Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img
BerandaPolitikSikap Indonesia soal Israel di Board of Peace

Sikap Indonesia soal Israel di Board of Peace

Energi Juang News, Jakarta— Bergabungnya Israel ke Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai perhatian internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa posisi Indonesia terhadap isu Palestina tetap konsisten dan tidak bergeser.

“Kehadiran Indonesia di Board of Peace (BoP) tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara mana pun. Keikutsertaan didasarkan pada mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina, sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” ujar juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

Prinsip Indonesia Tak Berubah

Yvonne menegaskan, partisipasi Indonesia dalam BoP tidak berarti mengendurkan komitmen terhadap penghentian kekerasan di Gaza. Indonesia tetap menolak pelanggaran hukum internasional serta terus menyerukan realisasi solusi dua negara.

“Keanggotaan negara mana pun dalam BoP tidak mengubah posisi prinsip tersebut. Di BoP maupun di semua forum yang ada, Indonesia sejak awal menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil, mengecam pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional yang terjadi di Gaza, akses bantuan kemanusiaan, serta realisasi solusi dua negara,” tambahnya.

Baca juga : RI dan Negara Muslim Kecam Langkah Israel di Tepi Barat

Dorong Keterlibatan Palestina

Kemlu menilai, partisipasi seluruh pihak yang berkonflik justru menjadi langkah penting menuju perdamaian. Indonesia akan memanfaatkan keanggotaan di BoP untuk memastikan hak-hak rakyat Palestina tetap dihormati.

“Indonesia melihat pentingnya keterlibatan para pihak yang berkonflik sebagai bagian dari proses menuju perdamaian,” ujar Yvonne.

“Indonesia oleh karenanya akan memanfaatkan keanggotaan di BoP untuk juga aktif mendorong keterlibatan Otoritas Palestina dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina dan menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina, serta mendorong terwujudnya solusi dua negara,” sambungnya.

Israel Resmi Gabung di Bawah Trump

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan secara resmi bergabungnya Israel dengan Dewan Perdamaian. Pengumuman itu ia sampaikan saat berkunjung ke Washington pada Rabu (11/2) dan bertemu dengan Trump serta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.

Dilaporkan oleh Al Arabiya dan Reuters, Kamis (12/2/2026), Trump dan Netanyahu difoto bersama dokumen keanggotaan yang telah ditandatangani. Netanyahu menyebut langkah itu sebagai babak baru untuk “perdamaian dan stabilitas internasional.”

Rencana Pertemuan dan Arah Dewan

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada November tahun lalu memberi kewenangan bagi BoP dan negara-negara pendukungnya untuk membentuk pasukan stabilisasi di Gaza. Gencatan senjata di wilayah itu telah dimulai sejak Oktober melalui rencana yang disusun Trump dan disetujui Israel serta Hamas.

Dewan ini rencananya akan menggelar rapat perdana di Washington pada 19 Februari mendatang untuk membahas agenda rekonstruksi Gaza dan langkah lanjutan menuju pemerintahan sementara di wilayah tersebut.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments