Senin, Maret 16, 2026
spot_img
BerandaDaerahRibuan Hektare Sawah di Bekasi Terendam, Petani di Ujung Krisis Gagal Panen

Ribuan Hektare Sawah di Bekasi Terendam, Petani di Ujung Krisis Gagal Panen

Energi Juang News, Bekasi– Sekitar 5.168 hektare lahan persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini terendam banjir. Kondisi ini membuat ribuan petani di wilayah tersebut khawatir akan mengalami gagal panen pada musim tanam pertama tahun ini.

“Total lahan terdampak banjir ada 5.168,9 hektare dan 132,8 hektare di antaranya lahan persemaian,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Abdillah Majid di Cikarang, Senin (26/1/2026).

Sebaran Banjir dan Dampaknya

Banjir melanda total 78 desa di 16 kecamatan. Petugas masih memutakhirkan data karena curah hujan tinggi membuat air belum sepenuhnya surut.

“Sehingga kami juga belum bisa menghitung kerugian petani karena kondisi tanaman saat ini masih terdampak banjir dan juga belum ada laporan puso,” ujar Abdillah.

Pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan benih serta pestisida bagi petani terdampak melalui program bantuan Direktorat Serealia Kementerian Pertanian RI. Program peningkatan indeks pertanaman (PIP) itu menargetkan 11.247 hektare sawah dengan masa tanam Januari–Februari 2026.

Abdillah memastikan bantuan tambahan untuk sawah yang terdampak banjir sedang diajukan ke kementerian agar distribusinya dapat segera dilakukan.

Risiko Rusaknya Tanaman dan Musim Tanam

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi menyoroti risiko serius yang dihadapi petani bila air tak segera surut.

“Genangan terjadi di lahan pertanian yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Jika air tidak surut, tanaman padi yang sedang dalam masa tanam maupun menjelang panen sangat berisiko mengalami puso,” tuturnya.

Wilayah terdampak tersebar di Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara, hingga Karangbahagia. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 60 cm, membuat proses olah tanah dan perawatan tanaman terhenti.

Selain menggenangi tanaman, banjir juga mengacaukan aktivitas pertanian. Akses ke sawah tertutup air, saluran irigasi meluap, dan berbagai peralatan pertanian ikut terendam.

“Kondisi ini membuat petani terpaksa menunda pemupukan, penyiangan, hingga panen. Dampaknya bukan hanya hari ini. Kalau gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya. Ini juga bisa berpengaruh pada ketersediaan beras di tingkat lokal,” kata Dodi.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments