Energi Juang News, Nasional- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melontarkan kecaman terhadap perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman yang viral di media sosial akhir-akhir ini. Menurut PBNU, aksi Elham dianggap tidak mencerminkan akhlakul karimah serta bertentangan dengan ajaran Islam.
Tindakan yang merendahkan martabat manusia, terutama anak-anak, dinilai telah melanggar nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah yang seharusnya bijaksana, lemah lembut, dan penuh kearifan.
PBNU menegaskan bahwa dakwah Islam semestinya membawa rahmat bagi seluruh alam, bukan justru sebaliknya. Apa yang dilakukan Elham Yahya dinilai telah menodai nilai-nilai dakwah dan teladan bagi umat. Ketua PBNU, Alissa Wahid, dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa perilaku seperti ini sangat menciderai prinsip dan tujuan syariah, khususnya dalam hal perlindungan kehormatan manusia.
Nahdlatul Ulama menolak praktik apapun yang melanggar Maqashid Syariah, termasuk perlindungan terhadap kehormatan manusia tanpa memandang usia atau status. Para pendakwah diimbau menjadikan prinsip ini sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas dakwah.
Selain itu, PBNU menekankan penghormatan para kiai dan tokoh agama harus dilandasi keulamaan dan akhlak mulia. Para pemuka agama diharapkan menjaga perilaku agar menjadi panutan dan teladan positif bagi jamaah. Setiap bentuk kekerasan, pelecehan, dan penyalahgunaan otoritas dalam lingkungan keagamaan harus dihapuskan.
Sebagai bentuk komitmen kelembagaan, PBNU telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA) untuk mencegah praktik kekerasan serta penyimpangan lainnya di lingkungan pesantren NU. Komitmen ini menjadi bukti nyata upaya PBNU menjaga marwah pesantren serta memastikan lingkungan dakwah Islam berlandaskan kasih sayang dan perlindungan terhadap manusia.
PBNU mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga lingkungan yang aman dan bermartabat, terutama bagi anak-anak, santri, dan perempuan. Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan merendahkan martabat manusia.
Tindakan Elham Yahya yang mencium anak secara tidak wajar menjadi sorotan publik dan dinilai melanggar adab serta hak anak. PBNU menegaskan kembali bahwa dakwah Islam harus jadi rahmat bagi semua, jauh dari kekerasan maupun pelecehan.
Redaksi Energi Juang News



