Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaInternasionalTopan Super Ragasa Menerjang Filipina dan Taiwan, Warga Panik Mengungsi Massal

Topan Super Ragasa Menerjang Filipina dan Taiwan, Warga Panik Mengungsi Massal

Energi Juang News, Manila– Kepanikan melanda Filipina dan Taiwan pada Minggu (21/9/2025) setelah Topan Super Ragasa menghantam wilayah tersebut. Ribuan keluarga bergegas dievakuasi dari rumah mereka menyusul badai yang membawa angin kencang dan hujan deras. Topan Ragasa, yang dikenal sebagai Topan Nando di Filipina, menjadi sorotan karena berpotensi menjadi badai terkuat di Asia tahun ini.

Badan Meteorologi Filipina (Pagasa) menyebutkan, Ragasa memiliki kecepatan angin berkelanjutan 185 km/jam dan hembusan hingga 230 km/jam. Kondisi ini memicu peringatan bahaya banjir besar, tanah longsor, serta gelombang badai berbahaya khususnya di Luzon bagian utara.

“Kami harus bertindak cepat menyelamatkan warga dari zona merah,” ujar Menteri Dalam Negeri Filipina, Jonvic Remulla. Pemerintah segera mengevakuasi penduduk di Cagayan, Isabela, Ilocos, dan Batanes. Di Taiwan, sekitar 300 warga Hualien juga dievakuasi, dan peringatan topan darat akan dikeluarkan malam ini.

Pagasa memprediksi dampak terburuk badai terjadi mulai Minggu malam hingga Senin pagi (22/9/2025). Banjir besar, longsor, dan gelombang setinggi 3 meter diperkirakan melanda wilayah Batanes, Ilocos, dan Cagayan. Ombak di lautan bahkan bisa mencapai 11 meter, membuat pelayaran sangat berbahaya.

Setelah melewati Filipina dan Taiwan, Ragasa diperkirakan bergerak menuju China Selatan melalui Selat Luzon. Observatorium Hong Kong memperingatkan cuaca buruk pada Selasa hingga Rabu. Maskapai seperti Cathay Pacific dan Hong Kong Airlines telah menggratiskan biaya pemesanan ulang penerbangan yang terdampak badai.

Meski Manila relatif aman dari hantaman terburuk, badai ini memicu gelombang protes atas skandal proyek pengendalian banjir yang diduga fiktif. Ribuan warga turun ke jalan mengecam dugaan korupsi bernilai miliaran peso yang menyeret sejumlah pejabat.

Filipina adalah negara yang setiap tahun harus menghadapi sekitar 20 badai tropis. Para ahli mengingatkan bahwa badai semakin kuat akibat pemanasan global, memperparah kerentanan jutaan warga di daerah rawan bencana.

Baca juga :  Indonesia Kutuk Serangan Israel Terhadap UNIFIL Di Lebanon

Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments