Energi Juang News, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto disebut tengah mempertimbangkan langkah berani dengan melakukan reshuffle kabinet. Targetnya adalah menteri-menteri peninggalan pemerintahan sebelumnya yang dikenal sebagai “Geng Solo”, kelompok yang dianggap tidak sejalan dengan visi pemerintahan baru.
Pengamat politik Selamat Ginting menilai keberadaan para menteri warisan Presiden Joko Widodo bisa menjadi hambatan bagi Prabowo. Ia menyebut mereka ibarat “musuh dalam selimut” yang bisa melemahkan pemerintahan dari dalam jika dibiarkan terlalu lama.
“Prabowo tampaknya sedang memainkan politik yang tidak teratur, sebuah strategi untuk menyingkirkan sosok-sosok yang berpotensi menggerogoti pemerintahannya,” ujar Selamat dalam kanal YouTube @abrahamsamadspeakup, Minggu (13/9/2025).
Ia menjelaskan, politik tak teratur yang dimaksud adalah pola di mana Prabowo seakan membiarkan menteri yang dianggap tidak loyal bertahan. Namun, di balik layar, ia diyakini sudah menyiapkan waktu yang tepat untuk menggantinya.
“Seperti sengaja dibiarkan. Nanti ada saatnya mereka diganti, satu per satu,” lanjut Selamat.
Menurutnya, setidaknya 17 menteri peninggalan Jokowi dan sejumlah relawan yang masih berada di kabinet akan menjadi prioritas dalam reshuffle mendatang.
Selamat bahkan menyinggung nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai salah satu yang kemungkinan ikut diganti. “Kapolri itu langkah berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, beredar kabar Presiden Prabowo telah mengirimkan dua nama calon Kapolri baru ke DPR. Kabar ini semakin menguatkan isu pergantian pucuk pimpinan Polri.
Namun, kabar tersebut dibantah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ia menegaskan DPR belum menerima surat presiden terkait pergantian Kapolri.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil. Menurutnya, sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi mengenai surat presiden untuk mengganti Kapolri. “Kalau memang ada, itu sepenuhnya kewenangan Presiden,” jelas Nasir.
Langkah reshuffle kabinet ini diprediksi akan menjadi ujian awal bagi pemerintahan Prabowo untuk menunjukkan ketegasan dalam merapikan jajaran pemerintahan agar solid mendukung visi dan programnya.
Redaksi Energi Juang News



