Energi Juang News, Jakarta- Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati menyatakan mengundurkan diri sebagai anggota Dewan pada 10 September lalu.
Pengunduran diri itu ia umumkan melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya.
Saraswati mengatakan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR berkaitan dengan pernyataan yang pernah ia lontarkan di siniar Antara TV pada Februari 2025 soal penyediaan lapangan pekerjaan. Dia mengatakan pernyataannya itu dipotong oleh orang tak dikenal dan menjadi viral di media sosial pada pertengahan Agustus.
Video yang dimaksud Saraswati tayang di siniar Antara TV dengan judul “Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif” yang tayang pada 28 Februari 2025. Video itu memiliki durasi 42 menit.
Direktur Eksekutif Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus menilai pengunduran diri Rahayu Saraswati tidak berkaitan dengan tawaran bergabung ke kabinet pemerintah.
Menurut dia, sikap pengunduran diri itu dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pernyataan Saraswati yang dinilai tidak etis.
Dia mengatakan ada beberapa faktor yang boleh tentu menjadi pertimbangan Saraswati keluar dari DPR. Pertama, kata dia, situasi bangsa yang bergejolak lantaran dipicu oleh kinerja DPR. Kedua, hubungan keluarga Saraswati dengan Prabowo.
“Dia mungkin tak ingin kesalahannya bisa berdampak lebih besar ke pemerintah atau presiden sekaligus,” katanya saat dihubungi pada Jumat, 12 September 2025.
Selain itu, Lucius menilai keputusan pengunduran diri ini bagian dari ekspresi dari integritas yang ingin ditunjukkan oleh Saraswati. Menurut dia hal ini memang perlu dilakukan oleh pejabat yang dipilih dari suara rakyat.
Terlebih lagi, kata dia, bila sudah kepercayaan masyarakat itu sudah hilang. “Tak ada alasan untuk terus bertahan sebagai anggota DPR, karena jabatan itu atas dasar kepercayaan dari konstituen,” ucapnya.
Di sisi lain, Lucius justru khawatir bila pengunduran diri Saraswati ini berkaitan dengan kepentingan pribadi untuk menjadi menteri. Menurut dia, ini justru lebih berisiko lantaran akan muncul sentimen negatif daari publik.
Sebab, dia mengatakan masyarakat akan menganggap Saraswati tidak konsisten dan tidak jujur dengan pengakuannya ketika memutuskan mundur dari DPR. “Dampaknya bisa lebih berbahaya karena dengan mudah dapat merembet ke Prabowo,” ujar dia.
Peneliti PARA Syndicate Lutfia Harizuandini sependapat. Menurut dia citra Saraswati sudah terlanjur buruk imbas pernyataannya enam bulan lalu.
Dia mengatakan keponakan Prabowo itu hanya akan menjadi sasaran kritik publik jika menerima tawaran kursi Menpora. Selain itu, menurut dia, kepala negara bakal berhati-hati memilih menteri yang baru usai gelombang demonstrasi di Indonesia belakangan ini.
Namun di sisi lain, ia menilai pengunduran diri Rahayu Saraswati ini bagian dari upaya menjaga karier politik dan citra partainya. Menurut dia, Saraswati telah belajar dari pengalaman para politikus Senayan lainnya yang menjadi sasaran kemarahan publik karena tingkah laku.
“Dia mencegah kejadian serupa terulang. Namun, sudah sepatutnya pejabat publik mundur kalau melakukan kesalahan,” katanya pada Sabtu, 13 September 2025.
Redaksi Energi Juang News



