Energi Juang News, Jakarta- Warga Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur kesal dengan bau busuk menyengat dari tumpukan sampah setinggi tiang lampu. Masalah ini mengganggu pedagang dan penduduk sekitar. Mereka harap pemangku kebijakan segera bertindak tegas.
Penyebab Utama Penumpukan
Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, ungkap kurangnya truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jadi biang kerok. Biasanya 15 truk beroperasi setiap hari, tapi belakangan hanya 7-8 unit. Belakangan di bulan terakhir ini pengiriman armada itu hanya sekitar tujuh-delapan armada. Nah, oleh karenanya, terjadi deposit sampah,” sebut Agus di lokasi, Jumat (9/1/2026).
Pasar ini ramai 24 jam dan hasilkan 120-150 ton sampah organik harian. Sampah cepat busuk dalam 2-3 hari jika tak diangkut.
Keluhan Pedagang dan Warga
Pedagang seperti Hanif rugi besar karena pembeli ogah datang. “Mengganggu. Dari aroma dari tumpukan sampah. Jadi yang belanja sepi, kan (pembeli) enggak mau parkir di sini. Jadi milih parkir di depan. Kan aromanya kan berasa. Pengurangan (pendapatan) bisa 40 persenan lah,” kata Hanif, Jumat (9/1).
Tembok pembatas jebol, sampah jatuh ke permukiman. Pedagang batuk dan sesak napas, banyak yang pakai masker.
Upaya Pembersihan
Pengelola koordinasi dengan DLH. Kamis lalu, 25 armada angkut 31 ritase sampah. “Kemarin itu di hari Kamis ini sudah ada 25 armada, dan sudah dilakukan 31 ritase pengangkutan ke Pasar Induk Kramat Jati. Nah, kita berharap, kalau konsistensi 25 armada ini, maka bisa dipastikan lima hari ke depan, lima hari ke depan, maka penumpukan sampah ini akan sudah terlihat lebih menyusut dan lebih mantap,” kata Agus.
Alat berat dan eskavator dikerahkan untuk percepat proses.
Perintah Gubernur Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tegas perintahkan Pasar Jaya selesaikan segera. Jadi saya sudah meminta kepada Pasar Jaya, Bapak Dirut, untuk segera menyelesaikan itu. Segera untuk diselesaikan,” katanya usai tinjau Puskesmas Kebayoran Baru, Jumat (9/1).
Pemprov tambah 100 truk sampah tahun 2025. “Kemarin kita sudah mengadakan truk tambahan hampir 100 truk lebih di tahun 2025 kemarin,” ucapnya. Tak ada alasan sampah tak terangkut ke Bantargebang atau Rorotan.
Redaksi Energi Juang News



