Energi Juang News, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan menterinya merumuskan strategi agar dana milik masyarakat kaya Indonesia yang disimpan di luar negeri bisa kembali masuk ke tanah air.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan baru ini tidak akan berbentuk aturan yang bersifat memaksa seperti kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
“Bukan, ini tidak seperti DHE. Pendekatannya murni berbasis pasar, bukan paksaan. Saya kan orang pasar, jadi pendekatannya harus market based,” kata Purbaya usai menghadiri rapat di Istana Negara akhir pekan lalu, Senin (22/9/2025).
Purbaya menjelaskan bahwa rancangan kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan internal. Ia belum dapat memberikan detail lengkap karena proses penyusunan belum tuntas.
“Intinya bagaimana mendorong agar dolar yang biasanya disimpan di luar negeri bisa kembali ke Indonesia. Tapi ini masih dimatangkan lagi,” tambahnya.
Meski masih dalam tahap perencanaan, Purbaya optimistis kebijakan ini akan selesai dalam waktu dekat.
“Rencananya cukup bagus, jadi mungkin bulan depan sudah bisa dijalankan,” ujarnya.
Purbaya menyebut Presiden Prabowo meminta kebijakan ini segera diwujudkan mengingat banyak masyarakat yang rutin mengalirkan dana ke luar negeri setiap bulan, terutama ke negara tetangga.
Dengan adanya insentif ini, pemerintah berharap cadangan devisa Indonesia semakin kuat.
“Kalau cadangan devisa bertambah, pasokan dolar perbankan juga lebih banyak. Itu akan mendukung pembiayaan proyek strategis seperti hilirisasi dengan bunga kompetitif. Perbankan nasional akan diuntungkan,” tutup Purbaya.
Energi Juang News



