Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Horor Taman Langsat Mayestik yang Mengguncang Nyali

Misteri Horor Taman Langsat Mayestik yang Mengguncang Nyali

Energi Juang News, Jakarta– Sore itu, taman kota di kawasan Barito tampak seperti ruang hijau pada umumnya. Pepohonan besar menaungi jalur setapak, suara kendaraan dari kejauhan terdengar samar, dan angin membawa aroma tanah basah yang menenangkan. Beberapa orang berolahraga ringan, sementara lainnya duduk di bangku taman melepas penat setelah seharian beraktivitas. Tak ada yang menyangka bahwa ketika matahari mulai tenggelam dan langit berubah jingga, suasana di tempat ini perlahan berubah menjadi terasa berat, seolah udara ikut menahan napas menunggu malam datang.

Warga sekitar mengenal taman ini sebagai ruang terbuka hijau yang cukup luas, sekitar 3,6 hektare, terletak di belakang Pasar Burung Barito. Diresmikan pada 2010 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo, taman ini sempat menjadi favorit warga Kebayoran Baru untuk jogging pagi. Namun, seiring waktu, pengunjungnya semakin berkurang, terutama saat senja. “Entah kenapa, kalau sudah magrib, rasanya nggak betah,” ujar Pak Anwar, warga yang rumahnya tak jauh dari taman. “Padahal dulu ramai.”

Isu keangkeran mulai beredar dari mulut ke mulut. Dalam buku 666 Misteri Paling Heboh: Indonesia & Dunia yang disusun Tim Pustaka Horor, taman ini disebut memiliki aura yang berbeda. Keasriannya justru memunculkan kesan sunyi yang tak wajar. Banyak orang merasa seperti sedang diawasi saat melintas sendirian. “Saya pernah jalan sendiri, terus dengar langkah di belakang,” kata seorang pengunjung. “Pas nengok, nggak ada siapa-siapa.”

Cerita paling sering terdengar adalah penampakan kuntilanak pada malam hari. Sosok itu digambarkan berdiri di balik pepohonan, rambut panjang menutupi wajah, gaunnya putih berayun pelan tertiup angin. Seorang pedagang kaki lima di sekitar taman mengaku pernah melihatnya. “Saya kira plastik nyangkut di pohon,” katanya lirih. “Pas saya perhatiin, dia turun pelan. Saya langsung kabur.”

Tak hanya kuntilanak, ada pula kisah tentang genderuwo yang terlihat duduk di atas pohon besar. Tubuhnya besar dan gelap, matanya merah menyala di antara rimbunnya daun. “Anak muda yang lihat itu sampai demam,” ujar Bu Sari, warga sekitar. “Katanya makhluknya ketawa pelan, bikin kaki lemas.” Cerita ini membuat banyak orang enggan duduk lama di bawah pohon besar saat malam.

Keanehan lain adalah insiden kesurupan. Beberapa pengunjung dilaporkan tiba-tiba berteriak atau menangis tanpa sebab jelas. “Teman saya tiba-tiba ngomong sendiri,” kata Rina, seorang mahasiswi. “Suaranya bukan suara dia.” Warga yang mendengar kejadian itu langsung membawa korban pergi dari taman, percaya bahwa ada sesuatu yang mengganggu ketenangan jiwa.

Selain penampakan, aroma aneh sering tercium. Kadang bau melati yang kuat, kadang bau busuk yang muncul tiba-tiba lalu hilang. Suara tawa juga kerap terdengar, samar dan sulit dilacak asalnya. “Ketawanya kayak anak kecil, tapi rasanya bukan,” kata Pak Anwar. “Kalau dengar itu, saya langsung pulang.”

Keangkeran taman ini begitu terkenal hingga menarik perhatian sineas. Seorang sutradara bernama Eka Katili mengangkat kisahnya menjadi film horor berjudul Taman Langsat Mayestik yang dirilis pada 2014. Film tersebut dibintangi Metta Permadi dan Ki Joko Bodo, dan memperkuat citra taman ini sebagai lokasi penuh misteri. Setelah film itu tayang, warga merasa cerita horor semakin hidup. “Orang-orang jadi makin percaya,” ujar seorang penjaga malam.

Meski demikian, pada siang hari taman ini tetap terlihat normal. Anak-anak bermain, orang berolahraga, dan burung-burung berkicau di dahan. Namun warga percaya, tempat ini memiliki dua wajah. “Siang aman, malam beda,” kata Bu Sari singkat. Ia menolak berjalan sendirian jika hari mulai gelap.

Kini, Misteri Horor Taman Langsat Mayestik tetap menjadi bagian dari cerita urban Jakarta Selatan. Ada yang menganggapnya sekadar sugesti, ada pula yang yakin bahwa taman ini memang menyimpan penghuni tak kasat mata. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, taman yang seharusnya menjadi tempat istirahat justru dikenal sebagai ruang sunyi yang menyimpan kisah-kisah seram, membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum berlama-lama di sana saat malam tiba.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments