Jumat, Maret 6, 2026
spot_img
BerandaDaerahPemuda Garut Diintimidasi Keluarga Kades Gara-Gara Kritik Jalan Rusak

Pemuda Garut Diintimidasi Keluarga Kades Gara-Gara Kritik Jalan Rusak

Energi Juang News, Garut- Seorang warga Garut bernama Holis Muhlisin (31) mendapat perlakuan tak menyenangkan usai menyuarakan kritik soal infrastruktur desa di media sosial. Aksi intimidasi yang dialaminya viral setelah videonya tersebar di berbagai platform pada awal pekan ini (5/1/2026).

Dalam video berdurasi pendek itu, tampak Holis dikerumuni beberapa pria dan wanita yang menegurnya dengan nada tinggi. Salah satu pria berbaju bergambar karakter One Piece bahkan terdengar berkata dalam bahasa Sunda, “Mau tenar kamu? Mau ngejago?”

Holis, yang tampak mengenakan kemeja, hanya bisa menunduk sambil berusaha menjelaskan maksud kritik yang ia sampaikan. Namun, upayanya tak didengarkan oleh para warga yang terlihat emosi.

Aksi Intimidasi Karena Kritik Jalan Rusak

Holis membenarkan bahwa dirinya merupakan pria dalam video tersebut. Saat dikonfirmasi (4/1), ia menceritakan kejadian itu terjadi pada 27 Oktober 2025 di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Menurutnya, reaksi keras itu muncul akibat kritikannya terhadap kondisi pembangunan desa, khususnya jalan yang rusak parah. Ia baru mengunggah video itu sebulan kemudian karena pertimbangan keamanan.

“Saya bukan ingin tenar, tapi ingin desa saya baik,” ungkap Holis tegas.

Reaksi Pemerintah Daerah

Menyoroti kasus ini, Wakil Bupati Garut Putri Karlina menyampaikan kekecewaannya. Ia menyebut tindakan intimidasi terhadap warga menunjukkan lemahnya budaya menerima kritik di tingkat desa.

“Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik,” ujar Putri Karlina. Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menugaskan Inspektorat untuk memeriksa dugaan pelanggaran dan klarifikasi dari pihak kepala desa terkait.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menanggapi insiden tersebut. Ia berharap para pejabat publik tidak alergi terhadap kritik warga dan menjadikan masukan masyarakat sebagai sarana evaluasi.

“Manakala ada orang yang mengkritik pembangunan yang belum adil, jalan rusak, atau rumah rakyat miskin yang terabaikan, jangan malah melakukan pengancaman,” kata Dedi.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments