Senin, Juni 1, 2026
spot_img
BerandaInternasionalIsrael Semakin Tersudut Setelah Pengakuan Palestina oleh Inggris dan Sekutu Barat

Israel Semakin Tersudut Setelah Pengakuan Palestina oleh Inggris dan Sekutu Barat

Energi Juang News, New York– Empat negara Barat, yakni Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal, resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat pada Minggu (21/9/2025). Keputusan itu muncul setelah hampir dua tahun perang berkecamuk di Gaza.

Selain empat negara tersebut, Perancis, Belgia, Luksemburg, dan Malta disebut akan menyampaikan pengakuan serupa dalam Sidang Umum PBB pada Senin (22/9/2025). Langkah ini menandai perubahan besar dalam peta politik global, khususnya di kalangan sekutu Barat.

Sikap baru itu hadir di tengah serangan Israel yang semakin masif sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Gaza kini mengalami kehancuran parah, kelaparan yang diakui PBB, dan ribuan korban jiwa yang terus bertambah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menanggapi keras keputusan tersebut. Ia menilai pengakuan negara Palestina setelah tragedi 7 Oktober sama saja dengan memberi “imbalan pada terorisme”.

Tekanan publik di Inggris juga berperan besar. Ribuan warga menggelar aksi bulanan mendukung Palestina, menekan pemerintah agar mengubah sikap. Inggris, yang memiliki sejarah panjang lewat Deklarasi Balfour 1917, akhirnya menegaskan perubahan arah kebijakan luar negerinya.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan pengakuan Palestina bertujuan menghidupkan kembali harapan perdamaian di Timur Tengah. Ia juga menyerukan gencatan senjata, serta mendesak Hamas membebaskan sandera Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut langkah ini sebagai bentuk penghormatan atas aspirasi rakyat Palestina. Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel menambahkan, solusi dua negara adalah jalan terbaik menuju perdamaian adil dan berkelanjutan.

Namun, pengakuan ini sekaligus menempatkan negara-negara tersebut berseberangan dengan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pengakuan Palestina adalah salah satu perbedaan sikap paling tajam dengan Inggris.

Baca juga :  Dukung Israel, AS Serang Tiga Situs Nuklir Iran

Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuarakan dukungan, meski mensyaratkan pembebasan sandera sebelum membuka kedutaan besar di Palestina.

Pengakuan ini, meski dianggap simbolis, semakin mempersempit ruang gerak Israel di panggung internasional. Gelombang dukungan negara-negara Barat bisa menjadi momentum penting bagi perjuangan Palestina menuju kedaulatan penuh.

Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments