Energi Juang News, Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menambah satu komisaris baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu, 7 Januari 2026. Pemegang saham pilih Didyk Choiroel, Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), isi posisi itu.
Alasan Strategis Penambahan
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bilang, langkah ini tunjukkan komitmen BTN adaptasi dengan perubahan industri perbankan. Perusahaan ikuti kebijakan ekonomi nasional. Nixon tekankan sinergi antar tim percepat keputusan bisnis.
“Perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BTN untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis untuk mendukung transformasi bisnis berjalan lebih efektif dan memberikan kontribusi bagi penguatan ekonomi,” ujar Nixon dalam keterangan resmi pada Rabu, 7 Januari 2026.
Kinerja Solid BTN Akhir 2025
BTN catat aset tumbuh 8,6 persen year-on-year jadi Rp 510 triliun. Kredit dan dana pihak ketiga dorong hasil itu. Rasio keuangan aman di atas standar regulator.
Agenda Lain RUPSLB
RUPSLB setujui ubah anggaran dasar ikuti UU BUMN Nomor 16 Tahun 2025. Saham juga delegasikan persetujuan RKAP 2026 ke direksi.
Susunan Lengkap Pengurus BTN
Komisaris Utama: Suryo Utomo
Wakil Komisaris Utama: Dwi Ary Purnomo
Komisaris: Fahri Hamzah, Didyk Choiroel
Komisaris Independen: Ida Nuryanti, Pietra Machreza Paloh, Panangian Simanungkalit
Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo
Direktur IT: Tan Jacky Chen
Direktur Treasury: Venda Yuniarti
Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho
Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa
Direktur Network & Retail: Rully Setiawan
Direktur Commercial Banking: Hermita
Redaksi Energi Juang News



