Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaPolitikKecam Intervensi AS Ke Venezuela, GMNI : Dunia Ini Bukan Milik Satu...

Kecam Intervensi AS Ke Venezuela, GMNI : Dunia Ini Bukan Milik Satu Negara Saja !

Energi Juang News, Jakarta- Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengecam keras Agresi Militer yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) kepada Venezuela.

Dampak Intervensi AS ke Venezuela Menurut GMNI

Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Bung Andreas H Silalahi, menyampaikan pendapatnya. Menurut Andreas, agresi militer AS ke Venezuela adalah wujud nyata imperialisme dan neo-kolonialisme. Tindakan itu AS pertontonkan secara terbuka kepada masyarakat global.

Tindakan militer AS sudah keluar dari batasan wajar, kategori ini sudah masuk ke ranah Penjajahan, tidak ada satupun Negara, sekuat apapun Negara itu, yang berhak memperlakukan Kepala Negara Lain, sebagai subjek hukum domestiknya sendiri. AS harus sadar bahwa dunia yang luas ini bukan milik nya sendiri ! tegas Ketua DPP GMNI BId. Geopolitik, Bung Andreas, Senin (5/1/2026).

GMNI menilai tindakan AS ini sebagai bagian dari pola panjang intervensi imperialisme. Pola ini kerap memakai dalih demokrasi, anti terorisme, dan pemberantasan narkoba. Tujuannya menjatuhkan, melemahkan, atau mengkriminalisasi pemimpin negara yang menolak tunduk pada kepentingan geopolitik Barat.

Baca juga : Belajar dari Venezuela, GMNI Minta Pemerintah Tolak Permintaan AS atas Akses Mineral Kritis

Sikap GMNI atas Imperialisme, Neo-Kolonialisme, dan Sejarah Bung Karno

GMNI mengingatkan, sejarah Indonesia memberikan pelajaran pahit di era Presiden Sukarno. Sebagai pemimpin yang secara konsisten menentang imperialisme dan menggagas politik Non-Blok dan NEFO, Sukarno menjadi sasaran tekanan Barat yang sistematis.

Melalui kombinasi operasi intelijen, perang opini dan eksploitasi konflik internal, kekuasaan Bung Karno dilemahkan secara bertahap hingga akhirnya runtuh pasca 1965,” tegas Andreas.

Selain itu, GMNI melanjutkan bahwa dokumen dan kajian sejarah menunjukkan keterlibatan kekuatan asing, terutama AS dan sekutunya, dalam proses tersebut.

Baca juga :  Prabowo Bertemu Menhan AS Untuk Bertukar Informasi

Dalam konteks itu, tindakan terhadap Presiden Venezuela harus dipahami sebagai kelanjutan praktik lama imperialisme. Praktik ini menghukum negara yang berani menempuh jalan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan Washington.

Mengkriminalisasi atau menangkap kepala negara berdaulat bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi serangan terhadap hak rakyat suatu bangsa menentukan nasibnya sendiri,” ujar bung Andreas.

Situasi yang menimpa Venezuela, negara dengan kekayaan alam besar berupa minyak, bisa menjadi pelajaran penting. Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Karena itu, sikap waspada menjadi sangat penting. GMNI menilai sikap waspada sangat penting menghadapi situasi konflik global.

Pemerintah harus segera mengevaluasi kebijakan strategis kedepan terkait kerjasama pengelolaan SDA. Amerika Serikat menunjukkan sikap arogan. Sikap ini mencatat bahwa sumber daya alam tetap menjadi incaran kekuatan besar geopolitik global.

Sikap Politik Luar Negeri Indonesia yang Bebas Aktif

GMNI menilai, pemerintah Indonesia perlu bersikap lebih tegas. Pemerintah telah menyerukan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional. Sikap itu harus jelas menunjukkan standing position sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif.

” Pemerintah harus tegas, sebagai bangsa yang berprinsip anti penjajahan, pemerintah Indonesia wajib menggalang solidaritas global, khususnya Negara Non-Blok untuk menentang intervensi AS di Venezuela, sebagaimana standing position Indonesia dalam membela Palestina dari agresi Israel sampai sekarang,” pungkas Bung Andreas.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments