Energi Juang News, Jakarta- Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan penolakannya terhadap pembangunan kasino di Pulau Dewata, meski sempat dijanjikan keuntungan hingga Rp100 triliun. Ia menyatakan pariwisata Bali berbasis budaya, sehingga tidak boleh dirusak oleh praktik perjudian.
“Saya diimingi, kalau ada kasino di Bali, bapak bisa langsung dapat Rp100 triliun. Angkanya memang besar, tapi sekali kita salah langkah menggerus budaya Bali, kita bisa kehilangan lebih dari Rp100 triliun dan akan mengancam masa depan Bali,” ujar Koster, Minggu (18/8/2025).
Menurutnya, 60 persen perekonomian Bali bersumber dari pariwisata. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga sektor ini agar tetap berakar pada budaya. Ia menekankan, pariwisata budaya Bali tidak memiliki pesaing di dunia. Jika bergeser ke arah bisnis kasino, Bali justru hanya akan bersaing dengan negara lain.“Bali pariwisata budaya cuma satu di dunia, jadi kalau itu hilang, kita kehilangan jati diri sekaligus masa depan pariwisata kita,” tegas Koster.
Koster juga menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2025, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 4 juta kunjungan. Ditambah periode 1–13 Agustus sebanyak 300 ribu kunjungan, totalnya sudah lebih dari 4,3 juta. Ia memperkirakan hingga akhir 2025 angka kunjungan bisa menembus 7,2 juta wisatawan.“Luar biasa kenaikannya. Karena itu kita butuh tata kelola yang baik dan antisipasi isu-isu yang berdampak pada pariwisata,” kata Koster.
Redaksi Energi Juang News



