Jumat, Maret 13, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisKredit Macet Pinjol Naik Tajam, OJK Peringatkan Risiko

Kredit Macet Pinjol Naik Tajam, OJK Peringatkan Risiko

Energi Juang News, Jakarta- Kredit macet di industri pinjaman online terus meningkat. Dalam laporan terbaru, Otoritas Jasa Keuangan mencatat penyaluran pembiayaan lewat platform peer to peer lending (pinjol) tumbuh pesat, namun di sisi lain, risiko gagal bayar juga ikut menanjak.

Pembiayaan Pinjol Tembus Rp94,85 Triliun

Dalam konferensi pers (9/1/2026), Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PMVL) OJK, Agusman, menyampaikan bahwa nilai outstanding pembiayaan pinjaman daring pada November 2025 mencapai Rp94,85 triliun. Angka tersebut naik 25,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan November 2025 tumbuh 25,45 persen year on year dengan nilai nominal sebesar Rp94,85 triliun,” ujar Agusman dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Sebagai pembanding, pembiayaan yang tersalurkan pada Oktober 2025 berada di angka Rp92,9 triliun. Pertumbuhan ini menegaskan tren meningkatnya permintaan pinjaman daring di masyarakat.

Tren Pertumbuhan Setiap Tahun Meningkat

Berdasarkan data OJK, total pinjaman yang disalurkan terus menunjukkan kenaikan setiap tahunnya. Pada Desember 2023, totalnya tercatat sebesar Rp59,6 triliun. Setahun kemudian, pada Desember 2024, nilainya meningkat menjadi Rp77,02 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan betapa cepatnya industri fintech lending berkembang, terutama di segmen konsumtif masyarakat dengan akses keuangan terbatas.

Kredit Macet Pinjol Naik ke 4,33 Persen

Meski nilai pembiayaan meningkat, OJK menyoroti lonjakan angka kredit macet atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90). Pada Oktober 2025, TWP90 tercatat sebesar 2,76 persen, namun pada November melonjak ke 4,33 persen.

“TWP90 (November 2025) berada di posisi 4,33 persen,” kata Agusman.

Kenaikan ini menunjukkan tekanan pada kualitas pinjaman daring yang berisiko tinggi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Stabilitas Perusahaan Pembiayaan Masih Terjaga

Agusman menambahkan, piutang perusahaan pembiayaan (PP) juga tumbuh 1,09 persen selama November 2025 menjadi Rp506,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 8,99 persen.

Profil risiko industri pembiayaan masih tergolong aman. Rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat 2,44 persen, sementara NPF net berada di 0,85 persen. Rasio utang terhadap modal (gearing ratio) pun masih jauh di bawah batas maksimum, yaitu 2,13 kali dari batas 10 kali.

OJK Ingatkan Pentingnya Literasi Keuangan

Dengan peningkatan kredit macet yang cukup signifikan, OJK mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati memanfaatkan layanan pinjaman daring. Literasi keuangan yang rendah kerap menjadi pemicu utama masalah gagal bayar di sektor ini.

Lembaga tersebut berkomitmen terus melakukan pengawasan dan edukasi agar pertumbuhan fintech di Indonesia tetap sehat dan berkelanjutan.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments