Energi Juang News, Lamongan- Anggota MPR RI Nasyirul Falah Amru menyatakan Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) berperan penting untuk menangkal seluruh ideologi berbahaya bagi Indonesia.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI yang akrab disapa Gus Falah itu menegaskan, keberadaan ideologi-ideologi transnasional, ekstremisme keagamaan, hingga paham ultra-liberal menjadi ancaman nyata bagi persatuan bangsa.
” Oleh karena itu, Empat Pilar Kebangsaan harus dipahami sebagai benteng ideologis utama untuk menangkal seluruh ideologi berbahaya tersebut,” ujar Gus Falah, Sabtu (27/12/2025).
Gus Falah menyatakan, Pancasila merupakan fondasi nilai yang secara substansial bertentangan dengan ideologi ekstrem, baik yang bersifat totalitarian, radikal keagamaan, maupun kapitalisme eksploitatif.
Lalu UUD 1945 berfungsi sebagai instrumen konstitusional untuk membatasi masuk dan berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan cita-cita bangsa.
Gus Falah menegaskan, konstitusi menegaskan perlindungan hak asasi manusia sekaligus kewajiban warga negara, sehingga mencegah ideologi ekstrem yang menghalalkan kekerasan atau meniadakan negara hukum.
Kemudian NKRI, menegaskan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan politik yang tidak dapat ditawar. Ideologi separatis, maupun tuntutan pendirian negara berbasis identitas tertentu jelas bertentangan dengan prinsip ini.
“NKRI memastikan bahwa perbedaan dikelola dalam kerangka persatuan, bukan dijadikan alasan untuk disintegrasi,” papar Gus Falah.
Gus Falah melanjutkan, pilar keempat Bhinneka Tunggal Ika merupakan jawaban ideologis terhadap intoleransi dan eksklusivisme. Prinsip ini menegaskan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan realitas yang harus dirawat. Ideologi yang mengklaim kebenaran tunggal dan menolak keberadaan kelompok lain secara inheren bertentangan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan demikian, Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar slogan normatif, melainkan sistem nilai yang saling menguatkan untuk menjaga Indonesia dari infiltrasi ideologi berbahaya,” ujar Gus Falah.
“Memperkuat Empat Pilar Kebangsaan berarti memperkuat daya tahan ideologis bangsa demi keberlanjutan Indonesia sebagai negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan beradab,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



