Energi Juang News, Jakarta – Rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan batal. Trump menyebut pertemuan itu berpotensi sia-sia dan tidak produktif.
Keduanya sebelumnya dijadwalkan bertemu di Budapest, Hungaria, setelah melakukan pembicaraan telepon selama 2,5 jam yang disebut Kremlin berlangsung “jujur dan penuh kepercayaan.”
Diskusi itu membahas upaya perdamaian perang Ukraina yang mereda dua bulan terakhir pasca pertemuan puncak Trump–Putin di Alaska, 15 Agustus lalu.
Ajudan Putin, Yuri Ushakov, menyebut lokasi Budapest diusulkan Trump dan langsung disetujui Putin. Namun situasi berubah setelah Trump menilai pertemuan tersebut tak akan membawa hasil konkret.
“Saya tidak ingin pertemuan yang sia-sia. Saya tidak mau membuang waktu,” ujar Trump di Gedung Putih, Rabu (22/10/2025).
Kremlin menegaskan belum ada jadwal baru, sementara Gedung Putih memastikan tidak ada rencana pertemuan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta agar Ukraina dan Eropa dilibatkan jika pertemuan itu jadi digelar. “Sejak mereka membahas nasib Ukraina, maka Ukraina harus dilibatkan,” kata Macron.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut pembatalan ini bukan akhir dari komunikasi kedua pemimpin, namun “pertemuan semacam itu memerlukan persiapan yang serius.”
Rencana pertemuan ini pun resmi ambyar, meninggalkan tanda tanya besar tentang masa depan diplomasi perdamaian antara Washington, Moskow, dan Kyiv.
Redaksi Energi Juang News



