Energi Juang News, Aceh- Pengemudi motor hingga sopir truk antre panjang di SPBU Pertamina sejak pagi. Kelangkaan BBM melanda Jalan Siborong-borong menuju Parapat, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada 2 Desember 2025. Situasi kini membaik drastis pasca banjir besar.
Kondisi SPBU di Aceh
Pertamina catat 151 dari 156 SPBU di Aceh sudah operasi normal. Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita bilang lima SPBU sisanya terkendala akses akibat banjir Sumatera. “Kenapa masih ada yang belum? Karena memang akses ke sana masih terbatas,” katanya dalam konferensi pers di kantor BNPB pada Jumat, 9 Januari 2026.
Pertamina alihkan pasokan BBM ke SPBU terdekat. Pasokan keseluruhan kembali normal. Akses dari Integrated Terminal Lhokseumawe ke Aceh Utara, Bireun, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie, Kuta Blang, dan Meureudu sudah bisa dilalui.
Armada tangki maksimal angkut 8 ribu liter karena jalan masih rusak. Sebanyak 11 SPBE dan 131 agen LPG di Aceh capai 100 persen operasional.
Update Sumatera Utara dan Barat
Pertamina konfirmasi 406 SPBU di Sumatera Utara beroperasi penuh. Begitu juga 46 SPBE dan 383 agen LPG. Di Sumatera Barat, 147 SPBU, 14 SPBE, serta 172 agen LPG jalan normal 100 persen.
Arya bilang pengalihan rute atasi akses jalan terbatas. “Sumatera Utara dan Sumatera Barat insyaallah sudah bisa berjalan normal,” tuturnya.
Dampak Awal Banjir
Banjir sebelumnya hantam 28 SPBU, 94 agen LPG, dan 9 SPBE di Aceh. Sumatera Utara kena 63 SPBU, 84 agen LPG, plus 5 SPBE. Sumatera Barat lolos tanpa korban infrastruktur energi.
Pertamina percepat pemulihan. Distribusi energi kini stabil di wilayah rawan.
Redaksi Energi Juang News



