjen PBB segera mengambil langkah-langkah berikut:

1. Menetapkan status resmi kelaparan di Jalur Gaza sesuai Klasifikasi Fase Terpadu (IPC).

2. Mendesak Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat untuk mencegah kelaparan digunakan sebagai senjata perang.

3. Mengaktifkan Bab VII Piagam PBB bila hambatan bantuan kemanusiaan terus terjadi.

4. Membuka koridor kemanusiaan yang aman di bawah pengawasan PBB.

5. Menggalang dukungan dana kemanusiaan darurat bersama negara-negara anggota.

6. Memulihkan penyaluran bantuan melalui UNRWA dan lembaga kemanusiaan netral lainnya.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak boleh tinggal diam saat kekejaman ini terjadi. Kami percaya PBB akan bertindak sesuai urgensi yang dibutuhkan,” tegas Puan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments