
EnergiJuangNews,Sampang- Cerita bermula dari sebuah sepeda motor yang berdiri sendiri di semak belukar. Motor itu bukan sekadar parkir tapi tampak seperti sedang bersembunyi, kayak murid bolos yang takut ketahuan guru piket. Warga yang menemukan motor berpikir kalau niat bertamu baik-baik, kenapa motor harus diumpetin?
Rasa ingin tahu warga akhirnya membawa mereka ke rumah Minul(27). Warga curiga lampu teras padam, pintu tertutup. Mereka tahu kalo Minul dirumah itu sendirian,dan suaminya Paijo(30) kerja keluar kota. Namun karena penasaran, warga mendatangi rumah Minul yang sendiri curiga kemasukan maling.
Setelah dicek ke dalam rumah,benar saja warga dikejutkan penemuan seorang lelaki asing yang sama sekali tak mirip suaminya sedang bersembunyi di plafon kamar. Sawi(27) yang tak dikenal warga tersebut akhirnya langsung diamankan.
Jawaban plintat plintut Sawi saat ditanya membuat warga tersulut emosi,layaknya bensin Pertamax Turbo,Menyala abangkuuuh..Tanpa Baa Biii Buu warga dengan penuh emosi melayangkan bogem mentah andalan mereka. Mereka tahu betul kelakuan Minul dan Sawi akhir akhir ini sudah menjurus aksi “Tumpak Susu” alias perselingkuhan. Pikir warga enak betul kala suami banting tulang jauh jauh, kok bininya bawa serep indehoy dengan lelaki lain dirumah.
Bagi kerabat yang mengetahui duduk perkara perselingkuhan itu langsung naik emosi seperti air mendidih lupa dimatikan. Perasaan kesal bercampur marah membuat suasana memanas. Dalam logika kampung, ada satu benda yang menjadi sasaran empuk pelampiasan yaitu sepeda motor Sawi yang sedari tadi jadi awal kecurigaan dibakar di lokasi.
Warga menganggap tindakan itu sebagai peringatan seperti alarm kebakaran, suaranya keras, menyengat, dan bikin semua orang terbangun. Dengan kata lain seperti petuah sesepuh,jangan bermain api di kampung orang, apalagi kalau apinya bisa menyambar ke mana-mana. Bisa bisa azab duluan datang, nyawa hilang bareng api menyala dengan emosi sebagai bahan bakarnya.
Pihak Polsek Omben menerima laporan dan bergegas menuju lokasi. Namun, proses penyerahan pelaku tak semudah menyerahkan mic di acara karaoke keluarga. Warga sempat enggan melepas pemuda tersebut. Negosiasi berlangsung alot, penuh argumen dan emosi yang masih tersisa.
Akhirnya, sekitar pukul 04.15 WIB, kesepakatan tercapai. Warga menyerahkan pemuda itu beserta barang bukti pakaian Sawi yang ketinggalan kepada pihak kepolisian. Situasi pun berangsur tenang, meski sisa-sisa drama masih terasa di udara pagi.Cacian dan hujantan mengarah kedua pelaku, dan untung saja bukan suaminya yang mergoki keduanya. Tak terbayang bisa jadi dirujak sampe halus tuh orang..
Redaksi Energi Juang News



